<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Sinergy News</title>
        <link>https://sinergynews.id</link>
        <description>Portal Berita Terpercaya</description>
        <language>id</language>
        <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 15:59:32 +0000</pubDate>
        <atom:link href="https://sinergynews.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        
                <item>
            <title><![CDATA[Cetak Legislator Berstandar Emas, DPM Poltekkes Kemenkes Semarang Gelar Legislative Training 2026]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/cetak-legislator-berstandar-emas-dpm-poltekkes-kemenkes-semarang-gelar-legislative-training-2026-69db59cbd7b2f</link>
            <guid isPermaLink="false">100</guid>
            <description><![CDATA[DPM Poltekkes Kemenkes Semarang sukses gelar Legislative Training 2026 diikuti 300+ peserta se-Indonesia. Menghadirkan ahli seperti Dede Indraswara (Lex Nova), acara ini fokus memperkuat kapasitas Legal Drafting dan integritas legislator mahasiswa dalam mengelola regulasi serta anggaran kampus.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="6"><b data-path-to-node="6" data-index-in-node="6">SEMARANG</b> – Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) Poltekkes Kemenkes Semarang sukses menyelenggarakan <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="107">Legislative Training</i> 2026 pada Sabtu (11/04/2026). Mengusung tema <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="173">"Cultivating the Gold Standard of Legislators with Courageous Leadership"</i>, agenda yang berlangsung secara <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="279">hybrid</i> di Auditorium Kampus 1 ini dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia.</p><p data-path-to-node="7">Kegiatan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para legislator muda untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di lingkungan kampus. Ketua DPM Poltekkes Semarang, <b data-path-to-node="7" data-index-in-node="204">Khabisma Nazalul Haq</b>, menekankan bahwa legislator mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah lembaga melalui sistem aturan yang adil dan demokratis.</p><p data-path-to-node="8">Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="54">Sintya Fitri Pramita</b>, menjelaskan bahwa urgensi acara ini terletak pada posisi strategis DPM sebagai jembatan antara aturan main organisasi dan pengelolaan anggaran. "Kami ingin membentuk karakter legislator yang tidak hanya memahami birokrasi, tetapi juga memiliki keberanian dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara profesional," ungkap Sintya.</p><p data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">Sinergi Materi: Dari Regulasi hingga Legal Drafting</b>
<br>Pelatihan ini menghadirkan tiga pakar di bidangnya. Wakil Direktur III Poltekkes Semarang, <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="143">Esti Handayani, M. Mid</b>, membuka sesi dengan memaparkan mekanisme pembuatan regulasi internal kampus.&nbsp;</p><p data-path-to-node="10">Pada sesi teknis, <b data-path-to-node="10" data-index-in-node="18">Dede Indraswara, SH., MH.</b>, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DEM Indonesia sekaligus Founder Lex Nova, membedah secara mendalam mengenai <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="153">Legal Drafting</i> dan Pengelolaan Anggaran. Kehadiran pakar dari Lex Nova ini menjadi sangat krusial mengingat seringnya terjadi tumpang tindih regulasi di tingkat organisasi mahasiswa yang menghambat efektivitas kerja.</p><p data-path-to-node="11">Dalam pemaparannya, Dede memberikan pesan kuat mengenai keseimbangan antara intelektualitas dan nyali seorang legislator.</p><blockquote data-path-to-node="12"><p data-path-to-node="12,0">"Regulasi kampus adalah benteng terakhir keadilan bagi mahasiswa. Namun perlu diingat, keberanian tanpa pengetahuan adalah kecerobohan, dan pengetahuan tanpa keberanian adalah kesia-siaan," tegas Dede di hadapan ratusan peserta.</p></blockquote><p data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Dampak dan Signifikansi</b>
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran delegasi dari berbagai daerah, termasuk Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Yogyakarta. Dengan jumlah peserta yang melampaui angka 300, kegiatan ini membuktikan tingginya kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi hukum dan tata kelola organisasi yang transparan.</p><p data-path-to-node="14">Melalui <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="8">Legislative Training</i> ini, DPM Poltekkes Kemenkes Semarang berharap dapat melahirkan penggerak perubahan yang mampu menjalankan fungsi pembatas kekuasaan secara sehat dan bertanggung jawab, demi kemajuan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Poltekkes di seluruh penjuru negeri.</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Kayla Achri</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Sun, 12 Apr 2026 08:57:22 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/04/whatsapp-image-2026-04-12-at-150213-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Komposisi Profesional Perkuat DPC Gekrafs Kota Semarang 2026-2029, Siap Akselerasi 30.000 UMKM]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/komposisi-profesional-perkuat-dpc-gekrafs-kota-semarang-2026-2029-siap-akselerasi-30000-umkm-69db5e68d3547</link>
            <guid isPermaLink="false">101</guid>
            <description><![CDATA[DPC Gekrafs Kota Semarang periode 2026–2029 resmi dilantik di bawah kepemimpinan Abraham Jordy Winarto. Fokus utama kepengurusan ini adalah mengakselerasi 30.000 UMKM Semarang melalui transformasi digital dan sinergi program &quot;Waras Ekonomi&quot; bersama Pemerintah Kota Semarang.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="0"></p><h1 data-path-to-node="2"><br></h1><p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">SEMARANG</b> – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Semarang resmi memulai masa bakti baru dengan dilantiknya jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026–2029 di Balaikota Semarang, Jumat (10/04/2026). Pelantikan ini menandai langkah strategis untuk mengonsolidasikan lebih dari 30.000 pelaku UMKM di Ibu Kota Jawa Tengah ke dalam ekosistem ekonomi kreatif yang lebih modern dan terintegrasi.</p><p data-path-to-node="4"><b data-path-to-node="4" data-index-in-node="0">Dukungan Pemerintah dan Program "Waras Ekonomi"<br></b>Wali Kota Semarang, <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="68">Dr. Agustina Wilujeng P, S.S., M.M.</b>, menegaskan bahwa Gekrafs merupakan mitra krusial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menjalankan skema "Waras Ekonomi". Program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menciptakan iklim UMKM yang sehat, kompetitif, dan memiliki orientasi pasar global.</p><p data-path-to-node="5">"Kita membutuhkan wadah yang mampu menaungi puluhan ribu UMKM di Semarang. Kehadiran Gekrafs diharapkan menjadi pintu kemajuan ekonomi kreatif daerah, di mana UMKM tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga naik kelas menjadi industri besar," ujar Wali Kota Agustina.</p><p data-path-to-node="6"><b data-path-to-node="6" data-index-in-node="0">Visi Transformasi Digital dan Kolaborasi</b>
<br>Ketua Umum DPC Gekrafs Kota Semarang, <b data-path-to-node="6" data-index-in-node="79">Abraham Jordy Winarto, S.Ak., M.M.</b>, menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan program strategis yang berfokus pada hasil nyata (<i data-path-to-node="6" data-index-in-node="213">outcome</i>). Program tersebut meliputi inkubasi bisnis, pelatihan intensif, hingga transformasi digital secara masif bagi para anggota.</p><blockquote>"Kami hadir sebagai wadah kolaboratif yang mengintegrasikan pelaku usaha dengan pasar melalui sistem yang mumpuni. Fokus kami adalah menghadirkan pembinaan yang berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas dan daya saing pelaku ekonomi kreatif di Semarang," tegas Abraham Jordy.</blockquote><p data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Struktur Pengurus DPC Gekrafs Kota Semarang 2026–2029</b>
<br>Kepengurusan periode ini diisi oleh deretan profesional dan akademisi lintas disiplin yang terbagi ke dalam struktur pimpinan inti, bidang strategis, dan badan semi otonom:</p><h3 data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">I. Pimpinan Inti</b></h3><ul data-path-to-node="10"><li><p data-path-to-node="10,0,0"><b data-path-to-node="10,0,0" data-index-in-node="0">Ketua Umum:</b> Abraham Jordy Winarto, S.Ak., M.M.</p></li><li><p data-path-to-node="10,1,0"><b data-path-to-node="10,1,0" data-index-in-node="0">Wakil Ketua I:</b> M Arung Palaga, S.I.P.</p></li><li><p data-path-to-node="10,2,0"><b data-path-to-node="10,2,0" data-index-in-node="0">Wakil Ketua II:</b> Jessica Krisninda, S.S.</p></li><li><p data-path-to-node="10,3,0"><b data-path-to-node="10,3,0" data-index-in-node="0">Wakil Ketua III:</b> Albert Dwi Jaya, B.Eng., M.Comm.</p></li><li><p data-path-to-node="10,4,0"><b data-path-to-node="10,4,0" data-index-in-node="0">Wakil Ketua IV:</b> Rayhan Dhany Rahardian</p></li><li><p data-path-to-node="10,5,0"><b data-path-to-node="10,5,0" data-index-in-node="0">Sekretaris Umum:</b> Michael, S.Kom.</p></li><li><p data-path-to-node="10,6,0"><b data-path-to-node="10,6,0" data-index-in-node="0">Wakil Sekretaris:</b> Prasasti Nugrahaning Gusti, S.H.</p></li><li><p data-path-to-node="10,7,0"><b data-path-to-node="10,7,0" data-index-in-node="0">Bendahara Umum:</b> Abelando Byakto Putro, S.M.</p></li><li><p data-path-to-node="10,8,0"><b data-path-to-node="10,8,0" data-index-in-node="0">Wakil Bendahara:</b> Zhahira Adriyani, S.Ak.</p></li></ul><h3 data-path-to-node="11"><b data-path-to-node="11" data-index-in-node="0">II. Ketua Bidang dan Badan Semi Otonom (BSO)</b></h3><ul data-path-to-node="12"><li><p data-path-to-node="12,0,0"><b data-path-to-node="12,0,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Kelembagaan:</b> Andri Harispane</p></li><li><p data-path-to-node="12,1,0"><b data-path-to-node="12,1,0" data-index-in-node="0">Ketua BSO Kepedulian Sosial:</b> Kevin Sinudarsono, S.H., M.M.</p></li><li><p data-path-to-node="12,2,0"><b data-path-to-node="12,2,0" data-index-in-node="0">Ketua BSO Komunikasi dan Informasi:</b> Widyasari Arum Ramadhanti, S.Ars</p></li><li><p data-path-to-node="12,3,0"><b data-path-to-node="12,3,0" data-index-in-node="0">Ketua BSO Gastronomi Nusantara:</b> Pratama Ilham Sugito, S.E.</p></li><li><p data-path-to-node="12,4,0"><b data-path-to-node="12,4,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Riset dan Pelestarian Budaya Tradisi Nusantara:</b> Liona</p></li><li><p data-path-to-node="12,5,0"><b data-path-to-node="12,5,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Event, Sosialisasi Program, dan Pembinaan Komunitas:</b> Teo Ruddy</p></li><li><p data-path-to-node="12,6,0"><b data-path-to-node="12,6,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Kepedulian Sosial, Pembiayaan Inovatif, dan Kemudahan Bisnis Ekraf:</b> Arjun Frastiyono, A.Md., A.B.</p></li><li><p data-path-to-node="12,7,0"><b data-path-to-node="12,7,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Kerjasama Media dan Pemasaran:</b> Timotius Kevin Prasetyo, S.M.</p></li><li><p data-path-to-node="12,8,0"><b data-path-to-node="12,8,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Pengembangan Teknologi dan Transformasi Digital:</b> Aditya Herdiansyah Putra, S.Kom.</p></li><li><p data-path-to-node="12,9,0"><b data-path-to-node="12,9,0" data-index-in-node="0">Ketua Bidang Haki, Hukum, dan Advokasi:</b> Yudha Pratama Perkasa Sitorus, S.H.</p></li></ul><p data-path-to-node="14">Barisan kepengurusan juga diperkuat oleh wakil ketua bidang yang memiliki spesialisasi di berbagai sektor kreatif:</p><ul data-path-to-node="15"><li><p data-path-to-node="15,0,0">Dinda Ari Ayu Isnani, ST</p></li><li><p data-path-to-node="15,1,0">Muhammad Galih Abiyurohman</p></li><li><p data-path-to-node="15,2,0">Imam Bayu Aji, S.H.</p></li><li><p data-path-to-node="15,3,0">Yehezkiel Putra Anugerah</p></li><li><p data-path-to-node="15,4,0">Dede Indraswara</p></li><li><p data-path-to-node="15,5,0">Hermawan Sulistyo</p></li><li><p data-path-to-node="15,6,0">Bastian Jopi Rian Mandagi</p></li><li><p data-path-to-node="15,7,0">Safira Janice Prasetyo, S.M.</p></li><li><p data-path-to-node="15,8,0">Diaz Andhika Kusumo Waluyo, S.Kom</p></li><li><p data-path-to-node="15,9,0">Dedet Sri Hambal, S.H.</p></li></ul><p data-path-to-node="16"><b data-path-to-node="16" data-index-in-node="0">Komitmen Melalui Sumpah Gekrafs</b>
<br>Acara ditutup dengan pembacaan Sumpah Gekrafs oleh seluruh pengurus yang baru dilantik. Sumpah tersebut menekankan kesetiaan kepada NKRI dan Pancasila, kepatuhan terhadap regulasi organisasi, serta kesiapan untuk bersinergi dengan berbagai pihak guna memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ekonomi kreatif di tanah air.</p><p data-path-to-node="17">DPC Gekrafs Kota Semarang juga menegaskan komitmennya untuk tetap inklusif dengan membuka ruang bagi talenta kreatif baru melalui proses rekrutmen terbuka guna memperluas jangkauan gerakan ekonomi kreatif di Kota Semarang.</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Sun, 12 Apr 2026 08:57:12 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/04/whatsapp-image-2026-04-10-at-164211-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Dari Potensi hingga Tantangan: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Energi Indonesia]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/akselerasi-transisi-energi-nasional-berbasis-potensi-daerah-menuju-kedaulatan-energi-indonesia-69cd7c3aa8761</link>
            <guid isPermaLink="false">98</guid>
            <description><![CDATA[Simposium Nasional Kedaulatan Energi 2026 di Sulawesi Utara menegaskan urgensi akselerasi transisi energi berbasis potensi daerah. Forum ini menyoroti peran strategis generasi muda, pengembangan geothermal, serta tantangan infrastruktur dan kebijakan energi nasional.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Manado, 31 Maret 2026 – Simposium Nasional
Kedaulatan Energi (SINERGI) 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Energi
Mahasiswa Sulawesi Utara (DEM Sulut) menegaskan urgensi transformasi sistem
energi Indonesia dari sekadar ketahanan menuju kedaulatan energi yang
berkelanjutan, inklusif, dan berbasis potensi lokal.</p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Bertempat di Aula Mapalus, Kantor Gubernur
Sulawesi Utara, kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, industri,
akademisi, dan generasi muda dalam satu forum strategis guna membahas tantangan
struktural serta peluang transisi energi nasional, dengan fokus pada
pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi (geothermal).</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Kearifan Lokal sebagai Fondasi Transisi Energi</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Simposium dibuka dengan prosesi penyematan
kain Tenun Kawanua kepada tamu kehormatan serta pertunjukan seni budaya
Minahasa. Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi
merepresentasikan integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan energi
berkelanjutan di daerah.</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Geothermal: Potensi Besar, Tantangan Nyata</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Diskusi menyoroti bahwa Indonesia saat ini
memiliki kapasitas terpasang panas bumi sekitar 2,7 GW, menjadikannya sebagai
salah satu produsen terbesar di dunia. Sulawesi Utara sendiri diposisikan
sebagai kawasan strategis dengan potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan
energi panas bumi di Indonesia Timur.</span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Namun demikian, forum ini secara kritis
mengungkap sejumlah persoalan mendasar:</span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Ketimpangan infrastruktur energi, terutama
keterbatasan integrasi jaringan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Inefisiensi sistem distribusi energi, yang
menyebabkan sekitar 20 MW energi tidak terserap, dengan estimasi kerugian
mencapai ± Rp8 miliar per tahun</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Penurunan bauran energi terbarukan di tingkat
daerah, yang justru berbanding terbalik dengan peningkatan kapasitas produksi
energi bersih</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Tingginya risiko eksplorasi geothermal, baik
dari sisi biaya, ketidakpastian geologi, maupun kesiapan infrastruktur
pendukung</span></li><li style="text-align: justify;">Temuan ini menegaskan bahwa tantangan utama
dalam transisi energi tidak lagi terletak pada ketersediaan sumber daya,
melainkan pada kesiapan sistem, kebijakan, dan tata kelola energi secara
menyeluruh.</li></ul><p></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Energi sebagai Penggerak Ekonomi Daerah</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Simposium ini juga menyoroti bahwa pemanfaatan
energi panas bumi tidak terbatas pada pembangkitan listrik, tetapi memiliki
potensi hilirisasi yang luas, antara lain:</span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Produksi pupuk berbasis silika untuk sektor
pertanian</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Teknologi pengeringan hasil pertanian yang
lebih efisien</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Pengembangan ekowisata berbasis sumber air
panas</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Pemanfaatan langsung untuk kebutuhan industri
lokal</span></li></ul><p></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Dengan pendekatan ini, energi diposisikan
sebagai penggerak ekosistem ekonomi daerah, bukan sekadar komoditas penyedia
listrik.</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Transformasi Industri dan Tantangan
Kepercayaan Publik</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Dalam konteks industri, khususnya peran
Pertamina, disampaikan bahwa transformasi menuju energi berkelanjutan sedang
berlangsung melalui strategi ganda yang mencakup pengembangan energi fosil dan
energi baru terbarukan.</span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Langkah konkret yang telah dilakukan meliputi:</span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Pengembangan biofuel, termasuk uji coba bahan
bakar berbasis minyak jelantah</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Proyek Carbon Capture, Utilization, and
Storage (CCUS)</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Inisiatif pengembangan green hydrogen</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Penerapan prinsip Environmental, Social, and
Governance (ESG)</span></li></ul><p></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi
industri adalah membangun kepercayaan publik, menjaga konsistensi arah transisi
energi, serta menghadapi dinamika geopolitik global yang berdampak langsung
pada stabilitas energi nasional.</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Dimensi Sosial dan Risiko Transisi Energi</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Simposium ini juga mengangkat isu kritis yang
sering terabaikan dalam diskursus energi, yaitu potensi konflik sosial akibat
transisi energi, termasuk:</span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Risiko perampasan ruang hidup masyarakat</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Ketegangan antara kepentingan energi dan
ketahanan pangan</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Dampak lingkungan dari eksploitasi sumber daya</span></li></ul><p></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Hal ini menegaskan bahwa transisi energi harus
dilakukan secara adil (just transition) dengan memastikan perlindungan terhadap
masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan.</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Peran Strategis Generasi Muda: Dari Diskursus
ke Aksi</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Salah satu kesimpulan utama forum adalah bahwa
generasi muda, khususnya mahasiswa, harus bertransformasi dari sekadar
partisipan diskusi menjadi aktor utama dalam ekosistem energi nasional.</span></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Peran yang diharapkan meliputi:</span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Inovator dalam pengembangan teknologi energi
terbarukan</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Edukator dalam meningkatkan literasi energi di
masyarakat</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Advokator dalam mendorong kebijakan energi
yang berkelanjutan</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Kolaborator lintas sektor dalam model
penta-helix</span></li></ul><p></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Keterlibatan aktif generasi muda menjadi kunci
dalam mempercepat transformasi menuju kemandirian energi yang berdaulat dan
berkelanjutan.</span></p><h3 style="text-align: justify;"><span lang="id">Arah Kebijakan: Dari Ketahanan Menuju
Kedaulatan Energi</span></h3><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Simposium ini menegaskan bahwa Indonesia perlu
segera melakukan pergeseran paradigma dari ketahanan energi menuju kedaulatan
