Sabtu, 22 Agustus 2026 Indonesia

IIGCE 2026: Mendorong Akselerasi Panas Bumi sebagai Tulang Punggung Transisi Energi Nasional

J
Josua Sondakh
21 August 2026
44
IIGCE 2026: Mendorong Akselerasi Panas Bumi sebagai Tulang Punggung Transisi Energi Nasional

JAKARTA, 21 Agustus 2026 — Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA) resmi membuka perhelatan 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Mengusung tema "Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security", gelaran bertaraf internasional ini menjadi momentum krusial bagi percepatan investasi dan pengembangan energi hijau nasional.

Sebagaimana disiarkan oleh berbagai media nasional seperti Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan harian Bisnis Indonesia, IIGCE 2026 disorot sebagai ajang strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan global, pengembang swasta, BUMN, serta pemerintah guna mengurai hambatan regulasi dan meningkatkan keekonomian proyek geothermal.

Poin Kunci Transisi dan Ketahanan Energi

  • Keunggulan Baseload: Berbeda dari energi terbarukan variabel (seperti angin dan surya), panas bumi beroperasi secara stabil 24 jam penuh tanpa terpengaruh kondisi cuaca.

  • Potensi Cadangan Raksasa: Indonesia menguasai sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia dengan potensi mencapai 24 Gigawatt (GW).

  • Penyederhanaan Regulasi & Insentif: Mendorong skema pendanaan bersama (de-risking mechanism) pada tahap awal eksplorasi guna memangkas risiko pemboran (drilling risk).

  • Pemanfaatan Langsung (Direct Use): Pengembangan teknologi di luar kelistrikan, termasuk ekstraksi silika dan pemanfaatan fluida panas untuk mendukung sektor pertanian dan industri lokal.

Kepastian Investasi dan Komitmen Pemerintah

Ketua Umum API/INAGA, Julfi Hadi, menggarisbawahi pentingnya percepatan komersialisasi proyek dan penyelarasan tata ruang agar target menjadikan Indonesia sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia pada 2030 dapat tercapai.

Berdasarkan liputan Kompas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan kepastian hukum, penyempurnaan skema tarif listrik (tariff structure), serta kemudahan perizinan lingkungan demi menarik arus modal hijau global ke dalam negeri.

IIGCE 2026 diisi oleh pameran teknologi pemboran modern seluas lebih dari 2.300 m², Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) INAGA, serta sesi business matching yang dirancang untuk merumuskan kerja sama konkret investasi energi terbarukan.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!