Rabu, 14 Oktober 2026 Indonesia
TERKINI
Sustainability Sinergi anak bangsa untuk kedaulatan energi negeri • Energy PGE Laporkan Progres Pengeboran Lima Sumur Panas Bumi Sepanjang 2026 • Energy Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM di Bali, Akui Ada Kendala Distribusi • Energy Pertamina Tambah Armada BBM Menjadi 105 Unit, 92 SPBU di Bali Disiapkan Beroperasi 24 Jam • Energy DEN Sebut Kelangkaan BBM di Bali Dipicu Gangguan Distribusi dan Keterlambatan Kapal • Energy Dirjen EBTKE Terima Audiensi Bupati Kuningan Bersama DPRD dan Perwakilan Masyarakat Bahas Panas Bumi • Energy BP Batam Dampingi Dunia Usaha Usai Pemadaman Listrik Hampir 16 Jam • Lingkungan Hidup Kebakaran Gunung Soputan Capai 713 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman • Lingkungan Hidup Tiga Gunung di Sulawesi Utara Terbakar, Ratusan Hektare Lahan Terdampak • Lingkungan Hidup Karhutla di Gunung Klabat Meluas, 651 Hektare Lahan Hangus • Lingkungan Hidup Lebih dari 100 Hektare Kawasan Cagar Alam Gunung Lokon Terbakar •

Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM di Bali, Akui Ada Kendala Distribusi

Foto: Dok. ANTARA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang akibat kelangkaan BBM di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026)
Foto: Dok. ANTARA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang akibat kelangkaan BBM di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026)

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, DENPASAR – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Simon setelah menggelar rapat bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar, Selasa (13/10/2026). Ia mengakui kendala distribusi BBM telah mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” kata Simon.

Simon menjelaskan, salah satu penyebab gangguan pasokan adalah kendala teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat. Gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar yang semula direncanakan pukul 06.30 Wita pada Senin (12/10/2026) mundur hingga sekitar pukul 22.00 Wita.

Selain kendala teknis, Simon mengakui peningkatan konsumsi BBM bersubsidi di Bali turut memengaruhi ketersediaan pasokan di tingkat penyaluran. Perbedaan harga yang cukup jauh antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penggunaan Pertalite.

“Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi. Tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan,” ujar Simon.

Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa kendala teknis dan peningkatan konsumsi tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat Bali.

Pertamina Percepat Distribusi dan Operasional SPBU

Sebagai tindak lanjut, Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali menjalankan sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan pasokan.

Langkah tersebut meliputi peningkatan pengiriman menggunakan armada kapal yang tersedia, peninjauan langsung terhadap proses penyandaran kapal tanker, serta percepatan distribusi BBM dari depo menuju jaringan SPBU.

Pertamina juga memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU strategis menjadi 24 jam untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Layanan 24 jam telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung. Perluasan operasional ke Kabupaten Tabanan dan Gianyar direncanakan menyusul dalam satu hingga dua hari berikutnya.

Simon mengatakan langkah-langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat distribusi dan memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, seluruh SPBU telah diinstruksikan memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional 24 jam. Informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengetahui kondisi pelayanan sebelum mengisi BBM.

Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan

Simon menegaskan, upaya perbaikan distribusi dan pelayanan merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Ia juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik serta pesan Danantara kepada BUMN untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Gangguan pasokan BBM di Bali menjadi perhatian terhadap pentingnya keandalan distribusi energi, mulai dari kelancaran kedatangan kapal tanker hingga penyaluran dari depo ke SPBU. Pertamina kini berupaya memulihkan pelayanan agar antrean berkurang dan kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!