energi, yang ditandai dengan:</span></p><p class="MsoNormal"></p><ul><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Optimalisasi potensi energi lokal</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Penguatan infrastruktur dan integrasi sistem
energi</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi
energi</span></li><li style="text-align: justify;"><span lang="id">Kolaborasi strategis antara pemerintah,
industri, akademisi, masyarakat, dan media&nbsp;</span></li></ul><h3 style="text-align: justify;">Penutup</h3><p></p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Simposium Nasional Kedaulatan Energi 2026
menjadi forum strategis yang tidak hanya menghasilkan diskursus, tetapi juga
menegaskan urgensi aksi nyata dalam menghadapi tantangan energi masa depan.</span></p><p data-pm-slice="0 0 []">





































































































































































</p><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="id">Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara
menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peran aktif generasi muda dalam
memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat pengembangan energi
terbarukan di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target Net
Zero Emission nasional.<o:p></o:p></span></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Wed, 01 Apr 2026 20:12:42 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/04/cua07699-1-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Boleh Gak Sih Nulis Nama Orang Tua atau Orang Terdekat di Kata Persembahan Skripsi?]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/boleh-gak-sih-nulis-nama-orang-tua-atau-orang-terdekat-di-kata-persembahan-skripsi-69c9e4cf54c86</link>
            <guid isPermaLink="false">97</guid>
            <description><![CDATA[Menulis nama orang tua adalah wujud hak moral pencipta dalam UU Hak Cipta. Namun di era digital, skripsi biasanya diunggah ke repositary dan dapat diakses oleh publik yang berisiko disalahgunakan penyalahgunaan data pribadi.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="5">Bayangkan kita sudah menghabiskan waktu puluhan jam di depan layar, merevisi draf yang tak kunjung disetujui dosen pembimbing. Sampai di satu titik akhir, pandangan kita tertuju pada satu halaman emosional: <i data-path-to-node="5" data-index-in-node="220">Halaman Persembahan</i>. Kita sangat ingin menuliskan nama kedua orang tua lengkap dengan gelar dan doa terbaik. Namun, pernahkah terbesit pertanyaan di kepala kita,&nbsp;</p><blockquote>"Apakah aman memajang nama lengkap orang tua di dalam dokumen skripsi yang nantinya akan dipublikasikan ke internet?"</blockquote><p data-path-to-node="6"><b data-path-to-node="6" data-index-in-node="0">Halaman Persembahan dan Hak Moral Penulis</b>
<br>Bagi kita sebagai mahasiswa tingkat akhir, halaman persembahan adalah ruang yang sakral. Di sinilah letak dedikasi kita kepada pihak-pihak yang dianggap berjasa memeras keringat demi kelancaran studi. Karena sifatnya yang personal, halaman ini sering kali luput dari standar ketat format akademik. Kita seolah bebas menuliskan apa saja, dari nama orang tua, keluarga, pasangan, hingga sekadar lirik lagu andalan.</p><p data-path-to-node="7">Jika ditinjau dari kacamata hukum, kebiasaan ini sah-sah saja. Skripsi adalah karya intelektual yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Berdasarkan beleid tersebut, seorang pencipta memiliki Hak Moral yang melekat abadi. Menuliskan nama orang tua di sana adalah manifestasi mutlak dari hak moral kebebasan akademik kita untuk memberikan apresiasi. Tidak ada hukum di Indonesia yang melarang kita berterima kasih kepada keluarga di lembar karya ilmiah.</p><p data-path-to-node="7"><br></p><p data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Realitas Era Digital: Skripsi Bukan Lagi Dokumen Berdebu</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="8">Namun, mari kita geser kacamata kita pada realitas hari ini. Sepuluh atau dua puluh tahun lalu, skripsi mungkin hanya akan berakhir menjadi tumpukan kertas berdebu di rak pojok perpustakaan kampus. Hari ini? Hampir seluruh kampus di Indonesia mewajibkan mahasiswanya mengunggah file skripsi utuh ke repositori institusi (<i data-path-to-node="8" data-index-in-node="378">open access</i>).</p><p data-path-to-node="9">Dokumen kebanggaan kita ini tidak lagi berstatus "bacaan terbatas", melainkan menjadi arsip digital publik yang bisa diunduh oleh siapa saja dari berbagai belahan dunia hanya bermodalkan mesin pencari. Di sinilah letak bom waktunya.</p><p data-path-to-node="9"><br></p><p data-path-to-node="10"><b data-path-to-node="10" data-index-in-node="0">Kunci Brankas Bernama "Nama Ibu Kandung"</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="10">Meski mencantumkan nama orang terdekat adalah bentuk apresiasi yang mulia, perubahan lanskap digital ini membawa risiko laten terkait perlindungan data pribadi. Potensi penyalahgunaan informasi yang kita cantumkan sangatlah tinggi.</p><p data-path-to-node="11">Masalah terbesarnya ada pada sistem keamanan finansial kita saat ini. Di Indonesia, nama lengkap orang tua—khususnya <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="117">nama gadis ibu kandung</i>—adalah "kunci verifikasi" utama dalam berbagai layanan sensitif seperti perbankan, aktivasi kartu kredit, hingga pemulihan kata sandi.</p><p data-path-to-node="12">Ketika nama lengkap ayah dan ibu terpampang nyata bersanding dengan nama lengkap kita, nomor induk mahasiswa, serta asal universitas di dokumen skripsi, tanpa sadar kita baru saja membungkus data pribadi keluarga dan menyerahkannya secara cuma-cuma kepada para pelaku kejahatan siber. Penipu dengan teknik rekayasa sosial (<i data-path-to-node="12" data-index-in-node="323">social engineering</i>) bisa dengan mudah menggunakan kompilasi data dari skripsi kita untuk meretas akun bank atau bahkan meminjam dana melalui pinjaman online (pinjol) ilegal atas nama kita.</p><p data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Menyeimbangkan Dedikasi dan Privasi</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="13">Pada akhirnya, niat baik tidak selalu berbanding lurus dengan dampak yang aman. Apresiasi yang kita berikan di lembar persembahan harus selaras dengan kewaspadaan kita terhadap keamanan siber. Kita tetap bisa, dan bahkan sangat dianjurkan, untuk mendedikasikan karya tersebut kepada orang-orang tercinta, namun mari kita lakukan dengan lebih cerdas.</p><p data-path-to-node="14">Solusinya cukup sederhana: gunakan nama panggilan, inisial, atau sapaan sayang tanpa perlu mencantumkan nama lengkap orang tua (misalnya: <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="138">Untuk Bapak dan Ibu tercinta di rumah</i>). Hal ini sama sekali tidak akan mengurangi esensi rasa syukur kita sedikit pun.</p><p data-path-to-node="15">Menyelesaikan skripsi adalah pencapaian luar biasa yang sangat patut kita rayakan. Namun, kesadaran bahwa privasi adalah benteng utama pelindung keluarga harus diletakkan di atas euforia kelulusan. Bentuk rasa terima kasih yang paling nyata dan bertanggung jawab adalah dengan memastikan bahwa gelar akademik yang susah payah kita raih, tidak justru menjadi karpet merah bagi pihak tak bertanggung jawab untuk mengusik ketenangan finansial dan privasi keluarga yang kita cintai.</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Safira Embun Insanidya</dc:creator>
            <category>Opinion</category>
            <pubDate>Wed, 01 Apr 2026 14:29:43 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/gemini-generated-image-ypmqz4ypmqz4ypmq-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Konflik Iran dan Dinamika Energi Global: Dampak Geopolitik terhadap Ekonomi Dunia dan Indonesia]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/konflik-iran-dan-dinamika-energi-global-dampak-geopolitik-terhadap-ekonomi-dunia-dan-indonesia-69a8a1d19ceb3</link>
            <guid isPermaLink="false">93</guid>
            <description><![CDATA[Konflik Iran–Amerika Serikat kembali memicu ketegangan geopolitik yang berpotensi mengguncang pasar energi global. Posisi strategis Iran di Selat Hormuz menjadikan setiap eskalasi berdampak langsung pada harga minyak dunia, inflasi, dan stabilitas ekonomi. Bagi Indonesia sebagai net importer minyak,]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Penulis : David Runtuwene<br><br>Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat
kembali meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kawasan ini
sejak lama menjadi pusat perhatian global karena perannya sebagai pemasok utama
energi fosil dunia, khususnya minyak mentah. Ketegangan militer di wilayah ini
tidak hanya berdampak pada stabilitas politik regional, tetapi juga memiliki
implikasi luas terhadap harga energi, stabilitas ekonomi global, serta arah
transisi energi dunia.</span></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak
terbesar di dunia, Iran memiliki posisi strategis dalam sistem energi global.
Gangguan terhadap produksi atau distribusi minyak Iran berpotensi memicu
volatilitas harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi
internasional.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Posisi Strategis Iran dalam Pasar Minyak Global</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Iran secara konsisten masuk dalam jajaran negara
dengan cadangan minyak terbesar dunia, bersama Venezuela dan Arab Saudi. Negara
ini juga merupakan anggota penting dalam Organization of the Petroleum
Exporting Countries (OPEC), yang memiliki pengaruh signifikan dalam pengaturan
produksi dan stabilitas harga minyak global.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Selain cadangan yang besar, posisi geografis Iran
sangat strategis karena berada di sekitar Selat Hormuz, jalur sempit yang
menjadi titik transit sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Setiap eskalasi
konflik yang mengancam keamanan jalur ini hampir selalu berdampak langsung pada
lonjakan harga minyak global akibat kekhawatiran terganggunya pasokan.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Amerika Serikat: Kepentingan Geopolitik dan Energi</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Untuk memahami dinamika konflik, perlu dilihat
perubahan posisi Amerika Serikat dalam pasar energi global. Dalam satu dekade
terakhir, melalui revolusi shale oil, Amerika Serikat bertransformasi menjadi
salah satu produsen minyak terbesar dunia. Data dari U.S. Energy Information
Administration (EIA) menunjukkan bahwa AS kini termasuk tiga besar produsen
minyak global.</span></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Hal ini mengubah paradigma klasik bahwa AS
semata-mata bergantung pada impor minyak Timur Tengah. Secara struktural,
ketergantungan energi AS terhadap kawasan tersebut telah berkurang dibandingkan
dekade 1990–2000-an.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Namun demikian, kepentingan AS di Timur Tengah tidak
hanya soal pasokan energi domestik. Stabilitas harga minyak global, dominasi
dolar dalam perdagangan energi, serta keseimbangan kekuatan regional tetap
menjadi faktor utama dalam kebijakan luar negeri mereka.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s1">Apakah Motifnya Perebutan Minyak?</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Hipotesis bahwa konflik bertujuan untuk “merebut
cadangan minyak” perlu ditelaah secara rasional. Dalam konteks ekonomi modern,
pendudukan fisik ladang minyak bukan lagi strategi yang efisien maupun
berkelanjutan secara politik. Biaya militer, sanksi internasional, dan tekanan
diplomatik jauh lebih besar dibandingkan potensi keuntungan langsung.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Namun, ada perspektif lain yang lebih relevan secara
ekonomi: kontrol terhadap stabilitas pasokan dan pengaruh terhadap struktur
harga global. Dalam sistem ekonomi energi modern, pengaruh terhadap distribusi
dan stabilitas pasokan sering kali lebih strategis daripada kepemilikan
langsung sumber daya.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Dampak terhadap Ekonomi Global</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Konflik yang mengganggu ekspor minyak Iran
berpotensi menimbulkan beberapa konsekuensi:</span><o:p></o:p></p><p class="li2" style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1;
tab-stops:list 36.0pt"></p><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">1.</span><span style="text-indent: -18pt; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><span class="s2" style="text-indent: -18pt;">Lonjakan Harga Minyak</span></div><!--[if !supportLists]-->
<span class="s3"><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">Ketidakpastian pasokan hampir selalu direspons pasar dengan
kenaikan harga.</span></div></span><p></p><p class="li2" style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1;
tab-stops:list 36.0pt"></p><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">2.</span><span style="text-indent: -18pt; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><span class="s2" style="text-indent: -18pt;">Inflasi Global</span></div><!--[if !supportLists]-->
<span class="s3"><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">Minyak adalah input utama transportasi dan industri. Kenaikan
harga energi mendorong kenaikan biaya produksi dan distribusi.</span></div></span><p></p><p class="li2" style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1;
tab-stops:list 36.0pt"></p><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">3.</span><span style="text-indent: -18pt; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><span class="s2" style="text-indent: -18pt;">Volatilitas Pasar Keuangan</span></div><!--[if !supportLists]-->
<span class="s3"><div style="text-align: justify;"><span style="text-indent: -18pt;">Ketidakstabilan geopolitik meningkatkan risiko investasi dan
mendorong capital flight dari negara berkembang.</span></div></span><p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Menurut laporan rutin dari International Energy
Agency (IEA), gangguan pasokan di Timur Tengah secara historis selalu berdampak
pada pengetatan pasar energi global dalam jangka pendek.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Dampak Potensial terhadap Indonesia</span></h2><p class="p2" style="text-align: left;"><span class="s3">Sebagai negara net importer minyak, Indonesia sangat
rentan terhadap kenaikan harga minyak dunia. Dampaknya dapat berupa:</span><o:p></o:p></p><p class="li2" style="text-align: left; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;
mso-bidi-font-family:Symbol">·<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span></span><!--[endif]--><span class="s3">Tekanan pada subsidi energi</span><o:p></o:p></p><p class="li2" style="text-align: left; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;
mso-bidi-font-family:Symbol">·<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span></span><!--[endif]--><span class="s3">Pelebaran defisit neraca perdagangan</span><o:p></o:p></p><p class="li2" style="text-align: left; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;
mso-bidi-font-family:Symbol">·<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span></span><!--[endif]--><span class="s3">Tekanan terhadap nilai tukar rupiah</span><o:p></o:p></p><p class="li2" style="text-align: left; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10.0pt;
mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;
mso-bidi-font-family:Symbol">·<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span></span><!--[endif]--><span class="s3">Kenaikan inflasi domestik</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: left;"><span class="s3">Kondisi ini secara fiskal membatasi ruang gerak
pemerintah dalam pembiayaan pembangunan.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Apakah Konflik Mempercepat Energi Terbarukan?</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Ada argumen menarik yang menyatakan bahwa ketegangan
minyak global dapat mempercepat transisi energi. Secara historis, krisis minyak
1973 mendorong banyak negara maju mengembangkan efisiensi energi dan sumber
alternatif.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Dalam konteks saat ini, jika pasokan minyak global
semakin tidak stabil, maka investasi dalam energi terbarukan seperti surya,
angin, dan penyimpanan energi menjadi semakin menarik secara ekonomi.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">SERBA SERBI DAMPAK EKONOMI DAN KETAHANAN ENERGI
NASIONAL</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Sebagai negara net importer minyak, Indonesia tentu
tidak kebal. Kenaikan harga minyak berarti; tekanan subsidi, defisit
perdagangan, hingga potensi pelemahan rupiah. Stabilitas Timur Tengah ternyata
memiliki implikasi langsung terhadap ruang fiskal kita.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Disisi lain ketergantungan berlebihan pada energi
fosil membuat sistem ekonomi global—termasuk Indonesia—terlalu rentan terhadap
gejolak geopolitik. Sehingga Setiap konflik atau eskalasi, serta ancaman
penutupan jalur distribusi bisa langsung beresonansi ke inflasi dan stabilitas
makroekonomi.</span></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Dalam kondisi seperti ini makin terlihat jelas bahwa
transisi energi bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi agenda ketahanan
ekonomi. Diversifikasi menuju energi terbarukan seperti surya, angin, dan
sistem penyimpanan energi bukan hanya soal dekarbonisasi, melainkan upaya
mengurangi eksposur terhadap risiko geopolitik energi fosil.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Jika struktur energi bangsa tetap bertumpu pada
komoditas yang sangat dipengaruhi konflik kawasan, maka stabilitas ekonomi akan
selalu berada dalam bayang-bayang ketidakpastian global. Justru dari dinamika
konflik inilah urgensi transisi menjadi semakin rasional secara ekonomi.</span></p><h2 style="text-align: left;"><span class="s2">Kesimpulan</span></h2><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Konflik antara Iran dan Amerika Serikat memiliki
dampak multidimensional terhadap ekonomi global. Posisi Iran sebagai pemilik
cadangan minyak besar dan penjaga jalur distribusi strategis membuat setiap
eskalasi konflik berpotensi mengguncang pasar energi dunia.</span><o:p></o:p></p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Bagi Indonesia, ketergantungan pada impor minyak
menjadikan stabilitas Timur Tengah sebagai faktor penting dalam menjaga
stabilitas ekonomi nasional.</span><o:p></o:p></p><p>





























































































</p><p class="p2" style="text-align: justify;"><span class="s3">Maka dari itu dapat di katakan bahwa energi bukan
sekadar komoditas — ia adalah instrumen kekuatan. Dan dalam konteks itu,
membangun kemandirian melalui energi terbarukan bukan hanya pilihan idealis,
melainkan langkah strategis untuk mengurangi kerentanan struktural terhadap
krisis energi global.</span><o:p></o:p></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Internasional</category>
            <pubDate>Wed, 04 Mar 2026 21:19:13 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/gemini-generated-image-6exjcc6exjcc6exj-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Mengapa Penjara 12 Tahun Terlalu &quot;Murah&quot; bagi Pembacok Mahasiswi UIN Suska?]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/salinan-mengapa-penjara-12-tahun-terlalu-murah-bagi-pembacok-mahasiswi-uin-suska-69a6fc9f8397b</link>
            <guid isPermaLink="false">90</guid>
            <description><![CDATA[Pembacokan Mahasiswi di UIN Suska Riau yang dilakukan dikampus dengan menggunakan kapak yang di sinyalir karena persoalan asmara antara Farradhila Ayu Pramesti (23) dan  Rehan Mujafar (21).]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b>PEKANBARU, </b><span style="font-weight: normal;">3 Maret 2026 – Lantai 2 Gedung Fakultas
Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim
Riau, yang biasanya menjadi ruang diskusi konstitusi, mendadak berubah menjadi
saksi bisu tragedi berdarah pada Kamis pagi, 26 Februari 2026. Seorang
mahasiswi semester akhir, Farradhila Ayu Pramesti (23), roboh bersimbah darah
setelah diserang secara brutal menggunakan kapak oleh rekan satu kampusnya,
Rehan Mujafar (21).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Kasus ini menjadi "laboratorium" nyata bagi
para praktisi hukum karena merupakan salah satu perkara besar pertama yang
diuji menggunakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP
Nasional), sekaligus memicu perdebatan luas mengenai keamanan kampus dan
urgensi literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa tingkat akhir.</span><o:p></o:p></p><h2><b>I. Akar Konflik: Hubungan Tanpa Status dan Eksploitasi
Perasaan</b></h2><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Berdasarkan keterangan saksi kunci dan hasil penyidikan
Polresta Pekanbaru, bibit tragedi ini bermula dari program Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di mana keduanya berada dalam satu kelompok yang sama. Teman dekat
korban, Daffa, mengungkapkan bahwa Rehan (RM) adalah pribadi yang introvert,
tertutup, dan belum pernah menjalin hubungan dekat dengan perempuan sebelumnya.
