Standar Operasional Prosedur — Revisi Artikel
Panduan ini mengatur proses revisi artikel antara Writer dan Reviewer (Leader Writer / Editor).
1. Kapan Revisi Diperlukan?
- Judul perlu diperbaiki agar lebih informatif dan tidak sensasional.
- Konten memerlukan penambahan sumber atau klarifikasi data.
- Tata bahasa, ejaan, atau struktur perlu diperbaiki.
- Gambar utama perlu diganti karena kualitas atau relevansi.
- Ringkasan (lead) belum mencerminkan isi artikel.
2. Proses Revisi
- Reviewer mengirim permintaan revisi dengan catatan spesifik → Status: Revisi
- Writer menerima notifikasi dan melihat catatan revisi di halaman edit artikel.
- Writer melakukan perbaikan sesuai catatan.
- Writer mengirim ulang artikel → Status kembali ke Review
- Reviewer memeriksa kembali — Setujui / Minta Revisi ulang.
3. Batas Waktu Revisi
- Writer memiliki 72 jam (3 hari) untuk menyelesaikan revisi.
- Jika tidak direvisi dalam batas waktu, artikel akan otomatis dikembalikan ke status Draft.
4. Batasan Revisi
- Maksimal 3 kali revisi per artikel.
- Jika setelah 3 kali revisi artikel masih tidak memenuhi standar, artikel akan ditolak secara permanen dan tidak dapat dikirim ulang.
5. Tips Revisi yang Efektif
- Baca catatan reviewer dengan seksama sebelum melakukan perbaikan.
- Jangan hanya memperbaiki bagian yang disebutkan — review keseluruhan artikel.
- Jika tidak yakin dengan catatan reviewer, tanyakan melalui catatan di form revisi.