SEMARANG — Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Prestasi tersebut diraih oleh Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum UNNES, dosen pendamping Prof. Dr. Anis Widyawati, S.H., M.H., serta UNNES pada kategori penghargaan perguruan tinggi.
Berdasarkan publikasi resmi Fakultas Hukum UNNES, PSC berhasil meraih Terbaik 1 kategori Organisasi Kemahasiswaan dengan Strategi Keberlanjutan Terkuat.
Sementara itu, Prof. Dr. Anis Widyawati, S.H., M.H., memperoleh Terbaik 2 kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik. Adapun UNNES meraih Terbaik 3 kategori Perguruan Tinggi Paling Inovatif.
Ketiga penghargaan tersebut menjadi capaian bagi UNNES dalam pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada inovasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Inovasi Mitigasi Bencana di Balik Prestasi PSC
Keberhasilan PSC Fakultas Hukum UNNES tidak terlepas dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melalui inovasi bertajuk SEKONTAN (Sekolah Konservasi dan Tangguh Bencana).
Program yang dikembangkan di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tersebut mengintegrasikan pendidikan konservasi, mitigasi bencana, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan hukum untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman tanah longsor.
Dalam direktori resmi peserta Abdidaya Ormawa 2026, program tersebut terdaftar dengan judul "SEKONTAN: Integrasi Inovasi IoT SKEWS dan Legal Drafting untuk Mewujudkan Desa Keji Tangguh Bencana Longsor."
Program ini menggabungkan pendekatan teknologi melalui Smart Early Warning System (SKEWS) dengan pendekatan hukum melalui legal drafting sebagai bagian dari upaya membangun sistem mitigasi bencana berbasis kebutuhan masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, PSC FH UNNES juga mengembangkan kegiatan pendidikan kebencanaan yang melibatkan masyarakat setempat.
Pada kelas perdana SEKONTAN, sekitar 80 peserta yang terdiri atas unsur Karang Taruna, Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan perangkat desa mengikuti pembelajaran mengenai konservasi lingkungan, kesiapsiagaan, serta penanganan risiko bencana.
Penguatan program selanjutnya dilakukan melalui peluncuran sistem peringatan dini SKEWS dan pembentukan kader masyarakat Jaga Keji pada Agustus 2026.
Pembentukan kader tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong keberlanjutan kegiatan mitigasi bencana melalui keterlibatan masyarakat secara langsung.
Peran Dosen Pendamping dan Keberlanjutan Program
Di balik pengembangan program SEKONTAN, terdapat peran pendampingan akademik yang dilakukan oleh Prof. Dr. Anis Widyawati, S.H., M.H., selaku dosen pendamping PPK Ormawa PSC Fakultas Hukum UNNES.
Penghargaan Terbaik 2 kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik yang diraihnya menambah capaian UNNES dalam ajang tersebut.
Berdasarkan data resmi peserta, program SEKONTAN diketuai oleh Ahmad Kamalludin Sihombing sebagai ketua tim pelaksana, dengan Afif Fauzi Rachman sebagai ketua organisasi kemahasiswaan.
Keterlibatan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat dalam program tersebut memperlihatkan model kolaborasi perguruan tinggi yang diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lingkungan masyarakat.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi fakultas hukum dalam pengabdian masyarakat dapat berkembang melampaui penyuluhan hukum, termasuk melalui integrasi aspek regulasi, teknologi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Bersaing dalam Ajang Nasional
Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 merupakan kegiatan apresiasi nasional terhadap pelaksanaan PPK Ormawa yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 tersebut mempertemukan 120 tim pelaksana dari 60 perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui ajang ini, berbagai organisasi kemahasiswaan menampilkan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan bersama mitra desa dan kelurahan.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, meliputi evaluasi laporan kegiatan, penilaian kemajuan pelaksanaan program, verifikasi, serta peninjauan terhadap pelaksanaan dan keberlanjutan kegiatan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, panitia menyediakan 171 penghargaan yang tersebar dalam 45 kategori.
Keberhasilan UNNES memperoleh tiga penghargaan menunjukkan kontribusi perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, serta dosen pendamping dalam pengembangan program pengabdian berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Capaian tersebut sekaligus menghadirkan tantangan berikutnya, yakni memastikan bahwa program pemberdayaan yang telah dikembangkan mahasiswa dapat terus dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah rangkaian kompetisi berakhir.
Dengan demikian, prestasi dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 tidak hanya menjadi pengakuan atas pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat keberlanjutan inovasi dan pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.