JAKARTA, 10 Juli 2026 — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus memperkokoh posisinya dalam industri energi bersih melalui penguatan program transformasi digital terintegrasi berbasis kecerdasan operasional yang dinamakan G-BIONIC (Geothermal – Business Integration & Operational Intelligence). Inovasi teknologi tersebut terbukti andal dalam mendongkrak produktivitas serta efisiensi di seluruh wilayah kerja panas bumi nasional.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk membangun budaya kerja berbasis data (data-driven culture). Melalui G-BIONIC, PGE mengonsolidasikan sebanyak 52 inisiatif digital yang mencakup seluruh rantai operasi geotermal secara hulu ke hilir (end-to-end), mulai dari aspek bawah permukaan (subsurface), pengeboran (drilling), fasilitas permukaan (surface), hingga level korporasi (enterprise).
Indikator Kinerja dan Capaian Efisiensi Operasional
Penerapan teknologi mutakhir seperti machine learning dan digital twins di dalam ekosistem G-BIONIC telah memberikan dampak nyata dan terukur pada sejumlah pos krusial operasi hulu hingga hilir perusahaan:
Efisiensi Biaya Pengeboran (Drilling Cost): Integrasi pemantauan data secara real-time berhasil menekan biaya pengeboran hingga 6 persen melalui mitigasi risiko teknis bawah permukaan yang lebih presisi.
Optimalisasi Waktu Kerja: Sistem digital ini sukses mengamankan hingga 100.000 jam kerja produktif.
Peningkatan Output Produksi: Melalui optimasi sumur yang berbasis data analitik, kinerja produksi tercatat mengalami peningkatan hingga 6 persen.
Dekarbonisasi & Keandalan Grid: Inovasi ini mampu menekan potensi hilangnya peluang produksi (lost production opportunities) sekaligus memaksimalkan efisiensi pada pembangkit listrik.
Fondasi Menuju Target Kapasitas 3 Gigawatt
Keberhasilan performa operasional digital ini berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas pendanaan korporasi. PGE berhasil mengamankan dukungan pendanaan internasional hingga US$477,87 niat yang dialokasikan bagi tiga proyek panas bumi strategis, termasuk pengembangan di Lumut Balai dan Lahendong.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa integrasi menyeluruh dari ujung ke ujung melalui G-BIONIC menjadi salah satu kunci utama bagi perseroan untuk mewujudkan target kapasitas terpasang sebesar 1,8 Gigawatt (GW) pada tahun 2033, serta pengembangan potensi jangka panjang hingga 3 GW. Transformasi teknologi ini menegaskan kesiapan Indonesia untuk memimpin pemanfaatan energi geotermal global secara efisien dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.