JAKARTA, SINERGYNEWS.ID – Tiga mobil konversi hidrogen dan satu bus hidrogen hybrid diesel menjalani uji jalan dari Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan, Jakarta, menuju Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (10/10/2026). Kegiatan dalam rangkaian Hydrogen Day 2026 ini menjadi upaya memperkenalkan teknologi hidrogen sebagai alternatif transportasi rendah emisi di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah menargetkan ketersediaan hidrogen hijau di pasar domestik hampir 200 ton per tahun pada 2026.
“Pada 2026 kami menargetkan ketersediaan hidrogen hijau di pasar domestik hampir 200 ton per tahun sebagai fondasi pembentukan pasar awal dan sinyal kepastian bagi pelaku usaha dan investor,” ujar Eniya.
Menurutnya, pengembangan kendaraan hidrogen harus didukung oleh ketersediaan bahan bakar, infrastruktur pengisian, dan permintaan pasar. Saat ini, Indonesia memiliki enam Hydrogen Refueling Station (HRS), termasuk HRS Senayan yang pembangunannya didukung PLN.
Dari sisi pasokan, PT PLN Indonesia Power mengoperasikan 12 unit Green Hydrogen Plant (GHP) yang tersebar di sejumlah pembangkit. Fasilitas tersebut dikembangkan untuk memperluas pemanfaatan hidrogen hijau, termasuk di sektor transportasi.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai pengembangan pasar hidrogen harus berjalan seimbang antara produksi, distribusi, dan permintaan.
“Dahulu kita mendorong percepatan kendaraan listrik, sekarang begitu pula untuk kendaraan berbasis hidrogen yang tentunya akan didukung oleh regulasi,” ujarnya.
Meski mulai diperkenalkan melalui uji jalan, kendaraan hidrogen masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari biaya produksi dan harga bahan bakar hingga keterbatasan stasiun pengisian serta efisiensi operasional.
Ketersediaan infrastruktur dan pasokan hidrogen menjadi faktor penting agar teknologi ini dapat digunakan secara lebih luas. Selain itu, biaya penggunaan dan kesiapan pasar juga akan memengaruhi pengembangan kendaraan hidrogen di Indonesia.
Hidrogen berpotensi melengkapi kendaraan listrik berbasis baterai dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi. Namun, pengembangannya memerlukan dukungan infrastruktur, rantai pasok, dan biaya yang kompetitif agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.