Selasa, 20 Oktober 2026

PGE Catat Pendapatan US$235 Juta, Kapasitas Terpasang Ditargetkan 1,8 GW pada 2034

Foto: Dok. PLTP Lahendong
Foto: Dok. PLTP Lahendong

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, JAKARTA, 20 Oktober 2026 — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyatakan kinerja operasional yang solid turut menopang fundamental keuangan Perseroan pada semester I 2026. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba bersih, serta kondisi permodalan yang semakin sehat.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan Perseroan terus menjaga kinerja operasional sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan dengan biaya yang kompetitif untuk mendukung pengembangan bisnis panas bumi.

“Fundamental PGE tetap kuat. Produksi tumbuh di atas target, laba meningkat dua digit, dan neraca kami sehat. Ke depan, kami terus memperluas akses terhadap pembiayaan berbiaya kompetitif,” kata Fransetya dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Fransetya, sejumlah proyek strategis PGE telah masuk dalam Green Book Bappenas 2026. Hal tersebut membuka peluang untuk memperoleh pendanaan konsesional (concessional financing) dari lembaga pembiayaan internasional dengan biaya modal yang lebih rendah.

Pendanaan dengan biaya yang lebih kompetitif diharapkan dapat meningkatkan keekonomian proyek dan memperkuat daya saing investasi panas bumi. Selain memastikan ketersediaan pendanaan, PGE juga mengoptimalkan struktur permodalan dengan menjaga keseimbangan antara ekuitas dan utang serta mempertahankan profil kredit yang kuat.

“Dengan begitu, kami terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor,” ujarnya.

Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh

Hingga 30 Juni 2026, PGE membukukan pendapatan sebesar 235,027 juta dolar AS, meningkat 14,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 204,850 juta dolar AS.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih PGE mencapai 79,605 juta dolar AS hingga akhir Juni 2026, tumbuh 15,48 persen secara tahunan. Laba bersih tersebut meningkat dari 43,899 juta dolar AS pada kuartal I 2026 menjadi 79,605 juta dolar AS secara kumulatif pada semester I 2026.

Fransetya juga menyampaikan bahwa struktur permodalan Perseroan semakin sehat. Ekuitas PGE tercatat sebesar 2,006 miliar dolar AS, sedangkan liabilitas turun 2,80 persen dibandingkan posisi akhir 2025 menjadi 961,184 juta dolar AS.

Perluas Kapasitas dan Kembangkan Sumber Pendapatan

PGE melanjutkan strategi pertumbuhan melalui optimalisasi aset eksisting, ekspansi kapasitas pembangkit, serta pengembangan sumber pendapatan baru. Sejumlah proyek yang dikembangkan Perseroan meliputi Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.

Melalui pengembangan proyek tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Strategi ekspansi ini menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat pertumbuhan bisnis panas bumi. Pengelolaan aset, pengembangan kapasitas, dan akses terhadap pembiayaan kompetitif menjadi aspek yang terus diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan investasi.

PGE menegaskan bahwa penguatan fundamental keuangan berjalan beriringan dengan strategi pengembangan usaha. Dengan menjaga kinerja operasional, mengoptimalkan struktur permodalan, dan melanjutkan proyek strategis, Perseroan menargetkan pertumbuhan jangka panjang sekaligus peningkatan nilai bagi pemegang saham dan investor.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!