SINERGYNEWS.ID, MANADO – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menyesuaikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan stok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penyaluran BBM secara umum masih berlangsung kondusif. Namun, antrean kendaraan masih ditemukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada jam-jam tertentu, terutama untuk BBM bersubsidi.
"Secara umum kondisi penyaluran berlangsung kondusif, namun masih ada sebagian kecil SPBU di daerah antre pada waktu-waktu tertentu, terutama BBM subsidi," kata Lilik melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Rabu.
Menurut Lilik, pola distribusi terus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Pertamina juga berupaya menjaga stok dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran disebut telah kembali kondusif. Rata-rata distribusi harian sepanjang September tercatat sekitar 22,7 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal pada periode Januari hingga Mei 2026.
"Kami melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, maupun berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menertibkan pengecer," ujarnya.
Antrean Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah
Kondisi berbeda terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Kepadatan kendaraan masih ditemukan di sejumlah SPBU, terutama pada waktu sibuk penyaluran Biosolar.
Di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, saat ini hanya terdapat dua SPBU reguler. Untuk menjaga ketersediaan stok dan pemerataan distribusi, Pertamina meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.
Sementara itu, di Gorontalo, penambahan nozzle Pertalite dilakukan untuk membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU.
Di Kota Manado, Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan Agustus. Penambahan nozzle Biosolar juga dilakukan untuk memperlancar proses pengisian. Adapun penyaluran Pertalite di wilayah tersebut disebut masih dalam kondisi landai.
Lilik menjelaskan, Pertamina juga mengoptimalkan petugas marshal SPBU untuk membantu mengatur antrean, berkoordinasi dengan Depot Tolitoli guna memprioritaskan pengiriman ke Buol, serta memperketat penyaluran sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pengawasan mencakup kesesuaian kode batang atau QR Code dengan nomor polisi kendaraan untuk memastikan penyaluran BBM sesuai ketentuan.
Pasokan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Diperkuat
Sementara itu, antrean SPBU di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dilaporkan telah kembali normal.
Meski demikian, Pertamina tetap memperkuat pasokan di kedua wilayah tersebut. Penambahan suplai Pertalite mencapai 35 persen, sedangkan Biosolar ditambah sebesar 4,4 persen.
Pertamina juga memberlakukan pembatasan maksimal pengisian BBM harian yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan distribusi menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan dan mencegah penyaluran yang tidak sesuai peruntukan.
Di Kota Makassar, pengaturan di lapangan dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap pada 13–20 September 2026 serta pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.
Langkah penyesuaian distribusi, penambahan pasokan, dan pengaturan pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjaga kelancaran penyaluran BBM di berbagai wilayah Sulawesi.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.