Kamis, 23 April 2026 Indonesia

Pertamina Percepat Pengembangan Biorefinery untuk Dukung Transisi Energi Nasional

J
Josua Sondakh
09 February 2026
101
Pertamina Percepat Pengembangan Biorefinery untuk Dukung Transisi Energi Nasional

Jakarta — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan biorefinery atau kilang hijau sebagai bagian dari strategi mendukung transisi energi dan pencapaian target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional.

Biorefinery merupakan proyek energi bersih Pertamina yang memanfaatkan bahan baku terbarukan (renewable feedstock) seperti refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), crude palm oil (CPO), serta used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah untuk menghasilkan bahan bakar rendah emisi. Inisiatif ini dinilai menjadi salah satu solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Program biorefinery PT KPI juga tercatat sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sejalan dengan regulasi pemerintah, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati. Saat ini, pengembangan biorefinery difokuskan di sejumlah unit kilang, antara lain Kilang Plaju dan Kilang Cilacap.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menilai kilang-kilang Pertamina memiliki peran penting dalam mendukung roadmap pengembangan bahan bakar nabati nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Menurutnya, produksi green fuels menjadi elemen kunci dalam upaya mencapai target 23 persen EBT dalam bauran energi nasional.

PT KPI Unit Cilacap, lanjut Dadan, telah mengembangkan dan memproduksi Bioavtur berbasis minyak kelapa sawit. Sementara itu, Kilang Plaju diproyeksikan mampu menghasilkan Bioavtur berbahan baku CPO dengan kapasitas hingga puluhan ribu barel per hari.

Sementara itu, Direktur Utama PT KPI, Djoko Priyono, menjelaskan bahwa pengembangan biorefinery merupakan salah satu dari lima inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, selain proyek pengembangan dan pembangunan kilang serta penguatan industri petrokimia.

Dalam implementasinya, PT KPI menerapkan tiga strategi utama, yakni pemanfaatan bahan baku terbarukan, uji coba dan inovasi produk biofuel, serta ekspansi kapasitas produksi. Berbagai uji coba telah dilakukan, termasuk produksi green diesel dan green avtur melalui teknologi co-processing yang mengombinasikan bahan bakar nabati dengan fosil.

Djoko menambahkan, pengembangan biorefinery di Cilacap dan Plaju juga dilakukan secara bertahap melalui peningkatan dan penyesuaian unit proses kilang. Langkah ini ditujukan untuk memperluas kapasitas produksi bahan bakar hijau sekaligus menekan emisi karbon.

Melalui inovasi tersebut, Pertamina telah menghasilkan beragam produk biofuel, seperti Green Gasoline, Green Diesel, dan Bioavtur, yang berkontribusi terhadap penurunan emisi serta mendukung sektor transportasi, termasuk aviasi nasional.

Pengembangan biorefinery ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus memperkuat posisi perusahaan menuju visi menjadi perusahaan pengolahan dan petrokimia kelas dunia.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!