Kamis, 06 Agustus 2026 Indonesia

Cegah Longsor di Ungaran Barat, PPK Ormawa PSC FH UNNES Gagas 'Green Buffer Village' di Desa Keji

N
Nazwa Haifa Nurkamila
06 August 2026
3
Cegah Longsor di Ungaran Barat, PPK Ormawa PSC FH UNNES Gagas 'Green Buffer Village' di Desa Keji

SEMARANG — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar program Green Buffer Village di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Jumat (18/7/2026). Inisiatif pengabdian masyarakat ini difokuskan pada upaya mitigasi bencana tanah longsor sekaligus pelestarian sumber daya air di wilayah rawan bencana tersebut. 

Image
Penanaman pohon kaliandra di lereng Desa Keji

Dalam pelaksanaan Green Buffer Village, tim mahasiswa bersama warga setempat melakukan penanaman pohon jenis vetiver dan kaliandra. Kedua jenis tanaman ini dipilih secara spesifik karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, sehingga efektif menahan laju pergerakan tanah dan mencegah terjadinya longsor di area tebing atau lahan miring.

Selain penanaman pohon penahan longsor, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan "Iriban", sebuah tradisi lokal masyarakat setempat yang bertujuan untuk merawat dan membersihkan area sekitar mata air desa. Kolaborasi antara pendekatan ekologis dan pelestarian budaya lokal ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Desa Keji.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa PSC FH UNNES, Ahmad Kamalludin Sihombing, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam merespons tantangan lingkungan di masyarakat. "Kegiatan ini semoga bisa mewujudkan Desa Keji yang tangguh bencana," tegas Ahmad.

Sebagai komitmen jangka panjang, tim PPK Ormawa telah menyiapkan pendistribusian bibit tanaman dalam jumlah besar. Total terdapat 1.000 bibit vetiver dan kaliandra yang disalurkan ke Desa Keji.

Penanaman ribuan bibit tersebut dilakukan secara bertahap guna memastikan tingkat pertumbuhan tanaman yang optimal. Khusus pada hari puncak pelaksanaan Green Buffer Village, sebanyak 50 bibit pertama telah berhasil ditanam secara gotong royong oleh mahasiswa dan warga.

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat sipil, program Green Buffer Village diharapkan tidak hanya menjadi sabuk hijau pelindung desa, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya konservasi lingkungan dan mitigasi bencana secara mandiri.

#GreenBufferVillage #PPKOrmawa #PSCFHUNNES #DesaKeji #UngaranBarat #MitigasiBencana #KonservasiLingkungan #CegahLongsor #UNNES #MahasiswaMengabdi

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Nazwa Haifa Nurkamila dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!