Kamis, 13 Agustus 2026 Indonesia

Teknologi AI dan Virtual Reality Sukses Pandu Tim Dokter dalam Pemisahan Kembar Siam Kraniopagus

A
Alex Cristian
13 August 2026
1
Teknologi AI dan Virtual Reality Sukses Pandu Tim Dokter dalam Pemisahan Kembar Siam Kraniopagus

Tim medis internasional berhasil memisahkan pasangan balita kembar siam kraniopagus, Bernardo dan Arthur Lima (3 tahun), yang lahir dengan kondisi kepala dan jaringan otak menyatu. Prosedur bedah saraf maraton yang berlangsung selama hampir 40 jam ini ditopang oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Virtual Reality (VR).

Dipimpin oleh Dr. Noor ul Owase Jeelani dari organisasi medis Gemini Untwined bersama Dr. Gabriel Mufarrej dari Instituto Estadual do Cérebro Paulo Niemeyer, pemisahan ini melibatkan hampir 100 tenaga medis. Sebelum pembedahan fisik dimulai, tim dokter menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berlatih di ruang simulasi digital menggunakan proyeksi 3D berbasis data MRI dan CT scan pasien.

Kedua balita dilaporkan dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif pascaoperasi. Keberhasilan ini dinilai sebagai milestone penting dalam pemanfaatan navigasi digital untuk kasus bedah saraf dengan tingkat kerumitan tertinggi.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Alex Cristian dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!