Di sisi lain, Farra dikenal sebagai sosok yang ceria, ramah, dan sangat
perhatian kepada teman-temannya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Keramahan Farra diduga disalahartikan oleh RM sebagai
sinyal asmara yang spesial. Polisi mengidentifikasi dinamika ini sebagai
Hubungan Tanpa Status (HTS) yang timpang. Dalam keterangannya, RM merasa telah
memberikan "pengabdian" luar biasa dengan menjadi joki tugas-tugas
kuliah Farra serta menjadi sopir antar-jemput selama berbulan-bulan. Perasaan
sakit hati RM mencapai titik didih ketika Farra menegaskan batasan hubungan dan
diketahui telah memiliki kekasih bernama Ferdi. RM merasa hanya "dimanfaatkan"
secara tenaga dan intelektual, yang kemudian bertransformasi menjadi delusi
dendam yang mematikan.</span><o:p></o:p></p><h2><b>II. Bukti Digital: Pesan Terakhir "Pa, Doain
Fara"</b></h2><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Beberapa menit sebelum serangan terjadi, sebuah momen
haru terekam dalam bukti digital. Farra sempat mengirimkan pesan di grup
WhatsApp keluarga, meminta doa restu kepada ayahnya karena ia dijadwalkan
menjalani seminar proposal (sempro) skripsi pada pagi itu. "Pa, doain Fara
ya mau sempro," tulisnya pada pukul 07.25 WIB.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Pesan singkat ini menjadi bukti hukum yang menunjukkan
bahwa korban berada dalam kondisi batin yang tenang, tidak dalam keadaan
terancam, dan murni fokus pada pencapaian akademiknya. Tak disangka, pesan itu
menjadi komunikasi terakhirnya sebelum ia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara
akibat serangan mendadak RM yang telah menunggunya di depan ruang ujian.</span><o:p></o:p></p><h2><b>III. Kronologi Eksekusi: "Cold-Blooded
Preparation"</b></h2><p class="MsoNormal"><b>Ketajaman perencanaan yang dilakukan oleh RM menjadi
sorotan utama para kriminolog dan penyidik. </b><span style="font-weight: normal;">Kejahatan ini secara gamblang
menunjukkan adanya premeditated crime (kejahatan terencana) yang sistematis:</span><o:p></o:p></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal">Fase
     Inkubasi Niat (November 2025):&nbsp;<span style="font-weight: normal;">RM mengakui bahwa niat untuk melukai
     atau "memberi pelajaran" kepada korban sudah dipendam sejak awal
     November 2025. Selama hampir empat bulan, RM memelihara niat jahat
     tersebut tanpa diketahui oleh lingkungan sekitarnya karena sifatnya yang
     tertutup.</span><o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Fase
     Persiapan Teknis (25 Februari 2026):<span style="font-weight: normal;">&nbsp;Sehari sebelum eksekusi, RM
     menyiapkan instrumen kejahatan berupa sebilah kapak dan parang milik orang
     tuanya di rumahnya, Bangkinang. Fakta yang paling menggigilkan adalah RM
     mengakui telah mengasah sendiri senjata tajam tersebut hingga mencapai
     tingkat ketajaman yang diinginkan guna memastikan "efektivitas"
     serangan.</span><o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Fase
     Eksekusi (26 Februari 2026):&nbsp;<span style="font-weight: normal;">RM mendatangi gedung Fakultas Syariah
     sekitar pukul 07.30 WIB dengan membawa tas sandang berisi dua senjata
     tajam. Di lokasi, sempat terjadi cekcok mulut singkat. RM yang sudah
     dibutakan dendam langsung mengayunkan kapaknya secara membabi buta. Meski
     Farra mencoba melakukan tangkisan bela diri menggunakan tangan kiri, RM
     berhasil mendaratkan delapan (8) luka bacok serius di bagian kening
     (kepala), leher belakang, punggung, serta pergelangan tangan. RM bahkan
     sempat melakukan tindakan penyanderaan singkat sebelum akhirnya diringkus
     oleh tim keamanan kampus.</span><o:p></o:p></li>
</ol><h2><b>IV. Analisis Yuridis: Menguji Pasal 469 KUHP Nasional</b></h2><p class="MsoNormal"><b>Kepolisian secara resmi menerapkan Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2023 (KUHP Baru) sebagai instrumen hukum utama. </b><span style="font-weight: normal;">Fokus utama jaksa
nantinya adalah membuktikan unsur perencanaan yang matang pada diri terdakwa.</span><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><b>Kutipan Pasal 469 UU No. 1 Tahun 2023:<o:p></o:p></b></p><blockquote><b><i>(1) Penganiayaan yang dilakukan dengan rencana
terlebih dahulu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.<br></i></b><b><i>
(2) Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Luka Berat,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun.<br></i></b><b><i>
(3) Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya
orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.</i></b></blockquote><p class="MsoNormal"><b>Uraian Unsur-Unsur Delik dalam Kasus RM:<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal">Setiap
     Orang: <span style="font-weight: normal;">Merujuk pada subjek hukum Rehan Mujafar yang secara identitas dan
     kesadaran mampu bertanggung jawab atas tindakannya.</span><o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Melakukan
     Penganiayaan: <span style="font-weight: normal;">Terbukti melalui tindakan materiil mengayunkan senjata tajam
     yang mengakibatkan luka fisik nyata dan rasa sakit yang hebat pada tubuh
     korban.</span><o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Dengan
     Rencana Terlebih Dahulu (<i>Met Voorbedachten Rade</i>):<span style="font-weight: normal;"> Terpenuhi melalui tiga
     indikator doktrinal:</span><o:p></o:p></li>
</ol><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:72.0pt;mso-add-space:
auto;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level2 lfo2"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight: normal;">-<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Memutuskan kehendak dalam suasana tenang: Niat
RM yang dipelihara sejak November 2025 menunjukkan kondisi psikis yang stabil
saat merencanakan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:72.0pt;mso-add-space:
auto;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level2 lfo2"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight: normal;">-<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Tersedia waktu yang cukup: Rentang waktu 4 bulan
memberikan kesempatan bagi RM untuk membatalkan niatnya, namun ia justru
memilih melakukan persiapan teknis (mengasah kapak).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:72.0pt;mso-add-space:auto;
text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level2 lfo2"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight: normal;">-<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Pelaksanaan dalam suasana tenang: RM memilih
waktu pagi hari saat kampus sepi, menunjukkan kontrol situasi yang matang.</span><o:p></o:p></p><ol style="margin-top:0cm" start="4" type="1">
 <li class="MsoNormal">Mengakibatkan
     Luka Berat: <span style="font-weight: normal;">Mengingat adanya 8 luka bacok, terutama di area vital kepala
     dan kerusakan fungsi pergelangan tangan, perbuatan ini memenuhi
     kualifikasi Pasal 155 UU 1/2023 tentang Luka Berat (cacat permanen atau
     bahaya maut).</span><o:p></o:p></li>
</ol><p class="MsoNormal"><b>Perdebatan Ahli (Dakwaan Berlapis):<o:p></o:p></b></p><p class="MsoNormal"><b>Beberapa praktisi hukum menyarankan agar penyidik juga
mempertimbangkan Pasal 459 (Pembunuhan Berencana) Jo. Pasal 17 (Percobaan).
</b><span style="font-weight: normal;">Argumentasinya adalah penggunaan senjata kapak yang diasah dan diarahkan ke
area vital (kepala/leher) menunjukkan adanya animus necandi atau niat untuk
merampas nyawa, bukan sekadar melukai.</span></p><p class="MsoNormal"><b>Berikut adalah uraian detail mengenai perdebatan ahli
terkait penerapan Pasal 459 Jo. Pasal 17 UU No. 1 Tahun 2023 sebagai alternatif
atau dakwaan primer bagi pelaku:</b></p><p class="MsoNormal"><b>Pasal 459 (Pembunuhan Berencana):</b></p><blockquote><b>"Setiap Orang yang dengan rencana terlebih dahulu
merampas nyawa orang lain, dipidana karena pembunuhan berencana, dengan pidana
mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua
puluh) tahun."</b></blockquote><p class="MsoNormal"><b>Pasal 17 ayat (1) dan (2) (Percobaan):</b></p><blockquote><b>"(1) Percobaan melakukan Tindak Pidana terjadi jika
niat pelaku telah nyata dari adanya permulaan pelaksanaan dari Tindak Pidana
yang dituju, tetapi pelaksanaannya tidak selesai, tidak mencapai hasil, atau
tidak menimbulkan akibat yang dilarang, bukan karena semata-mata atas
kehendaknya sendiri."</b></blockquote><blockquote><b>"(2) Permulaan pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terjadi apabila: a. perbuatan yang dilakukan itu diniatkan atau
ditujukan untuk terjadinya Tindak Pidana; dan b. perbuatan yang dilakukan
langsung berpotensi menimbulkan Tindak Pidana yang dituju."</b></blockquote><p class="MsoNormal"><b>Uraian Unsur-Unsur Delik Percobaan Pembunuhan Berencana<o:p></o:p></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo4"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Setiap Orang:&nbsp;<span style="font-weight: normal;">Subjek hukum RM (21 tahun)
adalah manusia yang sehat secara mental (berdasarkan fakta pengakuan penyesalan
dan perencanaan yang runut) sehingga mampu bertanggung jawab.</span><o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo4"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Niat (<i>Mens Rea</i>):&nbsp;<span style="font-weight: normal;">Niat RM bukan
sekadar memberikan "pelajaran" atau melukai, melainkan merampas nyawa
(<i>animus necandi</i>). Indikasinya adalah dendam yang dipupuk selama 4 bulan
(sejak Nov 2025) dan tindakan mempersiapkan senjata yang mematikan.</span><o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo4"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Rencana Terlebih Dahulu:&nbsp;<span style="font-weight: normal;">Terpenuhinya
syarat waktu (4 bulan) dan persiapan teknis (mengambil kapak milik orang tua
dan&nbsp;mengasahnya hingga tajam&nbsp;sehari sebelum eksekusi). Ini
menunjukkan suasana batin yang tenang saat merencanakan.</span><o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo4"><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Permulaan Pelaksanaan:&nbsp;<span style="font-weight: normal;">RM telah melakukan
perbuatan fisik yang langsung ditujukan pada delik pokok, yaitu mendatangi
korban dengan membawa dua senjata tajam dan melakukan serangan membabi buta.</span><o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo4"><!--[if !supportLists]-->5.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-size-adjust: none; font-language-override: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;
</span><!--[endif]-->Pelaksanaan Tidak Selesai Bukan Kehendak
Sendiri:&nbsp;<span style="font-weight: normal;">Kematian korban tidak terjadi (<i>akibat tidak timbul</i>) karena
adanya&nbsp;perlawanan/tangkisan bela diri&nbsp;dari korban serta adanya
intervensi bantuan medis darurat di RSUD Arifin Achmad. RM tidak berhenti
karena keinginan sendiri, melainkan karena diringkus massa.</span><br>
<!--[endif]--><o:p></o:p></p><h2><b>V. Perspektif Psikologi Forensik: Fenomena Erotomania</b></h2><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Imran Pambudi,
memberikan catatan krusial mengenai kemungkinan RM mengidap&nbsp;</span>Erotomania<span style="font-weight: normal;">.
Ini adalah bentuk gangguan delusi di mana pelaku merasa memiliki hubungan
asmara yang sah dengan seseorang, padahal kenyataannya tidak ada hubungan
tersebut. Sifat RM yang introvert membuat ledakan emosinya tidak terdeteksi
oleh sistem peringatan dini di kampus. Pasca kejadian, RM menunjukkan dinamika
psikis dari keinginan bunuh diri hingga keinginan melaksanakan shalat taubat,
yang harus didalami melalui&nbsp;<i>Visum et Repertum Psychiatricum</i>&nbsp;untuk
menentukan derajat kemampuan bertanggung jawab pidananya (Pasal 38-39 KUHP
Baru).</span><o:p></o:p></p><h2><b>VI. Respon Institusi dan Keselamatan Kampus</b></h2><p class="MsoNormal"><span style="font-weight: normal;">Pihak rektorat UIN Suska Riau bertindak tegas dengan
mengeluarkan </span>keputusan&nbsp;Pemecatan (Drop Out)&nbsp;terhadap RM karena
tindakan tersebut dianggap melanggar etika berat dan mencoreng marwah institusi
pendidikan hukum<span style="font-weight: normal;">. Di sisi lain, publik mendesak adanya evaluasi total terhadap
sistem keamanan kampus, mengingat senjata tajam yang telah diasah dapat lolos
hingga ke lantai dua gedung fakultas tanpa deteksi.</span><o:p></o:p></p><div class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"><b>

<hr size="2" width="100%" align="center">

</b></div><h3><b>Referensi dan Sumber Informasi Utama:</b></h3><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal">Undang-Undang
     Nomor 1 Tahun 2023&nbsp;tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP
     Nasional). Pasal 155, 459, 466, 469.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">DetikNews.&nbsp;(2026,
     2 Maret).&nbsp;<i>Polisi Ungkap Penyesalan Mahasiswa Pembacok Mahasiswi di
     Riau</i>. news.detik.com.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Kompas.com.&nbsp;(2026,
     28 Februari).&nbsp;<i>Kronologi Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Teman
     Sendiri, Pelaku Sudah Rencanakan Sejak November 2025</i>.
     regional.kompas.com.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">TribunNews
     Bogor.&nbsp;(2026, 1 Maret).&nbsp;<i>Isi Chat Mahasiswi UIN Suska ke Ayah
     Sebelum Dibacok Raihan</i>. bogor.tribunnews.com.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">DetikHealth.&nbsp;(2026,
     28 Februari).&nbsp;<i>Kemenkes Soroti Masalah Kejiwaan di Balik Pembacokan
     Mahasiswa UIN</i>. https://www.google.com/search?q=health.detik.com.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">I.S.
