Kamis, 29 Oktober 2026

BEM UI Perkirakan 12.000 Orang Ikuti Aksi Demo di Bundaran HI

Foto: BEM UI
Foto: BEM UI

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memperkirakan sebanyak 10.000 hingga 12.000 orang dari berbagai elemen masyarakat sipil akan mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, mengatakan massa aksi berasal dari berbagai kelompok, mulai dari mahasiswa lintas perguruan tinggi, buruh, petani, hingga elemen masyarakat sipil lainnya yang tergabung dalam Komite SADAR (Selamatkan Daulat Rakyat).

“Kalau dari massa sendiri, kami PD total 10.000 sampai 12.000 massa. Itu dari berbagai macam elemen sipil,” kata Hafidz di Universitas Indonesia, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan Bundaran HI sebagai lokasi aksi bertujuan menguji respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas di Jakarta yang dinilai strategis untuk menyampaikan tuntutan publik.

“Kami mau ngetes aja pemerintah Prabowo-Gibran, kita memilih tempat yaitu jantung dari Jakarta itu sendiri,” ujarnya.

Uji Respons Pemerintah terhadap Aspirasi Publik

Hafidz menilai aksi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyampaikan keresahan terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah memasuki dua tahun masa pemerintahan.

Ia menyebut, sejumlah kritik dan tuntutan yang sebelumnya disampaikan masyarakat dinilai belum memperoleh tanggapan yang memadai. Karena itu, aksi di pusat Jakarta tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah lebih serius mendengarkan aspirasi publik.

“Kalau semisal dari jantungnya saja, pemerintah masih tidak memedulikan, saya merasa bahwa memang pemerintah Pak Prabowo-Gibran ini tidak serius kalau demikian,” kata Hafidz.

Menurutnya, respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam menilai komitmen terhadap keterbukaan dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Bawa Sejumlah Tuntutan

Dalam aksi yang berlangsung pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu tuntutan yang disoroti adalah penetapan status bencana nasional untuk karhutla. Selain itu, peserta aksi juga menyoroti arah kebijakan anggaran negara dan dampaknya terhadap kepentingan masyarakat.

Aksi ini menjadi bagian dari upaya kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyuarakan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah selama dua tahun terakhir.

BEM UI Perkirakan 1.000 Mahasiswa Turut Berangkat

Hafidz juga memperkirakan sekitar 800 hingga 1.000 mahasiswa Universitas Indonesia akan berangkat untuk mengikuti aksi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam Komite SADAR sepakat untuk tidak mengenakan jaket almamater. Keputusan itu diambil agar aksi berlangsung lebih inklusif dan dapat merangkul berbagai kelompok masyarakat tanpa menonjolkan identitas kampus tertentu.

“Kami ingin aksi pada hari ini itu seinklusif mungkin dan juga merangkul rakyat sebaik mungkin,” pungkasnya.

Melalui aksi #IndonesiaSadar, mahasiswa dan elemen masyarakat sipil berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap tuntutan yang disampaikan. Momentum Sumpah Pemuda juga dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan publik dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai kepentingan rakyat.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!