Kamis, 23 April 2026 Indonesia

Danantara Indonesia Luncurkan Proyek Hilirisasi US$7 Miliar, Dorong Transformasi Industri dan Energi Nasional

J
Josua Sondakh
09 February 2026
77
Danantara Indonesia Luncurkan Proyek Hilirisasi US$7 Miliar, Dorong Transformasi Industri dan Energi Nasional

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) secara resmi meluncurkan enam proyek strategis hilirisasi sumber daya alam dengan nilai investasi mencapai US$7 miliar (sekitar Rp110 triliun). Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam rangka mewujudkan penguatan struktur industri domestik, peningkatan nilai tambah komoditas Indonesia, serta akselerasi transformasi downstream yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari 18 prioritas proyek hilirisasi nasional yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia sebagai instrumen investasi negara untuk memperkuat basis industri dan memperluas kapasitas produksi dalam negeri. Keseluruhan paket investasi itu ditargetkan mencapai total lebih dari Rp600 triliun pada tahap lanjutan di tahun 2026.

Dalam seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar secara serentak di 13 lokasi di seluruh Indonesia, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan bahwa proyek-proyek ini bukan sekadar investasi besar, tetapi juga sarana penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan membuka peluang kerja di berbagai sektor. “Proyek ini akan memberikan dampak ekonomi nyata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah tantangan global,” ungkap Rosan usai acara tersebut di Jakarta.

Salah satu proyek utama dalam paket investasi ini adalah pembangunan biorefinery hijau di Cilacap, Jawa Tengah, yang akan memproduksi bahan bakar aviasi ramah lingkungan (sustainable aviation fuel) dari bahan baku seperti minyak jelantah atau used cooking oil. Fasilitas ini saat ini mampu memproduksi sekitar 3.000 barel per hari dan direncanakan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 6.000 barel per hari, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung komitmen pengurangan emisi.

Selain proyek energi, paket downstream ini juga mencakup pembangunan pabrik bioethanol di Glenmore, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi sekitar 30.000 kiloliter per tahun, serta fasilitas smelter alumina dan aluminium di Kalimantan Barat yang ditargetkan menghasilkan lebih dari satu juta ton alumina per tahun, memperkuat hilirisasi sektor mineral yang memiliki potensi ekspor besar.

Proyek-proyek ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat transformasi sektor industri nasional, khususnya dalam menambah kedalaman nilai tambah komoditas, mengurangi ketergantungan pada bahan mentah impor, serta mengembangkan ekosistem industrinya secara menyeluruh di berbagai wilayah. Direktur Utama PTPN III menyatakan bahwa program ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan untuk ikut serta dalam rantai nilai industri hilir.

Dampak ekonomi dari investasi ini diperkirakan signifikan. Selain penciptaan tenaga kerja langsung dan tidak langsung, proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM lokal sebagai bagian dari rantai nilai hilirisasi, serta memperkuat daya saing produk industri Indonesia di pasar internasional.

Peluncuran enam proyek hilirisasi ini menjadi tonggak awal dari transformasi downstream Indonesia dan menunjukkan komitmen pemerintah melalui Danantara untuk mempercepat modernisasi sektor industri, membuka peluang investasi jangka panjang, serta memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!