     Susanto.&nbsp;(2011).&nbsp;<i>Kriminologi</i>. Yogyakarta: Genta
     Publishing. (Analisis mengenai kejahatan konvensional vs putih).<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">SIPP
     Pengadilan Negeri.&nbsp;Analisis Perbandingan Unsur Perencanaan (Pasal 340
     KUHP Lama vs Pasal 469 KUHP Baru).<o:p></o:p></li>
</ol><p>

































































































</p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede Indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 19:54:35 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/pekanbaru-riau-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Mengetuk Pintu Perang Dunia III: Mengapa Eskalasi AS-Israel vs Iran Bukan Sekadar &#039;Gertak Sambal&#039; Geopolitik]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/mengetuk-pintu-perang-dunia-iii-mengapa-eskalasi-as-israel-vs-iran-bukan-sekadar-gertak-sambal-geopolitik-69a7269aee944</link>
            <guid isPermaLink="false">92</guid>
            <description><![CDATA[Eskalasi langsung antara AS-Israel dan Iran menandai berakhirnya “Perang Bayangan” di Timur Tengah. Dengan keterlibatan kekuatan besar seperti Rusia dan Tiongkok serta ancaman penutupan Selat Hormuz, konflik ini berpotensi memicu krisis ekonomi global dan menyeret dunia menuju Perang Dunia III. Indo]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-start="125" data-end="152" style="text-align: justify;"><strong data-start="125" data-end="152">Penulis: Dheni Anugerah</strong></p>
<p data-start="154" data-end="578" style="text-align: justify;">Mari kita berhenti sejenak berpura-pura bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah hari ini hanyalah "konflik regional biasa" yang akan mereda dengan sendirinya. Ketika kita melihat berita tentang jet tempur yang melintasi langit malam atau misil balistik yang menerangi cakrawala, kita tidak sedang menonton babak baru perang lokal. Kita sedang menyaksikan gladi resik dari sesuatu yang jauh lebih mengerikan: Perang Dunia III.</p>
<p data-start="580" data-end="1021" style="text-align: justify;">Selama puluhan tahun, perang antara Israel dan Iran adalah "Perang Bayangan" (Shadow War). Mereka bertarung lewat proksi, serangan siber, atau pembunuhan rahasia. Tapi hari ini, tabir itu telah robek. Garis merah telah dilanggar berulang kali. Jika Anda merasa narasi Perang Dunia III (WW3) hanyalah clickbait atau teori konspirasi, mari kita bedah fakta-fakta lapangan yang riil, lengkap dengan peringatan langsung dari para pemimpin dunia.</p>
<p data-start="1023" data-end="1185" style="text-align: justify;">Faktanya, panggung untuk konflik global sedang dibangun batu demi batu oleh poros AS-Israel di satu sisi, dan Iran dengan jejaring aliansi globalnya di sisi lain.</p><h3 data-start="1192" data-end="1254"><div style="text-align: left;"><span style="font-size: 1.4em;">Berakhirnya "Perang Bayangan": Timur Tengah di Tepi Jurang</span></div></h3>
<p data-start="1256" data-end="1590" style="text-align: justify;">Banyak analis setuju bahwa titik tidak bisa kembali (point of no return) sudah dilewati sejak rentetan eskalasi gila-gilaan di tahun 2024 dan 2025. Tabu sejarah telah didobrak: Iran menyerang Israel secara langsung dari tanahnya sendiri dengan ratusan rudal balistik, dan Israel membalas dengan membombardir fasilitas pertahanan Iran.</p>
<p data-start="1592" data-end="1856" style="text-align: justify;">Kengerian ini tidak hanya dirasakan oleh pengamat, tetapi disuarakan langsung oleh tokoh tertinggi diplomasi global. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB (April 2024), telah memberikan peringatan yang sangat eksplisit:</p>
<blockquote data-start="1858" data-end="2494">
<p data-start="1860" data-end="2494"></p><div style="text-align: justify;">"The Middle East is on the brink. The people of the region are confronting a real danger of a devastating full-scale conflict. Now is the time to defuse and de-escalate. It is vital to avoid any action that could lead to major military confrontations on multiple fronts."</div><div style="text-align: justify;">(Timur Tengah berada di tepi jurang. Orang-orang di kawasan ini menghadapi bahaya nyata dari konflik skala penuh yang menghancurkan. Sekaranglah waktunya untuk meredakan ketegangan. Sangat penting untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat mengarah pada konfrontasi militer besar di berbagai garis depan.)</div><div style="text-align: justify;">— Sekjen PBB António Guterres, PBB, New York.</div><p></p>
</blockquote>
<p data-start="2496" data-end="2816"></p><div style="text-align: justify;">Dan krisis ini semakin parah karena AS tidak lagi sekadar mengirim amunisi. Pentagon telah mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD langsung ke Israel beserta tentara Amerika. Jika rudal Iran membunuh tentara AS di sana, Washington memiliki <em data-start="2738" data-end="2751">casus belli</em> (alasan perang) untuk terseret langsung ke dalam perang terbuka.</div><p></p>
<h3 data-start="2823" data-end="2880" style="text-align: left;">Mengapa Ini Skenario Sempurna untuk Perang Dunia III?</h3>
<p data-start="2882" data-end="3021" style="text-align: justify;">Konflik ini tidak akan berhenti hanya di perbatasan Israel dan Iran. Berikut adalah fakta yang membuat konflik ini bernilai "Perang Dunia":</p>
<p data-start="3023" data-end="3444" style="text-align: justify;"><strong data-start="3023" data-end="3058">Kiamat Ekonomi di Selat Hormuz:</strong> Jika perang terbuka meletus, langkah pertama Iran dipastikan adalah menutup Selat Hormuz. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat sempit ini setiap harinya. Memblokirnya akan melontarkan harga minyak di atas $150-$200 per barel. Inflasi global akan lepas kendali, rantai pasok hancur, dan ekonomi dunia termasuk negara berkembang seperti kita akan runtuh dalam hitungan minggu.</p>
<p data-start="3446" data-end="4040" style="text-align: justify;"><strong data-start="3446" data-end="3508">Jaring Aliansi Global: Rusia dan Tiongkok Tidak Akan Diam:</strong> Iran saat ini bukan lagi negara yang terisolasi. Teheran telah mengikat aliansi strategis yang kuat dengan dua musuh utama hegemoni AS: Rusia dan Tiongkok. Iran adalah pemasok drone bagi Rusia, dan sebagai imbalannya, Moskow memberikan dukungan teknologi militer tingkat tinggi. Tiongkok adalah pembeli utama minyak Iran. Jika AS membombardir Iran, Rusia dan Tiongkok tidak akan membiarkan sekutu mereka runtuh. Tatanan aliansi ala Perang Dunia sudah terbentuk: Blok Barat (AS/NATO/Israel) vs Blok Multipolar (Rusia/Tiongkok/Iran).</p>
<p data-start="4042" data-end="4250" style="text-align: justify;">Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri dalam berbagai kesempatan telah memperingatkan bahwa campur tangan asing dan eskalasi langsung yang tak terkendali di kawasan bisa membawa dunia pada "malapetaka global".</p>
<p data-start="4252" data-end="4493" style="text-align: justify;">Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan sikap serupa saat berbicara dengan Sergei Lavrov. Ia menegaskan bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran, terutama di tengah proses negosiasi, merupakan tindakan yang “tidak dapat diterima”.</p>
<p data-start="4495" data-end="4789" style="text-align: justify;">China juga mendesak penghentian segera aksi militer dan mendorong semua pihak kembali ke jalur dialog. “China menyerukan penghentian segera tindakan militer, kembali ke dialog dan negosiasi secepat mungkin, serta menolak tindakan sepihak,” ujar Wang, dikutip dari media Pemerintah China Xinhua.</p><h3 data-start="4796" data-end="4876"><div style="text-align: left;"><span style="font-size: 1.4em;">Di Mana Posisi Indonesia? "Bebas Aktif" yang Makin Muak pada Hipokrisi Barat</span></div></h3>
<p data-start="4878" data-end="5129" style="text-align: justify;">Di tengah gemuruh mesin perang ini, di mana posisi Indonesia? Di atas kertas, konstitusi kita mengamanatkan politik luar negeri "Bebas Aktif", dan secara historis, Indonesia adalah motor utama Gerakan Non-Blok (GNB). Kita seharusnya berdiri di tengah.</p>
<p data-start="5131" data-end="5596" style="text-align: justify;">Namun mari kita jujur. Semakin ke sini, posisi Indonesia perlahan condong menjauhi poros Barat. Alasannya bukan karena kita ingin ikut campur urusan militer Iran, melainkan karena hipokrisi fatal Barat terkait Palestina. Bagi diplomasi Indonesia, dukungan membabi buta AS terhadap agresi Israel di Gaza dan Lebanon telah menghancurkan otoritas moral Barat. Pidato-pidato tentang HAM dan demokrasi dari Washington kini terdengar seperti lelucon memuakkan di Jakarta.</p>
<p data-start="5598" data-end="5881" style="text-align: justify;">Sikap muak ini disuarakan dengan sangat tajam dan kontroversial oleh Menteri Luar Negeri RI periode sebelumnya, Retno Marsudi, saat ia melakukan <em data-start="5743" data-end="5753">walk out</em> dan memberikan pidato menohok di Sidang Majelis Umum PBB (September 2024) untuk membalas retorika PM Israel Benjamin Netanyahu:</p>
<blockquote data-start="5883" data-end="6647">
<p data-start="5885" data-end="6647"></p><div style="text-align: justify;">"PM Netanyahu yesterday mentioned and I quote: that 'Israel seeks peace', that 'Israel yearns for peace'. Really? How are we supposed to believe that statement? Yesterday, while he was here, Israel conducted unprecedented massive air attacks on Beirut... Prime Minister Netanyahu wants the war to continue. We must stop that."</div><div style="text-align: justify;">(PM Netanyahu kemarin menyebutkan dan saya kutip: bahwa 'Israel mencari perdamaian', bahwa 'Israel mendambakan perdamaian'. Benarkah? Bagaimana kita bisa mempercayai pernyataan itu? Kemarin, saat dia berada di sini, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Beirut... PM Netanyahu ingin perang terus berlanjut. Kita harus menghentikannya.)</div><div style="text-align: justify;">— Retno Marsudi, Sidang Majelis Umum PBB.</div><p></p>
</blockquote>
<p data-start="6649" data-end="7008" style="text-align: justify;">Secara geopolitik dan moral, Indonesia sudah kehilangan selera pada "Tata Dunia Berbasis Aturan" (<em data-start="6747" data-end="6766">Rules-Based Order</em>) yang didiktekan oleh Barat. Jika Perang Dunia III benar-benar pecah, Indonesia mungkin tidak akan mengirim pasukan, tetapi simpati diplomasi dan orientasi ekonomi kita sudah jelas bergeser merapat ke poros "Selatan Global" (<em data-start="6992" data-end="7006">Global South</em>).</p><h3 data-start="7015" data-end="7069"><div style="text-align: left;"><span style="font-size: 1.4em;">Kesimpulan: Menghentikan Ilusi "Perang Terkendali"</span></div></h3>
<p data-start="7071" data-end="7279" style="text-align: justify;">Para politisi di Washington dan Tel Aviv sering kali menjual ilusi kepada publiknya bahwa mereka bisa melakukan "serangan presisi terbatas" ke Iran tanpa memicu perang besar. Ini adalah kesombongan mematikan.</p>
<p data-start="7281" data-end="7725" style="text-align: justify;">Perang Dunia III tidak harus selalu dimulai dengan peluncuran bom nuklir secara tiba-tiba. Ia dimulai dari kecongkakan para pemimpin adidaya yang merasa bisa mengendalikan kekacauan yang mereka ciptakan sendiri. Jika perang terbuka benar-benar diletuskan, dampaknya tidak hanya akan membakar Tel Aviv atau Teheran, tapi juga menghancurkan ekonomi di meja makan Anda, di pasar tradisional kita, dan meluluhlantakkan masa depan perdamaian global.</p>
<p data-start="7727" data-end="7887" data-is-last-node="" data-is-only-node="" style="text-align: justify;">Kiamat regional ini sudah mengetuk pintu. Pertanyaannya, siapkah kita menghadapi dunia yang terbakar ketika para pemimpin dunia menolak untuk memadamkan apinya?</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Internasional</category>
            <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 18:21:14 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/dreamina-2026-03-04-9428-ilustrasi-editorial-sinematik-konflik-ti-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[KASUS POSISI HOGI MINAYA: INSIDEN PENGHENTIAN TINDAK PIDANA PENJAMBRETAN YANG BERAKIBAT FATAL DI WILAYAH HUKUM POLRESTA SLEMAN]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/kasus-posisi-hogi-minaya-insiden-penghentian-tindak-pidana-penjambretan-yang-berakibat-fatal-di-wilayah-hukum-polresta-sleman-69a719c0ab68d</link>
            <guid isPermaLink="false">91</guid>
            <description><![CDATA[Hogi Minaya (43), warga Sleman, Yogyakarta, sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Sleman setelah mengejar dan menabrak dua penjambret tas istrinya menggunakan mobil hingga tewas pada April 2025.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b>I. IDENTITAS PIHAK-PIHAK TERKAIT<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal">Pelaku
     Penabrak (Tersangka): Hogi Minaya alias APH (43 tahun), suami dari korban
     penjambretan.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Korban
     Penjambretan: Arsita Minaya alias A (39 tahun), warga Kalasan, Sleman.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Terduga
     Pelaku Penjambretan (Korban Kecelakaan Lantas):<o:p></o:p></li>
</ol><ul style="margin-top:0cm" type="disc">
 <li class="MsoNormal">Sdr.
     RDA (Laki-laki, Warga Pagar Alam, Sumatera Selatan) – Meninggal Dunia.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Sdr.
     RS (Laki-laki, Warga Pagar Alam, Sumatera Selatan) – Meninggal Dunia.</li></ul><p class="MsoNormal"><b>
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br>
<!--[endif]--><o:p></o:p></b></p><p class="MsoNormal"><b>II. KRONOLOGI FAKTA (BERDASARKAN REKONSTRUKSI LAPANGAN
DAN KETERANGAN)<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal">Waktu
     dan Lokasi: Sabtu, 26 April 2025. Terjadi mulai dari simpang Flyover
     Janti, melintasi Jalan Solo, hingga berakhir di depan Transmart
     Maguwoharjo, Sleman.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Titik
     Awal: Pukul 06.27 WIB, Sdri. Arsita mengendarai sepeda motor membawa
     jajanan pasar. Di sekitar Flyover Janti, ia bertemu dengan suaminya, Sdr.
     Hogi, yang mengendarai mobil Mitsubishi Xpander. Keduanya berkendara
     beriringan menuju hotel di daerah Maguwoharjo.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Aksi
     Penjambretan: Sebelum sampai di area Transmart, motor Arsita dipepet oleh
     dua pria berboncengan motor (RDA dan RS). Pelaku memotong tali tas Arsita
     menggunakan senjata tajam (cutter) dan merampas tas tersebut. Modus dan
     identitas pelaku mengindikasikan mereka merupakan bagian dari sindikat
     lintas provinsi.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Aksi
     Reaktif (Hot Pursuit): Sdr. Hogi yang menyaksikan secara langsung
     perampasan tersebut dari dalam mobilnya, secara refleks mengejar pelaku.
     Tujuan pengejaran adalah untuk menghentikan laju pelaku dan menyelamatkan
     harta benda milik istrinya.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Dinamika
     Kecelakaan:<o:p></o:p></li>
</ol><ul style="margin-top:0cm" type="disc">
 <li class="MsoNormal">Sdr.
     Hogi bermaksud menghentikan laju motor penjambret dengan memepet mereka ke
     arah trotoar.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Upaya
     pemepetan dilakukan hingga tiga kali karena pelaku sempat mencoba kembali
     ke badan jalan.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Pada
     pepetan ketiga, sepeda motor pelaku yang sedang dipacu dalam kecepatan
     tinggi kehilangan kendali. Motor naik ke atas trotoar dan menabrak tembok
     dengan sangat keras di Jalan Solo.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal">Kedua
     pelaku terpental. RDA dan RS sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya
     dinyatakan meninggal dunia.<o:p></o:p></li>
</ul><p class="MsoNormal"><b>&nbsp;</b></p><p class="MsoNormal"><b>III. ANALISIS FORENSIK DAN FISIKA MEKANIKA (Tingkat
Fatalitas)<o:p></o:p></b></p><p class="MsoNormal">Berdasarkan pendekatan fisika dasar terhadap penyidikan laka
lantas, kematian kedua pelaku dapat dijelaskan melalui rumus<b>&nbsp;Energi
Kinetik (Ek = 1/2mv<sup>2</sup>):<o:p></o:p></b></p><ul style="margin-top:0cm" type="disc">
 <li class="MsoNormal">Tindakan
     memepet (<i>desakan samping</i>) terhadap kendaraan roda dua yang melaju
     kencang (misal,&nbsp;v&nbsp;mobil Hogi&nbsp;60 km/jam ditambah kecepatan
     motor pelaku) akan menghasilkan gaya tolak yang ekstrem.<b><o:p></o:p></b></li>
 <li class="MsoNormal">Estimasi
     energi benturan (Ek) mencapai<b>&nbsp;208.333 Joule&nbsp;</b>atau
     berstatus&nbsp;<i>Cedera Berat/Kritis</i>.<b><o:p></o:p></b></li>
 <li class="MsoNormal">Sifat
     kuadratik dari variabel kecepatan (v<sup>2</sup>) berarti sedikit saja
     penambahan kecepatan oleh pelaku maupun pengejar akan melipatgandakan daya
     hancur secara drastis saat benturan dengan objek tak bergerak (tembok).
     Tingkat fatalitas ini bukan semata-mata niat membunuh, melainkan
     konsekuensi logis dari dinamika massa dan kecepatan.<b><o:p></o:p></b></li>
</ul><p class="MsoNormal"><b><br>
<!--[endif]--><o:p></o:p></b></p><p class="MsoNormal"><b>IV. RESPON APARAT PENEGAK HUKUM DAN PENEGAKAN POSITIVISME
KAKU<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal"><b>Penanganan
     Terpisah:</b>&nbsp;Satreskrim Polresta Sleman menangani kasus penjambretan
     (lalu dihentikan karena terduga tewas). Sementara itu, Satlantas fokus
     pada kecelakaan lalu lintas.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal"><b>Penetapan
     Tersangka:</b>&nbsp;Satlantas Polresta Sleman menerbitkan Laporan Model A.
     Melalui gelar perkara dan keterangan ahli, Sdr. Hogi ditetapkan sebagai
     Tersangka Laka Lantas.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal"><b>Penerapan
     Pasal:</b>&nbsp;Polisi menggunakan logika silogisme positivisme yang kaku
     (Premis 1: Sebab kematian dipidana; Premis 2: Hogi menyebabkan kematian;
     Kesimpulan: Hogi Dipidana), dengan pasal:<o:p></o:p></li>
 <ul style="margin-top:0cm" type="circle">
  <li class="MsoNormal"><b>Pasal
      310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 (UU LLAJ):</b>&nbsp;Kelalaian
      berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia (ancaman penjara
      6 tahun).<o:p></o:p></li>
  <li class="MsoNormal"><b>Pasal
      311 ayat (5) UU LLAJ:</b>&nbsp;Mengemudikan kendaraan bermotor dengan
      sengaja membahayakan nyawa orang dan mengakibatkan kematian.<o:p></o:p></li>
 </ul>
 <li class="MsoNormal"><b>Pemasangan
     Gelang GPS:</b>&nbsp;Berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari)
     Sleman. Atas permohonan istri, Hogi berstatus Tahanan Kota. Namun,
     pemasangan perangkat GPS (<i>detection kit</i>) di kakinya memicu sentimen
     publik karena dianggap merendahkan martabat (tidak manusiawi).<o:p></o:p></li>
</ol><p class="MsoNormal"><b>V. DINAMIKA PUBLIK DAN INTERVENSI LEMBAGA NEGARA<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal"><b>Gejolak
     Publik (<i>No Viral No Justice</i>):</b>&nbsp;Kasus ini memicu kemarahan
     masyarakat. Jogja Police Watch (JPW) menilai polisi lamban merespons
     keganjilan ini hingga viral, serta mengkritik penggunaan gelang GPS yang
     "seperti mengawasi binatang." Publik menganggap polisi abai
     terhadap asas kausalitas bahwa kecelakaan berawal dari tindak pidana murni
     (penjambretan).<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal"><b>Tinjauan
     Akademisi &amp; Praktisi:</b><o:p></o:p></li>
 <ul style="margin-top:0cm" type="circle">
  <li class="MsoNormal"><b>Pakar
      Hukum UMY (King Faisal Sulaiman):</b>&nbsp;Menyatakan penetapan tersangka
      sejak awal sudah bermasalah dan tidak kuat secara hukum pidana akibat
      penerapan SOP yang lemah.<o:p></o:p></li>
  <li class="MsoNormal"><b>Wakil
      Menteri Hukum/Pakar Pidana (Prof. Edward O.S. Hiariej):</b>&nbsp;Menegaskan
      bahwa tindakan Hogi merupakan bentuk&nbsp;<b>Pembelaan Terpaksa (<i>Noodweer</i>)</b>.
      Beliau menggarisbawahi bahwa perlindungan tidak hanya berlaku untuk
      nyawa/badan, tetapi juga pada "harta benda" yang sedang
      dikuasai oleh pelaku kejahatan.<o:p></o:p></li>
 </ul>
 <li class="MsoNormal"><b>Intervensi
     Komisi III DPR RI:</b>&nbsp;Pada Rabu, 28 Januari 2026, Komisi III
     menggelar RDP memanggil Kajari dan Kapolresta Sleman. Wakil Ketua Komisi
     III, Habiburokhman, menyatakan "publik marah, kami juga marah."
