Harga BBM Ternyata Bisa Rp5.000, Apa yang Harus Diubah di RUU Migas?
FSPPB menilai pembenahan rantai migas dari produksi hingga distribusi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan harga BBM. Melalui simulasi internal, FSPPB menyebut harga sekitar Rp5.000 per liter berpotensi dicapai, sementara pembahasan RUU Migas dinilai menjadi momentum untuk memperbaiki
Serikat Pekerja Dorong PDSI Sebagai National Drilling Champion di Tengah Restrukturisasi Subholding Upstream
SP PDSI meminta proses streamlining di Pertamina Subholding Upstream berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan penguatan kapasitas pengeboran nasional. Dengan 58 unit rig, kompetensi engineering, standar HSSE, dan pengalaman operasional puluhan tahun, SP PDSI mendorong PDSI diperkuat sebagai
SPP KTI Tolak Penggabungan PDSI ke Elnusa, Nyatakan 6 Sikap Ini
SPP KTI menolak rencana penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk dan meminta PDSI tetap berada dalam kendali penuh Pertamina. Serikat pekerja menilai bisnis drilling merupakan kapabilitas strategis nasional yang perlu dipertahankan dan diperkuat untuk mendukung produksi migas serta ketahanan energi
SP Mathilda-FSPPB tolak penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk
SP Mathilda–FSPPB menolak rencana penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk dan meminta bisnis drilling tetap 100 persen berada di bawah Pertamina. Serikat pekerja mendukung efisiensi, namun menilai penguatan struktur korporasi harus tetap menjaga kemampuan inti, aset strategis, integrasi bisnis
SP-PBB Tolak Wacana Penggabungan PDSI ke Elnusa di Kilang Balongan
SP-PBB Balongan menolak skema streamlining bisnis hulu yang melibatkan PDSI dan Elnusa karena dinilai berpotensi memengaruhi penguasaan negara dan ketahanan energi nasional. Serikat pekerja meminta transparansi transaksi dan valuasi, pelibatan pekerja, perlindungan hak normatif, serta penguatan PDSI
SP Pertamina UPMS I Medan Tolak Streamlining PDSI Ke Elnusa
SPP UPMS I Medan menolak rencana penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk karena menilai langkah tersebut berpotensi memengaruhi kendali negara atas aset dan kemampuan strategis hulu migas. Serikat pekerja mendukung efisiensi Pertamina, tetapi meminta bisnis drilling PDSI tetap 100 persen berada di bawah
SP FKPPA Berdiri Bersama PDSI Tolak Dugaan Privatisasi Terselubung Lewat Streamlining
SP FKPPA menyatakan dukungan kepada pekerja PDSI dan meminta proses streamlining PDSI–Elnusa dilakukan secara transparan serta melalui kajian menyeluruh. Serikat pekerja menekankan pentingnya menjaga kompetensi strategis, keberlanjutan bisnis, keselamatan, dan kendali operasional PDSI serta menolak
SP PDSI Tolak Pengalihan Bisnis ke Pemilik Asing
SP PDSI menolak setiap skema streamlining PDSI–Elnusa yang dinilai berpotensi mengalihkan kepemilikan, kendali, aset, bisnis, kontrak, atau nilai ekonomi PDSI kepada entitas dengan kepemilikan asing. SP PDSI mendukung efisiensi dan sinergi, tetapi meminta kendali PDSI tetap sepenuhnya berada
Wacana Merger Elnusa dan PDSI, Serikat Pekerja Pertamina Ingatkan Potensi 'Privatisasi Terselubung'
Rencana penggabungan PDSI dan Elnusa masih dalam tahap pembahasan internal. Manajemen Elnusa menyatakan akan mengikuti aturan pasar modal dan melindungi hak pemegang saham independen, sementara SPP UPms III meminta transparansi serta memastikan penggabungan tidak mengurangi kendali negara
SPPGE-FSPPB Tegas Tolak Streamlining PDSI ke Elnusa, Soroti Risiko Kendali Negara atas Bisnis Drilling
SP PGE menolak rencana penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk karena dinilai berpotensi mengurangi kendali negara atas aset, teknologi, dan kemampuan strategis di sektor energi.
Serikat Pekerja Kilang Pertamina Cilacap Tolak Rencana Penggabungan PDSI ke Elnusa
SPP PWK menolak rencana penggabungan PDSI ke PT Elnusa Tbk jika berpotensi mengurangi penguasaan negara atas bisnis dan aset strategis pengeboran migas. Serikat pekerja meminta bisnis drilling tetap berada dalam kendali negara serta mempertimbangkan aspek ketahanan energi, aset strategis
Gunung Ungaran Menuju 55 MW: Dari Potensi Geologi hingga Rencana Eksplorasi
Gunung Ungaran memiliki potensi panas bumi yang menjanjikan dan kini memasuki fase baru pengembangan. PLN menargetkan kapasitas 55 MW melalui eksplorasi dan pengeboran yang direncanakan mulai akhir 2028 hingga awal 2029.