Pasokan BBM dan LPG Dijaga, Pertamina Percepat Pemulihan Energi di Sumatra
JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap terjaga di wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir 2025. Di tengah tantangan kerusakan infrastruktur dan akses logistik, perusahaan mempercepat langkah pemulihan sistem distribusi energi agar kebutuhan masyarakat dan layanan publik tetap terpenuhi.
Sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mengalami gangguan distribusi akibat terputusnya jalur transportasi darat serta kondisi cuaca ekstrem. Menyikapi hal tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian pola distribusi dengan mengerahkan armada mobil tangki tambahan, membuka jalur alternatif, serta memperkuat stok di terminal BBM dan LPG terdekat.
Pertamina juga berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta aparat keamanan untuk memastikan penyaluran energi dapat dilakukan secara aman dan tepat sasaran. Langkah ini menjadi krusial, terutama untuk mendukung operasional rumah sakit, layanan darurat, serta distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Dalam masa tanggap darurat, sebagian SPBU di daerah terdampak bencana dioperasikan dengan jam layanan yang diperpanjang, bahkan hingga 24 jam, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM masyarakat dan kendaraan logistik. Selain itu, distribusi LPG juga diprioritaskan untuk memastikan kebutuhan rumah tangga, dapur umum, dan fasilitas pengungsian tetap terpenuhi.
Untuk wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor, Pertamina melakukan pengiriman BBM dan LPG melalui jalur darat dengan pengawalan, serta memanfaatkan skema distribusi khusus hingga akses utama kembali pulih. Upaya ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel dan keamanan distribusi.
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina turut mendukung proses pemulihan pascabencana melalui penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk penyediaan genset, logistik dasar, dan dukungan operasional di lapangan. Sinergi antara distribusi energi dan bantuan sosial dinilai penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Pemerintah mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan BBM dan LPG di tengah kondisi darurat. Keandalan distribusi energi dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta efektivitas penanganan bencana.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan energi nasional, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat menghadapi situasi krisis dan bencana alam. Perusahaan memastikan upaya pemulihan distribusi energi di Sumatra akan terus dilakukan hingga kondisi infrastruktur dan layanan publik kembali sepenuhnya normal.
josua sondakh
Super AdminPlease Login to comment in the post!
you may also like
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Kinerja Distribusi Gas Bumi Dinilai Positif, Pertagas Raih Penghargaan BPH Migas
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Distribusi Energi Tetap Berjalan, Pertamina Kerahkan Armada di Wilayah Terdampak Bencana
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Pertamina Siagakan Distribusi Energi Nasional di Wilayah Bencana Sumatra
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026