     DPR mengeluarkan tiga kesimpulan rekomendasi:<o:p></o:p></li>
 <ul style="margin-top:0cm" type="circle">
  <li class="MsoNormal">Meminta
      kasus dihentikan berdasarkan&nbsp;<b>Pasal 65 huruf m UU No. 20 Tahun
      2025 (tentang KUHAP/KUHP baru)</b>&nbsp;dan/atau alasan pembenar
      dalam&nbsp;<b>Pasal 34 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional)</b>&nbsp;terkait&nbsp;<i>Noodweer</i>.<o:p></o:p></li>
  <li class="MsoNormal">Meminta
      aparat memedomani&nbsp;<b>Pasal 53 ayat (2) UU No. 1 Tahun 2023</b>, yang
      mengamanatkan aparat untuk mengedepankan&nbsp;<b>"Keadilan di atas
      Kepastian Hukum."</b><o:p></o:p></li>
  <li class="MsoNormal">Meminta
      jajaran Polri berhati-hati dalam memberikan pernyataan di media.<o:p></o:p></li>
 </ul>
 <li class="MsoNormal"><b>Penonaktifan
     Pejabat Polri:</b>&nbsp;Berdasarkan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT)
     oleh Itwasda Polda DIY, ditemukan "lemahnya pengawasan pimpinan yang
     memicu kegaduhan publik". Atas temuan tersebut, Kapolda DIY Irjen
     Pol. Anggoro Sukartono pada Jumat, 30 Januari 2026, resmi&nbsp;<b>menonaktifkan
     sementara Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo (Kapolresta Sleman)</b>&nbsp;dan&nbsp;<b>AKP
     Mulyanto (Kasat Lantas)</b>&nbsp;guna pemeriksaan kode etik dan disiplin
     oleh Propam.<o:p></o:p></li>
</ol><p class="MsoNormal"><b>VI. PENYELESAIAN AKHIR BERDASARKAN RESTORATIVE JUSTICE<o:p></o:p></b></p><ol style="margin-top:0cm" start="1" type="1">
 <li class="MsoNormal"><b>Mediasi
     Lintas Provinsi:</b>&nbsp;Pada Senin, 26 Januari 2026, Kajari Sleman
     (Bambang Yunianto) memfasilitasi&nbsp;<i>Restorative Justice</i>&nbsp;(RJ)
     melalui Zoom dengan Kejari Palembang dan Pagar Alam, melibatkan keluarga
     almarhum RDA dan RS, tokoh agama, penyidik, serta Pemkab Sleman.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal"><b>Kesepakatan
     Damai:</b>&nbsp;Kedua belah pihak (Hogi dan keluarga korban laka) saling
     memaafkan dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan/damai.<o:p></o:p></li>
 <li class="MsoNormal"><b>Penghentian
     Penuntutan:</b>&nbsp;Pada Kamis, 29 Januari 2026, Kejari Sleman
     menerbitkan&nbsp;<b>Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2)</b>&nbsp;demi
     kepentingan hukum, membebaskan Hogi Minaya dari segala tuntutan pidana,
     mencabut status tahanan kota, mengembalikan barang bukti, dan melepaskan
     gelang GPS.<o:p></o:p></li>
</ol><p>



































</p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>Buatlah&nbsp;Analisis Hukum / <i>Legal Analysis</i></o:p></p><p class="MsoNormal"><ol><li><b data-path-to-node="15,0,0" data-index-in-node="0">Rumusan Masalah 1:</b> Apakah penetapan tersangka Sdr. Hogi berdasarkan UU LLAJ sah dan tepat ?</li><li><b data-path-to-node="15,1,0" data-index-in-node="0">Rumusan Masalah 2:</b> Apakah tindakan Sdr. Hogi dapat dikualifikasikan sebagai Pembelaan Terpaksa (<i data-path-to-node="15,1,0" data-index-in-node="96">Noodweer</i>) atau <i data-path-to-node="15,1,0" data-index-in-node="111">Noodweer Exces</i>&nbsp;?</li><li><b data-path-to-node="15,2,0" data-index-in-node="0">Rumusan Masalah 3:</b> Apakah mekanisme <i data-path-to-node="15,2,0" data-index-in-node="36">Restorative Justice</i> dan penerbitan SKP2 merupakan instrumen hukum yang paling tepat untuk menyelesaikan perkara ini?</li></ol></p><p class="MsoNormal"><o:p><br></o:p></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede indraswara</dc:creator>
            <category>Policy</category>
            <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 17:26:24 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/hogi-minaya-43-warga-sleman-yogyakarta-pelaku-penambrak-dua-penjambret-yang-mengambil-tas-istrinya-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Menempa Arsitek Pergerakan: PMII UNNES Gelar Sekolah Penggerak Organisasi Vol. 2]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/menempa-arsitek-pergerakan-pmii-unnes-gelar-sekolah-penggerak-organisasi-vol-2-69a6f5d2b5ced</link>
            <guid isPermaLink="false">87</guid>
            <description><![CDATA[PMII UNNES gelar SPO Vol. 2 bagi kader 6 Rayon untuk asah bakat akademik &amp; non-akademik. Dibuka dengan materi Logika &amp; Retorika oleh Dede Indraswara, agenda ini fokus pada self-empowerment agar kader tidak sekadar jadi pelaksana, tapi inisiator yang bertanggung jawab atas amanah organisasi.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="5">SEMARANG</b> – Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi meluncurkan kawah candradimuka bagi para aktivis kampus melalui <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="177">Sekolah Penggerak Organisasi (SPO) Vol. 2</b>. Dibuka pada Jumat (27/02/2026), agenda strategis ini dirancang sebagai laboratorium untuk mencetak kader yang memiliki kedalaman intelektual sekaligus ketangkasan manajerial di era algoritma sosial.</p><p data-path-to-node="9">Ketua Komisariat PMII UNNES, <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="40">Athia Az-zakia Anwar</b>, menegaskan bahwa SPO Vol. 2 merupakan jawaban atas kebutuhan kaderisasi yang lebih spesifik. Diikuti oleh kader dari <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="179">6 Rayon se-UNNES</b>, kegiatan ini memfasilitasi pemetaan bakat dan minat, baik secara akademik maupun non-akademik.</p><blockquote>"Output yang kami kejar sangat jelas: setiap kader harus mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di ruang-ruang pengabdian mereka. Kami membentuk kader yang memiliki jiwa kepemimpinan mandiri (<i data-path-to-node="10" data-index-in-node="197">self-empowerment</i>), sehingga mereka hadir sebagai inisiator dan penanggung jawab amanah, bukan sekadar pelaksana teknis kegiatan," tegas Athia.</blockquote><p data-path-to-node="11"><b data-path-to-node="11" data-index-in-node="0">Dede Indraswara: Mendudukkan Logika di Atas Retorika</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="11">Sebagai narasumber perdana, <b data-path-to-node="11" data-index-in-node="81">Dede Indraswara</b> hadir membawakan materi <b data-path-to-node="11" data-index-in-node="121">"Logika dan Retorika"</b> dengan pendekatan yang segar dan provokatif. Dalam sesinya, Dede menekankan bahwa kekuatan seorang penggerak terletak pada kemampuannya membangun narasi yang kokoh secara nalar (logika) dan menyampaikannya secara persuasif (retorika).</p><p data-path-to-node="12">Materi ini diposisikan sebagai "senjata utama" bagi kader sebelum memasuki materi taktis lainnya. Tanpa logika yang jernih, retorika hanya akan menjadi kebisingan tanpa makna. Kehadiran Dede memberikan warna intelektual yang kuat bagi para peserta untuk lebih percaya diri dalam melakukan diskursus di lingkungan kampus.</p><p data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Kurikulum Penggerak: Dari Negosiasi hingga Algoritma Sosial</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="13">Di bawah komando Ketua Pelaksana, <b data-path-to-node="13" data-index-in-node="94">Soimi Zakariya</b>, SPO Vol. 2 menyuguhkan kurikulum yang sangat komprehensif. Selain Logika dan Retorika, para peserta akan digembleng dengan materi:</p><ol start="1" data-path-to-node="14"><li><p data-path-to-node="14,0,0"><b data-path-to-node="14,0,0" data-index-in-node="0">Negosiasi dan Lobbying:</b> Seni memenangkan kesepakatan.</p></li><li><p data-path-to-node="14,1,0"><b data-path-to-node="14,1,0" data-index-in-node="0">Manajemen Sidang:</b> Ketertiban dalam pengambilan keputusan kolektif.</p></li><li><p data-path-to-node="14,2,0"><b data-path-to-node="14,2,0" data-index-in-node="0">Mini Riset dan Pendataan:</b> Pergerakan berbasis data (<i data-path-to-node="14,2,0" data-index-in-node="52">data-driven movement</i>).</p></li><li><p data-path-to-node="14,3,0"><b data-path-to-node="14,3,0" data-index-in-node="0">Proposal dan Anggaran:</b> Profesionalisme tata kelola administratif.</p></li><li><p data-path-to-node="14,4,0"><b data-path-to-node="14,4,0" data-index-in-node="0">Algoritma Sosial:</b> Memahami pola gerakan di era digital.</p></li></ol><p data-path-to-node="15"><br></p><p data-path-to-node="15">Soimi Zakariya menjelaskan bahwa keberhasilan SPO Vol. 2 diukur dari kemampuan kader dalam menilai diri sendiri secara jujur—mengenali kekurangan untuk diperbaiki dan kelebihan untuk dioptimalkan.</p><blockquote>"Kami ingin melihat kader yang percaya diri dengan watak kepemimpinan yang autentik. Mereka harus mampu membuktikan tanggung jawabnya, baik dalam prestasi perkuliahan maupun dalam memikul amanah program organisasi yang mereka ikuti," pungkas Soimi.</blockquote>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 14:53:06 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/03/spo-2-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Mengapa Pria Memburu Seks, Wanita Mencari Validasi, dan Cinta Menjadi Terasa Murah]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/mengapa-pria-memburu-seks-wanita-mencari-validasi-dan-cinta-menjadi-terasa-murah-69a35d086fa13</link>
            <guid isPermaLink="false">81</guid>
            <description><![CDATA[Review buku ini membedah krisis cinta modern lewat lensa psikologi evolusioner. Di tengah ledakan cerai gugat dan fenomena judi online, terungkap benturan insting purba dengan era digital. Penulis mengajak kita melampaui dikte biologi demi membangun kesetiaan yang radikal dan bermakna.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="4">Sebagai bagian dari masyarakat yang sehari-hari menelaah irisan antara kebijakan hukum, dinamika sosial, dan psikologi evolusioner, kita sering kali dihadapkan pada sebuah paradoks yang menyayat hati. Namun hari ini, kita tidak akan bicara teori hukum yang kaku. Kita hendak mendiskusikan sembari duduk sejenak dan ngobrolin tentang kegelisahan yang mungkin diam-diam sedang kita perdebatkan dalam pikiran ataupun batin kita: <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="424" style="">Ada apa dengan cinta di zaman ini?</i></p><p data-path-to-node="5">Coba deh kita mikir, sejak kapan ganti pasangan rasanya udah kayak ganti <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="73">casing</i> HP? Di era serba aplikasi ini, memulai sebuah hubungan rasanya semudah menggeser ibu jari ke kanan (<i data-path-to-node="4" data-index-in-node="180">swipe right</i>). Kita menyeleksi manusia layaknya milih barang diskonan di katalog <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="260">online</i>.&nbsp;Namun, anehnya, kemampuan kita untuk merawat dan mempertahankan hubungan itu justru berada di titik paling rapuh dan ga bagus-bagus amat.&nbsp;</p><blockquote>Cinta, komitmen, dan tubuh manusia seolah telah berubah menjadi barang sekali pakai (<i data-path-to-node="5" data-index-in-node="400">disposable</i>).&nbsp;<br>Begitu bosan, begitu fungsi kepuasannya habis, kita buang dan cari yang baru.</blockquote><p data-path-to-node="6">Di tengah rasa lelah itu semua, ternyata tumpukan data perpisahan dan banyak keluh kesah yang kita dengar tentang "pasangan" yang tidak serius, rasanya kita perlu membuka pikiran lewat buku <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="181">"Why Men Want Sex and Women Need Love"</i> karya Allan dan Barbara Pease. Awalnya, mungkin judulnya terasa terlalu vulgar dan materialistis.</p><p data-path-to-node="7">Namun, ketika membalik halaman demi halamannya, kita akan terhenyak. Buku itu menampar kita dengan sebuah realitas brutal yang selama ini kita tutupi dengan puisi dan lagu romantis: bahwa asmara, gairah, bahkan air mata perpisahan, pada esensinya sangat disetir oleh reaksi kimia dan "insting bertahan hidup" warisan manusia purba Zaman Batu.</p><p data-path-to-node="8">Dan tahukah di mana letak kengeriannya? Ketika insting hewani ini diberi panggung oleh kemudahan era digital, tabrakannya langsung membunuh rasa saling menghargai, meremukkan kesetiaan, dan menghancurkan komitmen jangka panjang kita hingga jadi sampah. Mari kita bedah isi kepala kita pelan-pelan.</p><hr data-path-to-node="9"><h3 data-path-to-node="10">Bayang-Bayang Manusia Purba di Balik Layar Handphone</h3><p data-path-to-node="11">Mari kita akui satu fakta yang sering kita sangkal. Raga kita saat ini mungkin berada di tahun 2026 dimana serba berkemajuan, tapi otak kita ini masih dengan model otak manusia Pemburu dan Pengumpul dari ribuan tahun lalu.</p><p data-path-to-node="12">Buku ini sangat menekankan bahwa otak pria dan wanita memiliki "pengkabelan" (<i data-path-to-node="12" data-index-in-node="78">wiring</i>) yang sangat berbeda akibat peran masa lalu:</p><ul data-path-to-node="13"><li><p data-path-to-node="13,0,0"><b data-path-to-node="13,0,0" data-index-in-node="0">Pria sebagai Pemburu:</b> Otak pria berevolusi untuk fokus pada satu target (spasial), tidak banyak bicara saat berburu agar mangsa tak lari, dan sangat visual. Ini membuat pria modern tumbuh menjadi sosok yang lebih logis, berorientasi pada pemecahan masalah (solutif), namun sering kali gagap dan membisu saat dituntut menyelami kedalaman emosi, serta amat kesulitan melakukan <i data-path-to-node="13,0,0" data-index-in-node="375">multitasking</i>.</p></li><li><p data-path-to-node="13,1,0"><b data-path-to-node="13,1,0" data-index-in-node="0">Wanita sebagai Pengumpul dan Perawat:</b> Otak wanita berevolusi untuk menjaga anak, bersosialisasi dengan wanita lain di sekitar goa, dan peka terhadap perubahan lingkungan sekitarnya. Ini membuat wanita sangat mahir membaca bahasa tubuh, jago <i data-path-to-node="13,1,0" data-index-in-node="241">multi-tugas</i>, dan cara utama mereka memproses emosi serta stres adalah melalui komunikasi (berbicara).</p></li></ul><p data-path-to-node="14"><span data-path-to-node="10,0">Perbedaan "cetakan pabrik" inilah awal dari banyaknya perpisahan dalam hubungan. Data dari BPS awal tahun 2025 menyodorkan realitas bahwa sepanjang 2024, terdapat sekitar 394.000 hingga 399.000 kasus perceraian di Indonesia.</span><span data-path-to-node="10,1"><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><source-footnote _nghost-ng-c3260313426="" class="ng-star-inserted"><sup _ngcontent-ng-c3260313426="" class="superscript" data-turn-source-index="2"><!----></sup></source-footnote><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----></span><span data-path-to-node="10,2"> Dan apa penyebab utamanya? Lebih dari 64 persen&nbsp; dikarenakan perselisihan terus-menerus dan buruknya komunikasi.</span><span data-path-to-node="10,3"><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><source-footnote _nghost-ng-c3260313426="" class="ng-star-inserted"><sup _ngcontent-ng-c3260313426="" class="superscript" data-turn-source-index="3"><!----></sup></source-footnote><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----></span><span data-path-to-node="10,4"> Saat beban hidup menghimpit, pria masuk ke "Goa" kesunyian, sementara perempuan merasa diabaikan. Kedua pasang itu saling melukai karena menuntut untuk menjadi cerminan diri, padahal mereka didesain berbeda.</span></p><hr data-path-to-node="15"><h3 data-path-to-node="16"><b data-path-to-node="16" data-index-in-node="0">Daya Tarik: Mata Pria dan Dahaga Wanita</b></h3><p data-path-to-node="17">Kita sering bersikap munafik. Kita mengutuk laki-laki yang hanya memuja fisik, dan mencela perempuan yang dituduh "matre". Padahal, jika kita berani jujur, alam bawah sadar kita hanya sedang menjalankan perintah evolusi.</p><p data-path-to-node="18"><b data-path-to-node="18" data-index-in-node="0">Pria Adalah Makhluk Visual</b>
<br>Pria didorong oleh biologi untuk mencari tanda-tanda kesuburan. Pria tidak sekadar mencari "kecantikan", melainkan indikator bahwa seorang wanita sehat dan mampu melahirkan keturunan. Indikator ini meliputi kulit yang bersih, mata yang cerah, rambut yang tebal, dan yang paling penting: <b data-path-to-node="18" data-index-in-node="314">Rasio Pinggang-Pinggul (<i data-path-to-node="18" data-index-in-node="338">Waist-to-Hip Ratio</i> / WHR) di angka 0,7 (bentuk jam pasir)</b>. Secara historis dan bawah sadar, ini adalah tanda tingkat kesuburan tertinggi dan bukti bahwa sang wanita belum hamil. Di dunia modern, dorongan visual ini sering menjebak pria pada ilusi fisik, melupakan kecocokan karakter.</p><p data-path-to-node="19"><b data-path-to-node="19" data-index-in-node="0">Wanita dan Ilusi Keamanan</b>
