Rabu, 24 Juni 2026 Indonesia

HMM UNSRAT Sukses Gelar Workshop EPCC PLTS, Wujud Aksi Nyata Membangun SDM Energi Masa Depan

S
Sinergy News
24 June 2026
19
HMM UNSRAT Sukses Gelar Workshop EPCC PLTS, Wujud Aksi Nyata Membangun SDM Energi Masa Depan

Manado, 24/06/2026 – Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Sam Ratulangi (HMM UNSRAT) sukses menyelenggarakan Workshop Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi mahasiswa di bidang energi terbarukan.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tahapan perencanaan, pengadaan, konstruksi, hingga pengoperasian dan commissioning sistem PLTS. Workshop ini juga menjadi sarana bagi peserta untuk memahami tantangan dan peluang pengembangan energi surya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin UNSRAT, Zakharias O. F. Wotulo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen HMM UNSRAT dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan transisi energi.

“Transisi energi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kemampuan teknis yang mumpuni. Melalui Workshop EPCC PLTS ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga dapat berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan di masa depan.”

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir. Eng. Charles S.C. Punuhsingon, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., mengapresiasi inisiatif HMM UNSRAT dalam menghadirkan kegiatan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Pengembangan energi terbarukan memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Workshop EPCC PLTS ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang aplikatif dan sesuai dengan perkembangan industri energi saat ini.”
Image
Pelatihan PLTS

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara, Arya Magenda, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berlandaskan amanat konstitusi.

“ Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, pengembangan energi, termasuk energi terbarukan, harus diarahkan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses energi yang berkeadilan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk mengawal pemanfaatan sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kedaulatan energi nasional.”

Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi PLTS modern dari Irvan Raymon Rondonuwu, B.Eng yang juga sebagai Dosen Teknik Mesin Unsrat. Irvan menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena berada di wilayah tropis dengan tingkat intensitas penyinaran matahari yang tinggi sepanjang tahun.

Menurutnya, optimalisasi potensi tersebut perlu didukung oleh penerapan solusi modern berbasis integrasi otomatis atau smart system yang mampu meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem PLTS.

“Pengembangan PLTS di Indonesia harus didukung dengan penerapan teknologi cerdas yang mampu melakukan pemantauan, pengendalian, dan optimasi sistem secara otomatis. Berdasarkan data intensitas penyinaran matahari di Indonesia, penerapan solusi modern berbasis smart system sangat layak untuk diimplementasikan secara riil guna meningkatkan performa pembangkit serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” jelas Irvan.

Ia juga menambahkan bahwa integrasi teknologi seperti sistem monitoring digital, otomasi, dan pemanfaatan Internet of Things (IoT) akan menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem ketenagalistrikan masa depan yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Image
Pelatihan PLTS

Selain itu, pemateri kedua, Josua Sondakh, S.Kom., sebagai aktivis energi sulawesi utara memaparkan pentingnya percepatan transisi energi di tengah ancaman krisis iklim global. Dalam materinya, Josua menjelaskan bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia, ditandai dengan meningkatnya suhu global, perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, serta meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi.

Josua juga memaparkan Peta Jalan Transisi Energi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, di mana energi terbarukan, khususnya energi surya, akan memainkan peran strategis dalam mendukung dekarbonisasi sektor energi nasional.

“Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi saat ini. Oleh karena itu, transisi energi menjadi sebuah keniscayaan. Indonesia memiliki komitmen mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, sehingga dibutuhkan percepatan pengembangan energi terbarukan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung agenda tersebut,” ujar Josua.

Lebih lanjut, Josua memperkenalkan berbagai teknologi dan karakteristik PLTS, mulai dari sistem On-Grid, Off-Grid, hingga Hybrid, serta menjelaskan potensi energi surya yang dimiliki Sulawesi Utara dan kawasan regional Indonesia Timur. Menurutnya, besarnya potensi energi surya di wilayah tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan energi daerah.

Ia juga menyoroti bahwa transisi menuju ekonomi hijau akan membuka berbagai peluang lapangan kerja baru (green jobs) di masa depan, seperti tenaga ahli desain PLTS, teknisi instalasi, analis energi, auditor energi, hingga pengembang teknologi energi bersih.

“Transisi energi tidak hanya berbicara mengenai pengurangan emisi karbon, tetapi juga tentang penciptaan peluang ekonomi baru. Green jobs akan menjadi sektor pekerjaan yang sangat menjanjikan di masa depan, sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri energi bersih,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait desain sistem PLTS, analisis kebutuhan energi, pemilihan komponen, aspek keselamatan kerja, manajemen proyek EPCC, hingga proses pengujian dan commissioning PLTS. Selain sesi teori, peserta juga memperoleh pengalaman praktik langsung untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi teknologi tenaga surya.

Melalui kegiatan ini, HMM UNSRAT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas yang mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi nasional serta pembangunan berkelanjutan.


Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Sinergy News dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!