Jumat, 16 Oktober 2026 Indonesia
TERKINI
Sustainability Sinergi anak bangsa untuk kedaulatan energi negeri • Energy Pertamina Tambah Pasokan BBM di Sulawesi, Antrean Masih Terjadi di Sejumlah SPBU • Energy Stok Pertalite di Sulawesi Utara Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tak Panic Buying • Energy Pertamina Perkuat Distribusi Pertalite di Manado, 3.000 KL Masuk Lewat IT Bitung • Energy Antrean Pertalite di Manado, Pasokan 3.000 KL Tiba di IT Bitung • Energy Antrean Panjang BBM di Manado, Pertamina Siapkan Tambahan 5.000 KL Pertalite • Energy Pertamina IT Bitung Berdayakan Penyandang Disabilitas melalui PADU dan Kerajinan Limbah Kelapa • Energy LPG 3 Kg di Sulawesi Utara Aman, Pertamina Pantau 4.461 Pangkalan • Energy Pertamina Patra Niaga Akan Pasok 5 Juta Liter Pertalite ke IT Bitung untuk Perkuat Pasokan BBM di Sulut • Energy RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Dorong Pertamina Jadi BUK Migas • News Dana Karhutla Kalteng Rp107 Miliar Menguap? •

Pertamina IT Bitung Berdayakan Penyandang Disabilitas melalui PADU dan Kerajinan Limbah Kelapa

Foto: PPN IT Bitung - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung menjalankan program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan bernilai ekonomi.
Foto: PPN IT Bitung - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung menjalankan program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan bernilai ekonomi.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, BITUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU). Bersama kelompok binaan KALEB Community, program ini mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut, limbah kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai material sisa dimanfaatkan menjadi produk kreatif. Inisiatif ini juga menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi produktif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Trainers of Trainer (ToT) dan pelatihan pembuatan kerajinan berbahan limbah kelapa. Para tutor terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dari tenaga profesional agar memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mendampingi proses produksi anggota kelompok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli dan penyandang disabilitas fisik.

Dalam pelaksanaannya, pembagian peran mempertimbangkan keterampilan, minat, serta kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota. Teman tuli terlibat dalam pembuatan kerajinan bersama fasilitator, sementara anggota lainnya dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha sesuai kemampuan masing-masing.

Penyesuaian tempat kerja dan peralatan juga menjadi perhatian untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas selama kegiatan berlangsung.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa PADU diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan dan terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

“Pemberdayaan yang berkelanjutan perlu memberikan ruang bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran sesuai kemampuannya. Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi KALEB Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Lilik.

Mega Yanti Makaminang, Regenerasi Local Hero Program PADU Pertamina Patra Niaga IT Bitung, turut menjelaskan bahwa program ini membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengambil bagian dalam kegiatan usaha produktif.

Menurutnya, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar potensi anggota kelompok binaan dapat berkembang.

“Melalui PADU, kami ingin memastikan teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan memberi pengalaman baru bagi kelompok binaan, sekaligus membuka peluang agar hasil karya mereka semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi langkah menuju kemandirian usaha KALEB Community,” ujar Mega.

Manfaatkan 20 Kilogram Limbah Kelapa per Bulan

Salah satu potensi yang dikembangkan melalui program ini adalah pemanfaatan kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa sebagai bahan baku kerajinan. Material yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara tersebut diolah menjadi produk kreatif melalui keterampilan anggota KALEB Community.

Saat ini, kelompok binaan tersebut memanfaatkan sekitar 20 kilogram limbah kelapa setiap bulan, menyesuaikan permintaan produk. Jika dilakukan secara konsisten selama satu tahun, jumlah material yang dimanfaatkan diperkirakan mencapai 240 kilogram.

Pemanfaatan ini memberikan nilai tambah pada material sisa sekaligus memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan usaha masyarakat. Melalui pengolahan kembali menjadi produk kerajinan, limbah kelapa dapat dimanfaatkan lebih optimal dan membuka peluang pendapatan bagi kelompok binaan.

Jajaki Wisata Edukatif Inklusif

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung juga mendorong pengembangan KALEB Community agar memiliki peluang usaha dan jangkauan pemasaran yang lebih luas.

Salah satu gagasan yang tengah dijajaki adalah menjadikan KALEB Community sebagai destinasi wisata edukatif yang memperkenalkan kerajinan berbahan limbah kelapa sekaligus pengalaman berinteraksi secara inklusif dengan penyandang disabilitas.

Konsep tersebut direncanakan memadukan lokakarya pembuatan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat bersama teman tuli, serta pengalaman menikmati kopi dari Cue Cafe, salah satu unit usaha KALEB Community. Pengunjung juga diharapkan berpeluang membawa pulang produk kerajinan hasil karya anggota kelompok binaan.

Pengembangan konsep ini diharapkan dapat membuka pasar baru, memperluas jejaring usaha, dan menghadirkan pengalaman wisata yang menggabungkan kreativitas lokal, edukasi lingkungan, serta inklusivitas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan pemangku kepentingan lainnya.

Program PADU sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan; SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas produktif dan peluang usaha; SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan kesempatan ekonomi yang inklusif; SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penjajakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Melalui PADU, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan peningkatan kapasitas, pengembangan peluang ekonomi, dan pemanfaatan potensi lokal.

Pengembangan KALEB Community diharapkan dapat berlanjut dari kegiatan pelatihan menuju usaha yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan sosial serta ekonomi di Kota Bitung.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!