<br>Jika pria memburu kesuburan, perempuan memburu rasa aman. Kehamilan di masa purba membuat perempuan sangat rentan; mereka butuh jaminan bahwa sang pria bisa membawa pulang "daging" buruan. Di abad ini, daging itu bernama uang.&nbsp;</p><p data-path-to-node="19">Mari kita perhatikan kutipan teks asli dari buku ini yang mengutip riset Dr. Thomas Pollett:</p><blockquote data-path-to-node="20"><p data-path-to-node="20,0"><i data-path-to-node="20,0" data-index-in-node="0">"Money does for men what makeup does for women... Dr. Thomas Pollett and Prof. Daniel Nettle found that the pleasure women get from making love is directly linked to the size of their partner's bank account. The higher a man's income and resources go, the higher women's orgasm frequency rises."</i></p></blockquote><p data-path-to-node="21"><b data-path-to-node="21" data-index-in-node="0">Makna &amp; Terjemahan:</b> Uang bagi pria ibarat riasan wajah (<i data-path-to-node="21" data-index-in-node="56">makeup</i>) bagi wanita. Peneliti menemukan bahwa kenikmatan seksual yang didapatkan wanita berkorelasi langsung dengan ukuran saldo bank pasangannya. Semakin tinggi pendapatan pria, frekuensi orgasme wanita semakin meningkat. Ini bukan soal materialisme murahan; ini adalah sains evolusi. Rasa aman secara absolut membuat sistem saraf wanita rileks, yang merupakan prasyarat biologis bagi mereka untuk bisa melepaskan diri dan mencapai puncak kepuasan.</p><p data-path-to-node="4">Namun, sebuah tragedi yang jauh lebih sunyi dan menyayat hati sedang menggerogoti ruang-ruang keluarga kita hari ini: <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="118">runtuhnya sosok sang pelindung.</b> Apa jadinya jika pondasi rasa aman itu tidak pernah dibangun, atau justru dihancurkan oleh laki-laki yang lari dari tanggung jawab? Di era modern ini, kita terlalu sering menyaksikan laki-laki yang kehilangan arah, enggan berjuang, dan gagal menjadi tempat bersandar. Ketika seorang laki-laki menyerah pada kemalasan dan gagal memikul bebannya sebagai sang penyedia (<i data-path-to-node="4" data-index-in-node="517">provider</i>), matilah satu hal yang paling krusial dalam dada seorang perempuan: <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="595">rasa hormat</b>.</p><p data-path-to-node="5">Kehancuran ini terasa makin perih ketika sang perempuan justru tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih tangguh, dominan, dan mapan secara finansial. Secara insting purba, perempuan mencari dahan untuk bernaung. Namun, ketika ia menengok ke samping dan melihat pasangannya yang tidak mapan justru berubah menjadi "benalu" yang hanya menyedot energi dan kewarasannya, ilusi bahwa ia membutuhkan sosok pelindung pun sirna seketika.</p><p data-path-to-node="6">Keputusasaan yang ditahan bertahun-tahun itu perlahan bermutasi menjadi rasa muak. Ia merasa tak lagi membutuhkan pendamping yang hanya menjadi beban. Pada titik inilah cinta benar-benar menemui ajalnya: ketika laki-laki kehilangan harga dirinya karena menanggalkan tanggung jawab, dan perempuan membekukan hatinya karena sadar ia bisa membawa pulang "daging buruannya" sendiri. Tanpa rasa hormat dan rasa aman, ikatan batin itu tidak sekadar retak; ia hancur lebur tanpa sisa.</p><hr data-path-to-node="23"><h3 data-path-to-node="24"><b data-path-to-node="24" data-index-in-node="0">Seksualitas Modern: <i data-path-to-node="24" data-index-in-node="23">Microwave</i> vs. <i data-path-to-node="24" data-index-in-node="37">Oven Listrik</i></b></h3><p data-path-to-node="25">Ini adalah area di mana buku ini berbicara paling lantang dan jujur (meski kadang memicu perdebatan).</p><p data-path-to-node="26"><b data-path-to-node="26" data-index-in-node="0">Cowok Bisa Seks Tanpa Cinta</b><br>Dorongan seks pria dikendalikan oleh testosteron, yang kadarnya jauh lebih tinggi daripada wanita. Tujuan biologis pria purba adalah menyebarkan benihnya sebanyak mungkin demi kelangsungan spesies. Oleh karena itu, pria dapat dengan mudah melakukan hubungan seks murni untuk pelepasan fisik tanpa melibatkan perasaan apa pun. Bagi pria, seks dan cinta bisa berada di dua kotak yang terpisah di dalam otaknya.</p><p data-path-to-node="27"><i data-path-to-node="27" data-index-in-node="0">Fakta ini pulalah yang menjelaskan mengapa pria suka pornografi dan membayar untuk seks:</i> Industri ini memfasilitasi fantasi biologis pria untuk menyebarkan benih ke banyak wanita secara visual atau fisik, tanpa harus mengeluarkan komitmen sumber daya jangka panjang, waktu, atau energi emosional.</p><p data-path-to-node="28"><b data-path-to-node="28" data-index-in-node="0"><b data-path-to-node="26" data-index-in-node="0">Cewek Butuh Konteks Emosi&nbsp;</b></b><br>Sebaliknya, biologi menuntut perempuan untuk berhati-hati memilih pasangan karena merekalah yang akan menanggung beban kehamilan selama 9 bulan. Seks bagi wanita sangat terikat dengan hormon oksitosin (hormon pengikat/cinta).</p><p data-path-to-node="28">&nbsp;Penulis menggunakan analogi:</p><ul data-path-to-node="29"><li><p data-path-to-node="29,0,0"><b data-path-to-node="29,0,0" data-index-in-node="0">Pria itu seperti <i data-path-to-node="29,0,0" data-index-in-node="17">microwave</i>:</b> Bisa "panas" dalam hitungan detik hanya dengan stimulasi visual sekilas.</p></li><li><p data-path-to-node="29,1,0"><b data-path-to-node="29,1,0" data-index-in-node="0">Wanita itu seperti oven listrik:</b> Butuh waktu untuk dipanaskan secara bertahap.</p></li></ul><p data-path-to-node="30"><i data-path-to-node="30" data-index-in-node="0">Foreplay</i> bagi wanita tidak dimulai sepuluh menit sebelum berhubungan intim di atas ranjang. <i data-path-to-node="30" data-index-in-node="92">Foreplay</i> adalah proses 24 jam sebelumnya: ketika pasangannya membantu mencuci piring, mendengarkan keluh kesahnya, memberikan perhatian kecil, atau memeluknya tanpa tendensi seksual.</p><p data-path-to-node="31">Namun, di balik kerasnya cangkang biologi pria, Pease menyuguhkan data mengejutkan yang mendobrak mitos maskulinitas:</p><blockquote data-path-to-node="32"><p data-path-to-node="32,0"><i data-path-to-node="32,0" data-index-in-node="0">"Why Men Regard Sex As More Intimate Than Women Do... In a recent study of “hooking up,” 50% of women and 52% of men said that they went into this sexual experience hoping to begin a longer relationship... Men fall in love faster than women do, because they are so visual. They are more dependent on their girlfriends because they have fewer intimate relationships with their male peers. They are 2.5 times more likely to kill themselves when a relationship ends."</i></p></blockquote><p data-path-to-node="33"><b data-path-to-node="33" data-index-in-node="0">Makna &amp; Terjemahan:</b> Secara mengejutkan, dalam kultur seks kasual (<i data-path-to-node="33" data-index-in-node="66">hookup</i>), 52% pria (sedikit lebih tinggi dari wanita di angka 50%) justru berharap hubungan seks sesaat itu bisa berlanjut menjadi hubungan asmara jangka panjang. Pria jatuh cinta lebih cepat karena sifat visual mereka. Dan secara ironis, pria jauh lebih bergantung secara emosional pada pasangan wanitanya, karena pria jarang memiliki tempat curhat yang intim dengan sesama teman prianya. <b data-path-to-node="33" data-index-in-node="455">Itulah mengapa pria 2,5 kali lebih rentan bunuh diri saat hubungan hancur.</b></p><hr data-path-to-node="34"><h3 data-path-to-node="35"><b data-path-to-node="35" data-index-in-node="0">Anatomi Perselingkuhan</b></h3><p data-path-to-node="36">Ketika insting liar menang melawan komitmen, perselingkuhan terjadi. Meskipun tanda-tandanya bisa sama (perubahan rutinitas, mendadak modis, menyembunyikan ponsel, atau reaksi gugup), motivasi dasarnya sangat berbeda menurut gender:</p><ul data-path-to-node="37"><li><p data-path-to-node="37,0,0"><b data-path-to-node="37,0,0" data-index-in-node="0">Mengapa Pria Berselingkuh:</b> Biasanya murni karena dorongan seksual, variasi, dan sifat oportunistik (ada kesempatan). Sering kali ini sebatas urusan fisik dan tidak berarti ia membenci istrinya atau ingin bercerai.</p></li><li><p data-path-to-node="37,1,0"><b data-path-to-node="37,1,0" data-index-in-node="0">Mengapa Wanita Berselingkuh:</b> Jarang sekali murni karena seks. Wanita berselingkuh karena merasa diabaikan secara emosional, kesepian yang teramat sangat, atau secara bawah sadar sedang mencari pasangan/penyedia (<i data-path-to-node="37,1,0" data-index-in-node="212">provider</i>) yang lebih baik (<i data-path-to-node="37,1,0" data-index-in-node="239">upgrade</i>). Jika wanita berselingkuh, biasanya hatinya sudah ikut pindah jauh sebelum tubuhnya menyusul.</p></li></ul><p data-path-to-node="38">Karena takut akan luka-luka komitmen seperti ini, generasi muda kita akhirnya membangun benteng pertahanan rapuh yang disebut <b data-path-to-node="38" data-index-in-node="126"><i data-path-to-node="38" data-index-in-node="126">Situationship</i></b>—sebuah zona abu-abu demi mendapat kehangatan tanpa tanggung jawab. Imbasnya, lahirlah budaya pengecut seperti <b data-path-to-node="38" data-index-in-node="250"><i data-path-to-node="38" data-index-in-node="250">Ghosting</i></b> (menghilang tiba-tiba) atau <b data-path-to-node="38" data-index-in-node="287"><i data-path-to-node="38" data-index-in-node="287">Breadcrumbing</i></b> (memberi "remah-remah" perhatian agar korban tetap bergantung). Betapa murahnya harga air mata di era ini.</p><hr data-path-to-node="39"><h3 data-path-to-node="40"><b data-path-to-node="40" data-index-in-node="0">Mahkota yang Berontak dan Tangis Tak Bersuara Milik Laki-Laki</b></h3><p data-path-to-node="41">Lalu, apa yang terjadi ketika perempuan menyadari bahwa ia bisa mencari "daging" buruannya sendiri? Terjadilah pergeseran tektonik. Saat ini, angka perceraian yang diajukan oleh istri (<i data-path-to-node="41" data-index-in-node="190">Cerai Gugat</i>) mendominasi secara mutlak (hampir menyentuh angka 80% dari total kasus).</p><p data-path-to-node="42">Perempuan modern—terutama di usia 40-an yang kariernya telah mapan—tidak lagi sudi dirantai oleh dogma yang menuntut mereka menelan siksaan batin demi menjaga nama baik keluarga. Kebutuhan purba akan "pria penyedia" telah dipenuhi oleh keringat mereka sendiri. Mereka memilih merdeka, meski kita tahu kemerdekaan ini dibayar mahal dengan lelahnya mengasuh anak sendirian dan menahan gempuran stigma sosial sebagai janda.</p><p data-path-to-node="43">Namun, di balik angka-angka perpisahan itu, ada sebuah realitas gelap yang sangat jarang kita bicarakan: <b data-path-to-node="43" data-index-in-node="105">runtuhnya mental laki-laki</b>.</p><p data-path-to-node="44">Jika perempuan menangis, dunia sering kali datang memeluk. Namun ketika laki-laki hancur, ia biasanya mati dalam diam. Data mengungkap bahwa laki-laki berstatus bercerai atau berpisah memiliki risiko bunuh diri yang meroket mengerikan, bahkan bisa menyentuh angka 9 kali lipat pada usia di bawah 34 tahun.</p><p data-path-to-node="45">Mengapa? Karena sejak kecil, laki-laki dilarang menangis. Pada akhirnya, laki-laki cenderung menjadikan pasangan perempuannya sebagai <b data-path-to-node="45" data-index-in-node="134">satu-satunya</b> jangkar emosional. Ketika perempuan itu pergi, laki-laki kehilangan rumahnya, identitasnya, dan satu-satunya tempat di muka bumi di mana ia diizinkan untuk menjadi rapuh. Rasa sakit itu mengendap di ruang-ruang sepi, berubah menjadi keputusasaan yang fatal.</p><hr data-path-to-node="46"><h3 data-path-to-node="47"><b data-path-to-node="47" data-index-in-node="0">Menyemai Kembali Jangkar di Lautan yang Bising</b></h3><p data-path-to-node="48">Pada akhirnya, <i data-path-to-node="48" data-index-in-node="15">"Why Men Want Sex and Women Need Love"</i> menampar kita dengan satu kesadaran absolut. Membawa insting manusia purba, dikendalikan oleh hormon, dan mudah tergoda pada hal baru memanglah takdir biologi kita. Namun, rentetan sains dan angka-angka ini tidak disuguhkan sebagai pembenaran atas luka-luka yang kita ciptakan. Ia justru meletakkan cermin besar di hadapan kita, menyisakan sebuah pertanyaan sunyi untuk dijawab sendiri.</p><p data-path-to-node="49">Di era di mana hubungan begitu mudah dibuang (<i data-path-to-node="49" data-index-in-node="46">disposable</i>), sosok tergantikan hanya dengan satu usapan layar, dan manusia nyaman bersembunyi di balik dinginnya dunia digital, akankah kita terus tunduk pada "sandi genetik" tersebut?</p><p data-path-to-node="50">Memilih untuk setia dan berempati, pada akhirnya, adalah <b data-path-to-node="50" data-index-in-node="57">murni kehendak bebas kita</b>. Di zaman yang serba instan dan mudah menguap ini, kesetiaan jangka panjang justru menjadi bentuk pemberontakan yang paling elegan dan radikal.</p><p data-path-to-node="51">Cinta sejati rupanya bukanlah tentang ketidakhadiran insting liar di dalam diri kita. Cinta sejati adalah ketika dua anak manusia ini saling menatap. Keduanya menyadari seberapa rapuh, egois, dan rusaknya kode genetik di dalam kepala mereka, namun tetap tersenyum.&nbsp;</p><p data-path-to-node="51">Dan dengan sadar, mereka memilih untuk saling menggenggam tangan—melampaui biologi, menentang algoritma, dan berkomitmen membangun makna bersama.</p><blockquote>Setiap hari. Sampai napas berhenti.</blockquote><p data-path-to-node="52">Kini, kenyataan evolusi itu sudah tergelar telanjang di depan mata. Akankah kita membiarkan "nafsu" mendikte akhir cerita kita, atau memilih untuk menulis takdir cinta kita sendiri? Jawabannya, sepenuhnya ada di genggaman kita masing-masing.</p><p data-path-to-node="52"><br></p><h3 data-path-to-node="30">Daftar Pustaka</h3><ol start="1" data-path-to-node="31"><li><p data-path-to-node="31,0,0"><b data-path-to-node="31,0,0" data-index-in-node="0">Badan Pusat Statistik (BPS).</b> (2025). <i data-path-to-node="31,0,0" data-index-in-node="37">Statistik Indonesia 2025: Data Nikah dan Cerai Nasional 2024</i>.</p></li><li><p data-path-to-node="31,1,0"><b data-path-to-node="31,1,0" data-index-in-node="0">Pease, Allan &amp; Barbara.</b> (2012). <i data-path-to-node="31,1,0" data-index-in-node="32">Why Men Want Sex and Women Need Love</i>. Orion Publishing Group.</p></li><li><p data-path-to-node="31,2,0"><b data-path-to-node="31,2,0" data-index-in-node="0">Wilson, Michael, et al.</b> (2025). <i data-path-to-node="31,2,0" data-index-in-node="32">Separated Men Are Nearly 5 Times More Likely to Take Their Lives Than Married Men: A Global Systematic Review</i>. Orygen Research &amp; University of Melbourne.</p></li><li><p data-path-to-node="31,3,0"><b data-path-to-node="31,3,0" data-index-in-node="0">Pollet, Thomas V. &amp; Nettle, Daniel.</b> (2009). <i data-path-to-node="31,3,0" data-index-in-node="44">Partner Wealth Predicts Self-Reported Orgasm Frequency in a Sample of Chinese Women</i>. Journal of Evolution and Human Behavior.</p></li><li><p data-path-to-node="31,4,0"><b data-path-to-node="31,4,0" data-index-in-node="0">GoodStats Data.</b> (2025). <i data-path-to-node="31,4,0" data-index-in-node="24">Cerai Gugat Dominasi Kasus Perceraian 2020-2024</i>.</p></li><li><p data-path-to-node="31,5,0"><b data-path-to-node="31,5,0" data-index-in-node="0">Databoks Katadata.</b> (2025). <i data-path-to-node="31,5,0" data-index-in-node="27">Perceraian Akibat Judi di Indonesia Meroket 83% pada 2024</i>.</p></li><li><p data-path-to-node="31,6,0"><b data-path-to-node="31,6,0" data-index-in-node="0">Jumadi.</b> (2025). <i data-path-to-node="31,6,0" data-index-in-node="16">Fenomena Ghosting dalam Hubungan Romantis: Analisis Psikologis dan Dampaknya</i>. Jurnal Ilmu Psikologi.</p></li><li><p data-path-to-node="31,7,0"><b data-path-to-node="31,7,0" data-index-in-node="0">Psychology Today.</b> (2025). <i data-path-to-node="31,7,0" data-index-in-node="26">Decoding Modern Dating: The New Lingo You Need to Know</i>.<br><br><br></p></li></ol><div><h3 data-path-to-node="47"><b data-path-to-node="31,0,0" data-index-in-node="0" style="color: rgb(26, 26, 26); font-family: &quot;Plus Jakarta Sans&quot;, sans-serif; font-size: 16px;">Oleh: Dede Indrawara&nbsp;<br></b><i data-path-to-node="31,0,0" data-index-in-node="37" style="color: rgb(26, 26, 26); font-family: &quot;Plus Jakarta Sans&quot;, sans-serif; font-size: 16px;">Pemerhati Sosial Masyarakat</i></h3></div>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede Indraswara</dc:creator>
            <category>Opinion</category>
            <pubDate>Sat, 28 Feb 2026 21:27:08 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/why-men-want-sex-and-women-need-love-karya-allan-dan-barbara-pease-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[AS Kenakan Tarif Ekspor Panel Surya Indonesia, Industri EBT Tertekan]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/as-kenakan-tarif-ekspor-panel-surya-indonesia-industri-ebt-tertekan-699eee4ea50e4</link>
            <guid isPermaLink="false">80</guid>
            <description><![CDATA[Amerika Serikat menetapkan bea masuk sementara lebih dari 100% terhadap panel surya Indonesia dalam investigasi subsidi. Kebijakan ini berpotensi menekan ekspor, mengganggu daya saing industri EBT nasional, serta memaksa produsen mencari pasar alternatif di tengah proteksionisme global.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Amerika Serikat menetapkan bea masuk sementara (preliminary countervailing duties) terhadap impor panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Kebijakan ini berpotensi menekan daya saing ekspor produk energi terbarukan Indonesia di pasar global.</p><p>Departemen Perdagangan AS menyebut produsen panel surya dari ketiga negara tersebut diduga menerima subsidi yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil. Untuk Indonesia, tarif awal yang dikenakan dilaporkan mencapai lebih dari 100 persen, tergantung pada produsen yang terlibat</p><p>Keputusan ini masih bersifat sementara dan akan dilanjutkan dengan penetapan final pada pertengahan 2026 setelah investigasi lanjutan selesai</p><p>Langkah proteksionis tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi perdagangan global sektor energi bersih, khususnya rantai pasok panel surya yang melibatkan Asia sebagai basis produksi utama.</p><p>Dampak terhadap Industri Nasional</p><p>Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berupaya membangun kapasitas manufaktur panel surya domestik untuk mendukung target bauran energi terbarukan 23 persen dan komitmen penurunan emisi. Namun, pasar ekspor tetap menjadi komponen penting untuk menjaga skala ekonomi dan efisiensi produksi.</p><p>Dengan tarif masuk yang tinggi, potensi ekspor ke AS berisiko tertekan signifikan. Jika kebijakan tersebut bertahan hingga keputusan final, produsen nasional kemungkinan harus mengalihkan pasar ekspor ke kawasan lain seperti Asia Selatan, Timur Tengah, atau Afrika.</p><p>Di sisi lain, kebijakan ini juga bisa mendorong konsolidasi industri dan peningkatan kandungan lokal agar struktur biaya lebih kompetitif. Pemerintah Indonesia berpotensi melakukan pendekatan diplomatik atau menempuh jalur sengketa perdagangan jika dianggap merugikan secara sistemik.</p><p>Implikasi bagi Transisi Energi</p><p>Kebijakan tarif ini menghadirkan dilema dalam agenda transisi energi global. Di satu sisi, negara maju mendorong percepatan energi bersih. Di sisi lain, kebijakan proteksi perdagangan berisiko memperlambat distribusi teknologi surya yang lebih terjangkau.</p><p>Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya mempertahankan akses pasar, tetapi juga memperkuat ekosistem industri hulu–hilir panel surya domestik. Ketahanan industri EBT tidak lagi hanya soal insentif fiskal, tetapi juga strategi perdagangan internasional dan diplomasi ekonomi.</p><p>Jika tidak diantisipasi dengan strategi diversifikasi pasar dan peningkatan daya saing, tekanan eksternal seperti ini dapat menghambat akselerasi industri energi terbarukan nasional di tengah kompetisi global yang semakin ketat.</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Energy</category>
