Kamis, 13 Agustus 2026 Indonesia

DEM Sulut Bersama PGE Area Lahendong Luncurkan Geothermal Energy Future Feast 2026

J
Josua Sondakh
13 August 2026
45
DEM Sulut Bersama PGE Area Lahendong Luncurkan Geothermal Energy Future Feast 2026
MANADO, 10 Agustus 2026 — Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara (DEM Sulut) bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong secara resmi meluncurkan Geothermal Energy Future Feast (GEFF) 2026 dalam rangkaian Renewable Energy Forum (REF) 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado.

Peluncuran GEFF 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan industri dalam membangun literasi, kapasitas, serta kepemimpinan generasi muda di sektor energi panas bumi.

Program ini dirancang sebagai platform pembelajaran dan kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dengan industri panas bumi secara lebih dekat. GEFF 2026 akan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari forum energi, industry and safety talk, essay competition, internship program, hingga company visit ke PGE Area Lahendong. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada aspek teknis panas bumi, tetapi juga diajak memahami ekosistem industri secara lebih komprehensif, termasuk aspek keselamatan, ekonomi, sosial, lingkungan, kebijakan, dan pengembangan sumber daya manusia.

General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Yanuaris Dwi Cahyono, menyambut baik peluncuran GEFF 2026 sebagai bentuk kolaborasi yang mempertemukan pengalaman industri dengan semangat dan kapasitas generasi muda.

“Kami menyambut baik inisiatif DEM Sulut melalui Geothermal Energy Future Feast 2026. Bagi kami, pengembangan panas bumi tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan investasi, tetapi juga mengenai bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami dan melanjutkan pengembangan energi panas bumi di masa depan,” ujar Yanuaris.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan sektor energi.
“Mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana industri panas bumi bekerja, bagaimana aspek keselamatan diterapkan, bagaimana tantangan teknis dihadapi, serta bagaimana pengembangan panas bumi memberikan nilai bagi masyarakat dan daerah. Karena itu, ruang kolaborasi seperti GEFF 2026 menjadi penting,” jelasnya.
Yanuaris berharap kerja sama antara PGE Area Lahendong dan DEM Sulut tidak berhenti pada pelaksanaan satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, dan pengenalan industri panas bumi kepada generasi muda.
Foto: Penyerahan Plakat kepada Foto: Penyerahan Plakat kepada Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko NugrohoDirektur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho
Foto: Penyerahan Plakat kepada Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho
“Kami berharap GEFF 2026 dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang. Generasi muda harus memiliki pengetahuan yang kuat, pengalaman yang cukup, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi di Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Ketua Umum DEM Sulut, Ariyanto Magenda, menegaskan bahwa peluncuran GEFF 2026 merupakan bagian dari upaya DEM Sulut untuk membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis, tetapi juga berbasis pengetahuan dan solusi.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton dalam transisi energi. Mahasiswa harus memiliki ruang untuk belajar, melakukan kajian, berdialog dengan industri, memahami kebijakan, dan pada akhirnya mampu mengawal arah pengembangan energi di Sulawesi Utara,” ujar Ariyanto.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi. Kondisi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas generasi muda agar mampu memahami sekaligus mengawal proses pengembangannya.

“GEFF 2026 kami hadirkan bukan sekadar sebagai program edukasi, tetapi sebagai ruang untuk membangun ekosistem generasi muda yang memiliki pengetahuan, perspektif kritis, dan keberanian untuk terlibat dalam masa depan energi Sulawesi Utara,” tegasnya.

Ariyanto menambahkan bahwa DEM Sulut ingin menjadikan GEFF sebagai agenda berkelanjutan yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai pemangku kepentingan sektor energi.
“Kami percaya bahwa transisi energi membutuhkan kolaborasi. Pemerintah membutuhkan gagasan, industri membutuhkan SDM, masyarakat membutuhkan manfaat, dan mahasiswa membutuhkan ruang untuk belajar sekaligus mengawal. Karena itu, GEFF 2026 kami arahkan menjadi ruang temu antara pengetahuan, industri, dan gerakan mahasiswa,” tambah Ariyanto.
Ia menegaskan bahwa pengembangan panas bumi tidak cukup hanya dilihat dari sisi peningkatan kapasitas energi, tetapi juga harus dikawal agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

“Panas bumi tidak cukup hanya disebut sebagai energi bersih. Kita harus memastikan bagaimana energi ini dikembangkan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di situlah mahasiswa harus hadir mempelajari, mengkaji, mengawal, dan menawarkan solusi,” tutupnya.
Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!