SINERGYNEWS.ID, MANADO, 16/10/2026 — Regional Director ID Next Leader Sulawesi Utara, Erwin Damanik, mengecam praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM Subsidi) eceran dengan harga tinggi yang memanfaatkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Manado. Ia mengapresiasi langkah Pertamina, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Polda Sulawesi Utara dalam memperkuat pasokan, meningkatkan distribusi, serta menjaga stabilitas dan ketertiban di lapangan.
Erwin menilai, kesulitan masyarakat mendapatkan BBM tidak boleh dimanfaatkan sebagai oknum eceran nakal kesempatan untuk meraup keuntungan secara tidak wajar. Penanganan kondisi ini membutuhkan koordinasi lintas sektor, distribusi yang efektif, serta pengawasan yang konsisten untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Erwin mengapresiasi keterbukaan informasi dari pertamina terkait kapal pengangkut pertama telah membongkar 3.000 kiloliter (KL) Pertalite pada 13 Oktober 2026. Selanjutnya, kapal tanker Maritim Khatulistiwa membawa tambahan 5.000 KL atau 5 juta liter Pertalite. Distribusi harian BBM ke SPBU juga ditingkatkan sebesar 30 persen di atas kebutuhan normal, disertai pengerahan sembilan armada mobil tangki bantuan dari Gorontalo untuk memperkuat pasokan di Sulawesi Utara ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengerahan tim SPBU dan anggota polri untuk mengatur antrean kendaraan di SPBU serta peningkatan pengawasan oleh pemerintah daerah dan Polda Sulut guna mengantisipasi dugaan penimbunan dan praktik spekulasi BBM Bersubsidi.
Meski demikian, Erwin menegaskan bahwa pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menelusuri asal pasokan BBM yang dijual kembali dengan harga tinggi. Setiap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi atau pelanggaran distribusi harus diperiksa berdasarkan bukti dan ditindak sesuai ketentuan hukum.
“Jangan sampai antrean panjang menjadi peluang bagi pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dengan merugikan masyarakat. Kami mendorong Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum terus memperkuat koordinasi, memastikan distribusi tepat sasaran, dan menindak setiap pelanggaran yang terbukti,” ujarnya.
Menurut Erwin, stabilitas energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga oleh kelancaran distribusi, dan kepastian stok kepada masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan harus terus dijaga hingga distribusi BBM di Manado kembali normal.
ID Next Leader Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk mendorong kepemimpinan muda yang kritis, solutif, dan kolaboratif dalam mengawal persoalan strategis daerah, termasuk ketahanan energi dan perlindungan kepentingan masyarakat.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.