            <pubDate>Wed, 25 Feb 2026 12:43:27 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/168580-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Dialog Strategis Pemerintah dan INPEX: Restu Sosial Proyek Masela Menguat, Perizinan Jadi Titik Kritis]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/dorong-budaya-kerja-cerdas-bpp-disnakertrans-jateng-bedah-sistem-manajemen-kaizen-teian-699ed56fdf0c4</link>
            <guid isPermaLink="false">79</guid>
            <description><![CDATA[Dialog pemerintah dan INPEX mengungkap dukungan sosial terhadap Proyek LNG Blok Masela semakin kuat. Namun kompleksitas perizinan lintas kementerian dan daerah masih menjadi hambatan utama. Finalisasi FEED, amendment AMDAL, dan integrasi CCS menjadi kunci percepatan proyek menuju target produksi 202]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Proyek LNG di Blok Masela memasuki fase penentuan. Dukungan sosial masyarakat disebut semakin solid, namun kompleksitas perizinan lintas kementerian dan pemerintah daerah masih menjadi hambatan utama yang menahan percepatan proyek strategis tersebut.</p><p>Hal itu mengemuka dalam dialog antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan manajemen INPEX Masela Ltd. terkait perkembangan Proyek Abadi LNG dalam forum pembahasan debottlenecking investasi, 24 Februari 2026.</p><hr><h2>Restu Sosial Menguat, Ekspektasi Ekonomi Tinggi</h2><p>Dalam dialog tersebut, pemerintah menanyakan secara langsung kondisi penerimaan masyarakat pasca persetujuan pelepasan kawasan hutan untuk pengembangan fasilitas darat (onshore LNG).</p><p>Perwakilan INPEX menyampaikan bahwa tingkat penerimaan masyarakat tergolong tinggi.</p><blockquote>
<p>“Mereka sudah lama menunggu proyek ini,” ujar Rudi Imran, Vice President SCM &amp; IT INPEX Masela.</p>
</blockquote><p>Dukungan sosial tersebut dinilai sebagai modal penting, mengingat proyek ini diharapkan membawa dampak ekonomi signifikan bagi Maluku, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun aktivitas ekonomi turunan.</p><p>Namun terdapat dua isu sensitif yang menjadi perhatian warga:</p><ol>
<li>Kompensasi bagi masyarakat yang sebelumnya memanfaatkan kawasan hutan.</li>
<li>Prioritas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.</li>
</ol><p>Isu tersebut menjadi krusial untuk menjaga stabilitas sosial ketika proyek memasuki tahap konstruksi fisik.</p><hr><h2>Perizinan Lintas Sektor Jadi Hambatan Utama</h2><p>Meski dukungan sosial relatif kuat, tantangan terbesar justru berada pada sisi birokrasi.</p><p>Manajemen INPEX mengakui bahwa kompleksitas approval menjadi faktor paling menghambat pergerakan proyek.</p><blockquote>
<p>“Kami melihat tingkat kompleksitas yang cukup tinggi, baik di pusat maupun daerah. Banyak instansi yang harus dilibatkan dalam proses approval.”</p>
</blockquote><p>Ketika ditanya apakah seluruh proses persetujuan menantang, jawaban yang muncul cukup tegas:</p><blockquote>
<p>“Semua, Pak. Ini yang paling menghambat kami memulai pekerjaan di lapangan.”</p>
</blockquote><p>Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persoalan bukan pada satu izin spesifik, melainkan pada sistem koordinasi multi-level governance yang membutuhkan sinkronisasi lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.</p><hr><h2>Fasilitas Laut dan Tahap FEED Jadi Penentu</h2><p>Salah satu izin strategis yang belum berjalan adalah pembangunan fasilitas laut berupa pioneering wharf dan jetty. Fasilitas ini berskala besar dan menjadi infrastruktur vital dalam fase konstruksi.</p><p>Namun izin tersebut belum dapat diajukan sepenuhnya karena masih menunggu penyelesaian tahap Front-End Engineering Design (FEED).</p><p>Artinya, tanpa penyelesaian FEED, sejumlah approval krusial tidak bisa diproses maksimal. Ini menciptakan efek berantai terhadap timeline proyek.</p><hr><h2>Integrasi CCS dan Amendment AMDAL</h2><p>Proyek Abadi LNG sebelumnya telah mengantongi persetujuan AMDAL. Namun terdapat komponen baru yang belum tercakup dalam dokumen lama, antara lain:</p><ul>
<li>Integrasi Carbon Capture and Storage (CCS) yang masih dalam tahap FEED</li>
<li>Finalisasi lokasi fasilitas LNG yang menunggu desain akhir</li>
</ul><p>Komponen tersebut memerlukan amendment AMDAL.</p><p>Pihak pemerintah menyatakan kesiapan untuk membantu percepatan jika terdapat kekurangan cakupan dalam dokumen sebelumnya.</p><p>Langkah ini penting karena integrasi CCS menjadi bagian dari komitmen dekarbonisasi sektor gas, sekaligus meningkatkan daya saing proyek di tengah tekanan global terhadap energi fosil.</p><hr><h2>Perspektif Strategis: Ujian Tata Kelola Investasi Nasional</h2><p>Dialog tersebut memperlihatkan dinamika nyata proyek Masela saat ini:</p><ul>
<li>Dukungan sosial menguat</li>
<li>Ekspektasi ekonomi daerah meningkat</li>
<li>Namun birokrasi perizinan menjadi bottleneck utama</li>
</ul><p>Bagi pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, isu ini bukan sekadar proyek migas bernilai miliaran dolar. Ini menyangkut kredibilitas Indonesia dalam mengelola proyek strategis dan menarik investasi jangka panjang.</p><p>Sementara bagi INPEX, kepastian approval menjadi kunci agar proyek dapat bergerak dari tahap perencanaan menuju konstruksi fisik di lapangan.</p><hr><h2>Catatan Kritis Sinergynews</h2><p>Jika target onstream 2029 ingin realistis, maka fase 2026–2027 menjadi periode krusial untuk:</p><ul>
<li>Finalisasi FEED</li>
<li>Penyelesaian amendment AMDAL</li>
<li>Sinkronisasi perizinan pusat–daerah</li>
<li>Penegasan skema fiskal dan keekonomian proyek</li>
</ul><p>Tanpa pembenahan koordinasi perizinan, risiko keterlambatan berulang tetap terbuka.</p><p>Blok Masela bukan sekadar proyek LNG, melainkan simbol kemampuan Indonesia menyeimbangkan investasi besar, kepastian regulasi, dan kepentingan masyarakat lokal.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Business</category>
            <pubDate>Wed, 25 Feb 2026 10:56:47 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/168551-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Proyek Strategis Blok Masela Masuk Fase Kritis, Target Onstream 2029 Jadi Penentu Ketahanan Gas Nasional]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/proyek-strategis-blok-masela-masuk-fase-kritis-target-onstream-2029-jadi-penentu-ketahanan-gas-nasional-699ed1ba28e28</link>
            <guid isPermaLink="false">78</guid>
            <description><![CDATA[Proyek strategis Blok Masela memasuki fase krusial dengan target produksi 2029. Investasi diperkirakan mencapai US$19 miliar dan menjadi penopang pasokan gas nasional serta pertumbuhan ekonomi Maluku. Tantangan pembiayaan, desain onshore, dan kepastian regulasi menjadi faktor penentu.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Pengembangan <strong>Blok Masela</strong> kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menegaskan komitmen percepatan proyek LNG raksasa tersebut. Lapangan gas yang berada di Laut Arafura, Maluku ini dinilai sebagai salah satu proyek strategis nasional yang akan menentukan masa depan ketahanan energi dan industri hilir gas Indonesia.</p>
<p>Blok Masela dioperasikan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Inpex Corporation bersama mitra strategisnya, termasuk PT Pertamina Hulu Energi.</p>
<p>Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa), 150 juta standar kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan domestik, serta kondensat dalam jumlah signifikan.</p>
<hr>
<h2>Investasi Jumbo dan Dampak Ekonomi</h2>
<p>Nilai investasi proyek Abadi LNG di Blok Masela diperkirakan mencapai lebih dari US$19 miliar. Angka tersebut menjadikannya salah satu proyek energi terbesar dalam satu dekade terakhir.</p>
<p>Secara makro, proyek ini diproyeksikan:</p>
<ul>
<li>Meningkatkan penerimaan negara melalui bagi hasil migas</li>
<li>Menopang pasokan gas domestik jangka panjang</li>
<li>Mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku</li>
<li>Membuka ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung</li>
</ul>
<p>Namun, tantangan pembiayaan global dan dinamika harga LNG dunia menjadi faktor krusial dalam menjaga keekonomian proyek.</p>
<hr>
<h2>Target Onstream 2029: Realistis atau Ambisius?</h2>
<p>Pemerintah menargetkan proyek ini mulai berproduksi (onstream) pada 2029. Namun, sejumlah tahapan krusial masih harus dipastikan berjalan sesuai jadwal, termasuk finalisasi engineering design, kepastian investasi lanjutan, serta konstruksi fasilitas darat (onshore LNG plant).</p>
<p>Sejak diputuskan beralih dari konsep floating LNG ke skema darat (onshore) pada 2016, proyek ini mengalami sejumlah penyesuaian desain dan negosiasi ulang komersial.</p>
<p>Perubahan konsep tersebut diyakini memberikan multiplier effect lebih besar bagi daerah, namun juga meningkatkan kompleksitas teknis dan kebutuhan infrastruktur pendukung.</p>
<hr>
<h2>Ujian Ketahanan Energi Nasional</h2>
<p>Dalam konteks transisi energi, gas bumi diposisikan sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission 2060. Blok Masela menjadi salah satu tulang punggung suplai gas jangka panjang, terutama untuk industri pupuk, kelistrikan, dan petrokimia.</p>
<p>Jika terealisasi sesuai jadwal, Masela akan memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir LNG global sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan domestik.</p>
<p>Namun, keterlambatan berpotensi:</p>
<ul>
<li>Mengganggu proyeksi lifting gas nasional</li>
<li>Meningkatkan ketergantungan pada impor LNG</li>
<li>Mengurangi daya saing industri berbasis gas</li>
</ul>
<hr>
<h2>Tantangan Strategis</h2>
<p>Beberapa tantangan utama proyek ini meliputi:</p>
<ol>
<li>Kepastian investasi lanjutan di tengah transisi energi global</li>
<li>Fluktuasi harga LNG internasional</li>
<li>Infrastruktur logistik dan konektivitas di Maluku</li>
<li>Kesiapan SDM dan industri penunjang domestik</li>
</ol>
<p>Di sisi lain, stabilitas kebijakan fiskal dan regulasi menjadi kunci agar proyek ini tetap bankable dan menarik bagi investor.</p><h1>Momentum Kebangkitan Indonesia Timur</h1>
<p>Blok Masela bukan sekadar proyek migas, tetapi simbol pemerataan pembangunan kawasan timur Indonesia. Jika berhasil, proyek ini berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Maluku dan kawasan sekitarnya.</p>
<p>Kini, sorotan tertuju pada konsistensi eksekusi dan koordinasi lintas kementerian serta mitra investor agar target 2029 tidak kembali bergeser.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Energy</category>
            <pubDate>Wed, 25 Feb 2026 10:40:58 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/168550-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/bph-migas-pastikan-stok-bbm-nasional-aman-jelang-idulfitri-2026-699ece87f0f74</link>
            <guid isPermaLink="false">77</guid>
            <description><![CDATA[BPH Migas memastikan stok dan distribusi BBM nasional aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Konsumsi di jalur Trans Jawa diproyeksi naik hingga 30 persen. Pemerintah bersama Pertamina memperkuat pengawasan, menyiapkan SPBU modular, tambahan mobil tangki, serta Posko Nasional ESDM.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026. Penguatan pengawasan dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan langsung di sejumlah wilayah strategis.</p><p>Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan pengendalian stok dan distribusi dilakukan secara intensif guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran.</p><blockquote>
<p>“Kami melakukan kontrol ketat ketersediaan dan penyaluran BBM selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H. Berdasarkan realisasi hingga saat ini, insyaAllah stok BBM aman dan terkendali,” ujarnya saat menghadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Bali, Senin (23/2/2026).</p>
</blockquote><hr><h2>Realisasi Penyaluran Masih Sesuai Perencanaan</h2><p>Data hingga 19 Februari 2026 menunjukkan realisasi penyaluran BBM nasional masih berada dalam koridor perencanaan awal tahun. Dalam 50 hari pertama 2026:</p><ul>
<li>Minyak tanah terealisasi 12,84% dari kuota</li>
<li>Solar 13,22%</li>
<li>Pertalite 12,19%</li>
</ul><p>Persentase tersebut dinilai mencerminkan distribusi yang relatif stabil dan belum menunjukkan tekanan signifikan terhadap pasokan nasional.</p><p>Penguatan koordinasi dilakukan bersama PT Pertamina Patra Niaga, terutama di wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi tinggi selama periode mudik.</p><hr><h2>Konsumsi Jalur Trans Jawa Diproyeksi Naik 30 Persen</h2><p>BPH Migas memetakan sejumlah klaster prioritas pengawasan distribusi BBM.</p><h3>Klaster Trans Jawa</h3><p>Konsumsi BBM di jalur tol diperkirakan meningkat 25–30 persen dibandingkan hari normal. Titik perhatian meliputi:</p><ul>
<li>Koridor Cipali (Subang–Indramayu)</li>
<li>Ruas Semarang–Solo (Boyolali)</li>
<li>Simpul Solo–Yogyakarta (Colomadu)</li>
</ul><p>Selain itu, klaster penyeberangan seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Sementara pada klaster tujuan akhir, daerah seperti Yogyakarta, Solo Raya, Surabaya, Malang Raya, Banyumas, dan Bandung masuk dalam radar pengawasan.</p><hr><h2>Strategi Mitigasi: SPBU Modular hingga Tambahan Mobil Tangki</h2><p>Sebagai langkah antisipatif, Pertamina menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk mencegah kelangkaan dan antrean panjang di SPBU.</p><p>Langkah tersebut meliputi:</p><ul>
<li>Penguatan stok di depot penyangga</li>
<li>Penyediaan SPBU modular di jalur tol dan kawasan wisata</li>
<li>Layanan motoris untuk menjangkau kendaraan di titik kemacetan</li>
<li>Penambahan delapan unit mobil tangki di wilayah rawan lonjakan</li>
</ul><p>Dalam kunjungan lapangan, BPH Migas meninjau Fuel Terminal Sanggaran serta sejumlah SPBU di Denpasar Barat. Rata-rata stok BBM di terminal tercatat cukup untuk 6–7 hari operasional, dengan tingkat keterisian tangki timbun SPBU berkisar 60–70 persen.</p><p>Distribusi di Bali dikendalikan melalui Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis yang terintegrasi.</p><hr><h2>Posko Nasional ESDM Siaga 12–31 Maret 2026</h2><p>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengaktifkan Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri pada 12–31 Maret 2026. Posko ini mencakup pengawasan BBM, LPG, gas bumi, kelistrikan, hingga mitigasi potensi kebencanaan geologi.</p><p>Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menegaskan kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif guna memastikan jaminan pasokan energi bagi masyarakat.</p><blockquote>
<p>“Kami ingin ada jaminan pasokan yang andal bagi masyarakat agar Ramadan dan Idulfitri berjalan dengan baik,” ujarnya.</p>
</blockquote><hr><h2>Catatan Strategis</h2><p>Meski indikator awal menunjukkan kondisi terkendali, puncak arus mudik akan menjadi ujian utama ketahanan distribusi energi nasional. Lonjakan konsumsi di jalur tol dan wilayah tujuan mudik berpotensi meningkatkan tekanan pada rantai pasok jika tidak diantisipasi secara presisi.</p><p>Imbauan penggunaan BBM subsidi dan kompensasi sesuai peruntukan juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas distribusi.</p><p>Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah optimistis pasokan energi selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 tetap aman dan mampu menopang mobilitas jutaan masyarakat.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Josua Sondakh</dc:creator>
            <category>Energy</category>
            <pubDate>Wed, 25 Feb 2026 10:27:19 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/168539-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Sah! PC PMII Kota Semarang Periode 2025–2026 Resmi Dilantik, Usung Misi Profesionalisme dan Solusi untuk Kota]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/sah-pc-pmii-kota-semarang-periode-2025-2026-resmi-dilantik-usung-misi-profesionalisme-dan-solusi-untuk-kota-699a85561fa85</link>
            <guid isPermaLink="false">76</guid>
            <description><![CDATA[M. Afiq Nur Cahaya resmi pimpin PC PMII Semarang 2025–2026 usai dilantik Sekjen PB PMII di Rumdin Walikota (23/1). Dihadiri tokoh lintas sektor, pelantikan ini meneguhkan komitmen PMII untuk bergerak profesional dan menjadi motor solusi bagi permasalahan di Ibu Kota Jawa Tengah.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="7"><b data-path-to-node="7" data-index-in-node="5">SEMARANG</b> – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Semarang periode 2025–2026 resmi dilantik dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Rumah Dinas Walikota Semarang, Jumat (23/01/2026). Di bawah nakhoda baru, <b data-path-to-node="7" data-index-in-node="249">M. Afiq Nur Cahaya</b>, PMII Semarang berkomitmen memperkuat tata kelola organisasi yang profesional guna memberikan kontribusi solutif bagi dinamika Ibu Kota Jawa Tengah.</p><p data-path-to-node="7">Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) PMII, <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="130">M. Irkham Thamrin</b>. Kehadiran pimpinan pusat ini menegaskan legitimasi dan posisi strategis PC PMII Kota Semarang sebagai salah satu barometer kaderisasi di tingkat nasional.</p><p data-path-to-node="9">Agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga menjadi ajang Konsolidasi Alumni lintas generasi. Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh-tokoh penting seperti Bpk. H. Syarif Abdillah, S.Pd.I, Bpk. K.H. Kholison (Perwakilan DPD RI), serta Muh. Ngainirichadl, S.H.I.</p><p data-path-to-node="10">Ketua Mabincab PC PMII Kota Semarang, <b data-path-to-node="10" data-index-in-node="38">Muh. Zuyinalaili (Mas Zein)</b>, bersama deretan alumni senior seperti Dr. Drs. K.H. Adnan, M.A. (Pengasuh PP Kebangsaan), Pak Muhtasit (Kepala Kemenag Kota), hingga Mas Mahbub Zaki (Mas Bobby/Mabinas) turut memberikan restu bagi kepengurusan baru ini.</p><p data-path-to-node="11"><b data-path-to-node="11" data-index-in-node="0">Pesan Strategis untuk Kader</b>
Dalam sambutannya, Dr. K.H. Adnan menekankan agar PMII Semarang tidak hanya jago dalam wacana, tetapi juga harus mampu membaca kebutuhan riil masyarakat Semarang.
