Tim medis internasional berhasil memisahkan pasangan balita kembar siam kraniopagus, Bernardo dan Arthur Lima (3 tahun), yang lahir dengan kondisi kepala dan jaringan otak menyatu. Prosedur bedah saraf maraton yang berlangsung selama hampir 40 jam ini ditopang oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Virtual Reality (VR).
Dipimpin oleh Dr. Noor ul Owase Jeelani dari organisasi medis Gemini Untwined bersama Dr. Gabriel Mufarrej dari Instituto Estadual do Cérebro Paulo Niemeyer, pemisahan ini melibatkan hampir 100 tenaga medis. Sebelum pembedahan fisik dimulai, tim dokter menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berlatih di ruang simulasi digital menggunakan proyeksi 3D berbasis data MRI dan CT scan pasien.
Kedua balita dilaporkan dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif pascaoperasi. Keberhasilan ini dinilai sebagai milestone penting dalam pemanfaatan navigasi digital untuk kasus bedah saraf dengan tingkat kerumitan tertinggi.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.