JAKARTA, 21 Agustus 2026 — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) atau Indonesian Geothermal Association (INAGA) periode 2026–2029.
Ahmad Yani terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Kepercayaan tersebut menjadi momentum baru bagi API/INAGA dalam memperkuat peran organisasi dalam mendorong pengembangan industri panas bumi nasional. Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai upaya yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat kontribusi asosiasi terhadap pengembangan panas bumi Indonesia.
Menurut Ahmad Yani, pengembangan panas bumi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem industri panas bumi yang semakin kuat dan kompetitif.
Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW). Namun, pemanfaatannya masih belum optimal. Dalam kepemimpinan barunya, API/INAGA akan mendorong berbagai langkah untuk mempercepat pengembangan potensi tersebut, termasuk melalui penguatan keekonomian proyek, perbaikan skema tarif, usulan insentif, serta peningkatan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan aspek sosial dalam pengembangan proyek panas bumi.
Pengembangan panas bumi juga mendapat ruang dalam arah perencanaan ketenagalistrikan nasional. RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 5,2 GW dalam periode tersebut. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri untuk meningkatkan kapasitas pengembangan panas bumi secara berkelanjutan.
Ahmad Yani sendiri memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri panas bumi. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PGE pada Januari 2026, ia merupakan Direktur Operasi PGE sejak 2023 dan sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk General Manager Area Lahendong serta berbagai posisi di bidang reservoir engineering, operasi produksi, dan pengeboran panas bumi.
Dengan pengalaman tersebut, kepemimpinan Ahmad Yani di API/INAGA diharapkan dapat memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dan mendorong percepatan pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis Indonesia.
Terpilihnya Ahmad Yani juga menjadi bagian dari momentum penting perjalanan panas bumi Indonesia yang telah memasuki satu abad sejak pengeboran sumur panas bumi pertama di Kamojang, Jawa Barat. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan panas bumi membutuhkan keberlanjutan inovasi, investasi, kolaborasi, dan dukungan berbagai pihak untuk menjadikan potensinya sebagai kekuatan energi nasional.
Segenap Keluarga Besar Sinergynews.id menyampaikan selamat dan sukses kepada Ahmad Yani atas terpilihnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia periode 2026–2029. Semoga amanah dalam menjalankan tanggung jawab serta mampu membawa kemajuan bagi pengembangan industri panas bumi Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.