SINERGYNEWS.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerjunkan tim untuk mendampingi pelaku usaha dan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan publik setelah pemadaman listrik melanda sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026). Gangguan pasokan listrik tersebut dilaporkan berlangsung hampir 16 jam.
Melalui Kedeputian Bidang Investasi yang dipimpin Fary Djemy Francis, BP Batam mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi pelaku usaha, menyampaikan perkembangan informasi, dan memastikan komunikasi serta pendampingan tetap berjalan selama proses pemulihan pasokan listrik.
BP Batam juga menyampaikan apresiasi kepada PT PLN Batam beserta petugas yang bekerja mempercepat pemulihan listrik.
Fary Djemy Francis mengatakan, penanganan gangguan infrastruktur tidak hanya membutuhkan solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan koordinasi antarpihak agar dunia usaha tidak menghadapi situasi tersebut tanpa pendampingan.
Respons BP Batam mendapat apresiasi dari sejumlah perwakilan dunia usaha. Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, mengapresiasi respons PLN Batam serta langkah BP Batam yang turun langsung mendengarkan persoalan pelaku usaha.
Apresiasi serupa disampaikan Ali Ulai, Ketua DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Kepulauan Riau, yang menilai kehadiran BP Batam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, penyedia infrastruktur, dan sektor industri.
Dalam kunjungan ke PT Philips Industries Batam, tim BP Batam juga bertemu dengan perwakilan manajemen perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan pelaku industri di tengah gangguan pasokan listrik.
Selain pendampingan langsung, BP Batam melalui Direktorat Lalu Lintas Barang membuka layanan helpdesk daring bagi pelaku usaha yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan teknis terkait perizinan.
Peristiwa pemadaman ini kembali menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur listrik bagi keberlangsungan kegiatan industri dan pelayanan publik di Batam. Bagi kawasan yang menjadi salah satu pusat kegiatan investasi dan manufaktur, gangguan listrik berkepanjangan berpotensi menghambat operasional usaha.
Karena itu, pemulihan pasokan listrik perlu diikuti penguatan keandalan sistem dan koordinasi antarpemangku kepentingan agar dampak gangguan terhadap masyarakat serta dunia usaha dapat diminimalkan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.