"PMII di Ibu Kota Jawa Tengah harus menjadi pusat intelektual yang menawarkan solusi konkret, bukan sekadar pelengkap gerakan. Profesionalitas adalah kunci agar kader mampu mewarnai berbagai sektor strategis," pesannya.</p><p data-path-to-node="12">Senada dengan hal tersebut, Mas Bobby selaku perwakilan Mabinas mengingatkan bahwa kolaborasi dengan alumni dan berbagai elemen seperti Ansor merupakan kekuatan yang harus dikelola. "Jalinan komunikasi antara pengurus aktif dan alumni melalui konsolidasi ini adalah modal utama untuk bergerak solutif dalam kota," tegasnya.</p><p data-path-to-node="13">M. Afiq Nur Cahaya, dalam pidato perdananya sebagai Ketua Cabang, menyatakan kesiapannya untuk membawa PMII Semarang ke level yang lebih mandiri secara organisasi.
"Langkah kami jelas: bergerak profesional dalam organisasi dan hadir sebagai pemberi solusi bagi kota. Kami ingin memastikan kehadiran PMII dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Semarang," ujar Afiq.</p><p data-path-to-node="14">Acara ini ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempertemukan kader aktif dengan jajaran tokoh dari PW Ansor Jateng hingga Ansor Kota Semarang, menciptakan iklim konsolidasi yang solid bagi masa depan pergerakan di Semarang.</p><p data-path-to-node="17"><br></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Sun, 22 Feb 2026 04:25:58 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/lrs-9495-2-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Nahkodai PMKRI Semarang 2026-2027, Ramanda Bima Prayuda Usung Misi Transformasi Tata Kelola dan Kaderisasi]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/nahkodai-pmkri-semarang-2026-2027-ramanda-bima-prayuda-usung-misi-transformasi-tata-kelola-dan-kaderisasi-6995832e817eb</link>
            <guid isPermaLink="false">75</guid>
            <description><![CDATA[Ramanda Bima Prayuda resmi nahkodai PMKRI Semarang 2026-2027. Ia mengusung misi transformasi tata kelola organisasi, penguatan pengkaderan spiritual-intelektual, serta mereposisi peran PMKRI sebagai mitra strategis Gereja dan mitra kritis pemerintah demi keadaban publik.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="7"><b data-path-to-node="7" data-index-in-node="5">SEMARANG</b> – Ramanda Bima Prayuda resmi mengemban amanah sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang Sanctus Gregorius periode 2026-2027. Di bawah kepemimpinannya satu periode ke depan, Ramanda membawa misi besar untuk melakukan transformasi organisasi yang lebih responsif dan berdampak nyata.</p><p data-path-to-node="8">Pasca pelantikan resminya di Wisma Pemda Jateng, Sabtu (14/02), Ramanda memaparkan arah gerak strategis yang akan menjadi kompas bagi kepengurusannya. Ia menegaskan bahwa PMKRI Semarang harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.</p><p data-path-to-node="8"><br></p><p data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">Tiga Pilar Transformasi</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="9">Ramanda menekankan tiga gagasan utama yang akan menjadi prioritas kerjanya:</p><ol start="1" data-path-to-node="10"><li><p data-path-to-node="10,0,0"><b data-path-to-node="10,0,0" data-index-in-node="0">Transformasi Tata Kelola:</b> Membangun struktur organisasi yang lebih solid dan terstruktur agar mampu merespons dinamika sosial-politik dengan lebih cepat.</p></li><li><p data-path-to-node="10,1,0"><b data-path-to-node="10,1,0" data-index-in-node="0">Kaderisasi Berbasis Karakter:</b> Memperkuat sistem pengkaderan sebagai "jantung pergerakan" dengan menyeimbangkan antara tajamnya kualitas intelektual dan kematangan spiritual setiap kader.</p></li><li><p data-path-to-node="10,2,0"><b data-path-to-node="10,2,0" data-index-in-node="0">Reposisi Strategis:</b> Menempatkan kembali PMKRI Semarang sebagai mitra strategis Gereja, sekaligus mitra kritis-konstruktif bagi Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga iklim toleransi dan keadaban publik.</p></li></ol><p data-path-to-node="11">Dalam pernyataan resminya, sosok yang dikenal visioner ini mengajak seluruh elemen anggota untuk kembali ke khittah pelayanan yang berdampak.</p><blockquote>"PMKRI Cabang Semarang harus menjadi rumah pengkaderan yang kokoh sekaligus ruang perutusan yang nyata. Dalam kasih kita melayani, dan dalam pelayanan itu kita hadir membawa dampak bagi Gereja dan bangsa demi terwujudnya <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="221">Bonum Commune</i> (Kesejahteraan Bersama)," tegas Ramanda.</blockquote><p data-path-to-node="13">Kehadiran Ramanda sebagai pemimpin baru diharapkan mampu membawa angin segar bagi gerakan mahasiswa Katolik di Semarang, terutama dalam memperkuat sinergi dengan lintas elemen masyarakat demi menjaga predikat Semarang sebagai kota toleran di Indonesia.</p><p data-path-to-node="13"><br></p><p data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="16" data-index-in-node="0">BACA JUGA:</b>&nbsp;</p><a href="https://sinergynews.id/berita/teguhkan-spiritualitas-dan-intelektualitas-dpc-pmkri-semarang-periode-2026-2027-resmi-dilantik-699581cf39f74" target="_blank">Teguhkan Spiritualitas dan Intelektualitas, DPC PMKRI Semarang Periode 2026-2027 Resmi Dilantik</a>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede Indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Wed, 18 Feb 2026 09:21:22 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/ramanda-bima-prayuda-resmi-dilantik-sebagai-ketua-dpc-pmkri-cabang-semarang-periode-2026-2027-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Teguhkan Spiritualitas dan Intelektualitas, DPC PMKRI Semarang Periode 2026-2027 Resmi Dilantik]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/teguhkan-spiritualitas-dan-intelektualitas-dpc-pmkri-semarang-periode-2026-2027-resmi-dilantik-699581cf39f74</link>
            <guid isPermaLink="false">74</guid>
            <description><![CDATA[DPC PMKRI Semarang periode 2026-2027 resmi dilantik di Wisma Pemda Jateng (14/2). Mengusung tema &quot;Caritate Servimus&quot;, Ketua terpilih Ramanda Bima fokus pada pembenahan tata kelola, pengkaderan spiritual-intelektual, serta sinergi strategis dengan Gereja dan penjagaan toleransi di Kota Semarang.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="7"><b data-path-to-node="7" data-index-in-node="5">SEMARANG</b> – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang Sanctus Gregorius resmi memulai babak baru kepemimpinan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026-2027 resmi dilantik dalam upacara khidmat di Wisma Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (14/02/2026), dengan komitmen memperkuat pilar intelektualitas dan spiritualitas kader.</p><p data-path-to-node="8">Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Moderator PMKRI Semarang, Romo Hery. Misa syukur ini menjadi fondasi spiritual bagi para pengurus sebelum mengemban tugas perutusan satu periode ke depan.</p><p data-path-to-node="9">Memasuki agenda utama, Sidang Pelantikan dan Serah Terima Jabatan mengusung tema <i data-path-to-node="9" data-index-in-node="81">“Caritate Servimus: Dalam Kasih, Kita Melayani”</i>. Berdasarkan ketetapan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) ke-LVII, <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="194">Ramanda Bima Prayuda</b> resmi dikukuhkan sebagai Ketua Presidium oleh Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI, <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="304">Susana F. M. Kandaimu</b>.</p><blockquote>Dalam arahannya, Susana menekankan bahwa kader PMKRI harus adaptif terhadap tantangan global. "Organisasi ini adalah wadah pembentukan karakter untuk menyambut bonus demografi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegasnya.</blockquote><p data-path-to-node="11"><b data-path-to-node="11" data-index-in-node="0">Visi Strategis Kepengurusan Baru</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="11">Ketua Presidium terpilih, Ramanda Bima Prayuda, memaparkan tiga fokus utama yang akan menjadi kompas gerak organisasinya:</p><ol start="1" data-path-to-node="12"><li><p data-path-to-node="12,0,0"><b data-path-to-node="12,0,0" data-index-in-node="0">Pembenahan Tata Kelola:</b> Menciptakan struktur organisasi yang solid dan akuntabel.</p></li><li><p data-path-to-node="12,1,0"><b data-path-to-node="12,1,0" data-index-in-node="0">Pengkaderan Jantung Pergerakan:</b> Mencetak kader yang tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.</p></li><li><p data-path-to-node="12,2,0"><b data-path-to-node="12,2,0" data-index-in-node="0">Sinergi Gereja dan Masyarakat:</b> Memperkuat peran PMKRI sebagai mitra strategis dan perpanjangan tangan Gereja dalam merespons realitas sosial.</p></li></ol><p data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Menjaga Marwah Kota Toleran</b>
Pelantikan ini turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, <b data-path-to-node="13" data-index-in-node="97">Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si.</b>, yang mewakili Pemerintah Kota Semarang. Dalam sambutannya, ia menitipkan harapan besar agar PMKRI terus menjadi garda terdepan dalam merawat keberagaman.</p><p data-path-to-node="14">"Semarang adalah kota paling toleran ketiga di Indonesia. Saya berharap PMKRI di bawah kepemimpinan baru dapat terus menjadi penggerak dalam menjaga harmoni dan toleransi yang telah kita bangun," ungkap Dr. Bambang.</p><p data-path-to-node="15">Acara yang juga dihadiri perwakilan DPRD Kota Semarang, F. Tika Mantofany, dan Komda PMKRI Jateng, Nathanael Bremana ini, kemudian dilanjutkan dengan sesi <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="155">Talkshow</i> sebagai ruang diskursus intelektual kader, sebelum akhirnya ditutup dengan Malam Fraternitas yang hangat antara pengurus, alumni, dan tamu undangan.</p><p data-path-to-node="15"><br></p><p data-path-to-node="15"><b data-path-to-node="16" data-index-in-node="0">BACA JUGA:</b>&nbsp;</p><p data-path-to-node="15"><a href="https://sinergynews.id/berita/cetak-instruktur-militan-pc-pmii-kota-semarang-perkuat-akar-kaderisasi-melalui-pic-2026-698decaa37c8f" target="_blank">Keberhasilan PC PMII Kota Semarang dalam mencetak instruktur kaderisasi melalui agenda Pelatihan Instruktur Cabang (PIC) 2026 guna memperkuat roda organisasi mahasiswa di Semarang.</a><br></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede Indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Wed, 18 Feb 2026 09:17:43 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/dpc-pmkri-cabang-semarang-periode-2026-2027-resmi-dilantik-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Review Hukum Film “12 Angry Men” (1957): Kacamata Keadilan dan Dialektika Sistem Common Law]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/review-hukum-film-12-angry-men-1957-kacamata-keadilan-dan-dialektika-sistem-common-law-69940d5d2c09c</link>
            <guid isPermaLink="false">73</guid>
            <description><![CDATA[Ulasan 12 Angry Men ini membedah dinamika sistem juri Common Law dalam pencarian kebenaran. Kayla Achri Salsabila membandingkannya dengan sistem Civil Law Indonesia, menyoroti subjektivitas manusia dalam hukum, serta memaknai keadilan sebagai proses intelektual yang tiada henti.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="5"><b data-path-to-node="5" data-index-in-node="0">Oleh: KAYLA ACHRI SALSABILA</b>
<i data-path-to-node="5" data-index-in-node="28">(Pemerhati Film dan Akademisi Hukum)</i></p><p data-path-to-node="6">Sebagai mahluk sosial yang hidup dalam dinamika kelompok, keadilan sering kali menjadi topik perdebatan yang tak kunjung usai. Tafsir atas keadilan lahir dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam, yang diwariskan secara turun-temurun selama ribuan tahun hingga menjadi pijakan dalam merumuskan apa yang dianggap "adil". Dalam sejarah peradaban, keadilan dipandang sebagai upaya membebaskan manusia dari diskriminasi dan ketimpangan. Namun, sebagaimana maknanya yang tidak tunggal, jalan untuk mencapainya pun selalu bercabang.</p><p data-path-to-node="7">Gagasan inilah yang diangkat oleh Sidney Lumet melalui film klasiknya, <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="71">12 Angry Men</i>. Film bergenre <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="99">legal</i> dan <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="109">psychological drama</i> ini tampil dalam format hitam-putih—sebuah pilihan artistik yang merefleksikan kerasnya realitas sosial sezaman. Di tengah konteks Amerika Serikat era 1950-an, ketika prasangka rasial masih menjadi kenyataan lumrah, film ini hadir sebagai kritik tajam terhadap cara sistem hukum memandang kebenaran. Melalui kesederhanaan visualnya, film ini menjelma menjadi salah satu mahakarya sinema hukum paling fenomenal sepanjang masa.</p><h3 data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Ruangan Sesak: Pertarungan Logika dan Ketegangan Moral</b></h3><p data-path-to-node="9">Film ini berfokus pada dua belas juri yang memegang nasib seorang remaja terdakwa kasus parikida (pembunuhan ayah kandung). Hakim memberikan instruksi mutlak: jika terdapat keraguan yang beralasan (<i data-path-to-node="9" data-index-in-node="198">beyond a reasonable doubt</i>), juri harus memutus tidak bersalah. Pada awalnya, sebelas juri tanpa ragu menyatakan terdakwa bersalah. Namun, satu suara berbeda muncul dari Juri Nomor 8 (Henry Fonda). Ia tidak mengklaim terdakwa tidak bersalah, melainkan mempertanyakan: apakah pantas sebuah nyawa diputus tanpa mempertimbangkan kemungkinan keraguan yang tersisa?</p><p data-path-to-node="10">Diskusi berkembang menjadi deliberasi yang intens. Selama hampir seluruh durasi, penonton disuguhkan dialog panjang di sebuah ruangan sempit yang gerah. Tanpa adegan aksi atau perpindahan lokasi, kekuatan film ini bertumpu pada naskah yang natural dan realistis. Perdebatan para juri bukanlah orasi dramatis, melainkan cerminan diskusi nyata manusia saat berhadapan dengan beban moral yang berat.</p><p data-path-to-node="11">Kamera yang bergerak semakin <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="29">close-up</i> seiring meningkatnya tensi membuat penonton seolah terkunci di dalam ruangan tersebut. Atmosfer tegang ini membuktikan bahwa kekuatan sinematik tidak selalu lahir dari ledakan aksi, melainkan dari benturan ide dan kekuatan logika.</p><h3 data-path-to-node="12"><b data-path-to-node="12" data-index-in-node="0">Idealisme dan Kerentanan Sistem Juri dalam Common Law</b></h3><p data-path-to-node="13">Struktur cerita ini memperlihatkan karakter khas sistem <i data-path-to-node="13" data-index-in-node="56">Common Law</i>, di mana juri berperan sentral menentukan fakta ( <i data-path-to-node="13" data-index-in-node="117">fact-finder</i>), sementara hakim berfungsi menjaga prosedur hukum. Film ini menunjukkan bahwa pencarian kebenaran dalam sistem ini bersifat deliberatif—lahir dari dialog dan keberanian untuk meragukan kesimpulan awal. Satu suara yang bertahan pada keraguan rasional menjadi pengingat bahwa keputusan hukum tidak boleh lahir dari tirani mayoritas, melainkan dari analisis matang terhadap setiap celah kesalahan.</p><p data-path-to-node="14">Namun, film ini juga membuka ruang kritik terhadap kerentanan sistem juri. Para juri bukanlah subjek yang sepenuhnya objektif; mereka membawa beban pengalaman hidup, emosi, dan prasangka pribadi. Beberapa pendapat awal dalam film lahir bukan dari bukti, melainkan dari stereotip sosial dan amarah personal. Di sinilah sisi rapuh <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="329">Common Law</i> terlihat: kebenaran hukum sangat bergantung pada integritas dan kematangan psikologis individu-individu yang duduk di kursi juri. Kemampuan persuasi seorang juri yang karismatik terkadang lebih berpengaruh daripada kekuatan bukti itu sendiri, menunjukkan bahwa proses demokratis dalam hukum tetap menyimpan risiko subjektivitas yang tinggi.</p><h3 data-path-to-node="15"><b data-path-to-node="15" data-index-in-node="0">Komparasi: Common Law vs Sistem Peradilan Indonesia</b></h3><p data-path-to-node="16">Jika dikaitkan dengan konteks Indonesia, perbedaan pendekatannya terasa sangat kontras. Indonesia menganut tradisi <i data-path-to-node="16" data-index-in-node="115">Civil Law</i> yang menempatkan hakim profesional sebagai pusat penilaian alat bukti dan fakta. Tidak ada sistem juri; pencarian kebenaran bersifat lebih institusional, terstruktur, dan diikat oleh prosedur pembuktian yang ketat.</p><p data-path-to-node="17">Berbeda dengan model horizontal dalam film di mana kebenaran lahir dari diskusi antarwarga sipil, sistem Indonesia bersifat lebih vertikal. Kelebihannya adalah konsistensi metodologis dan keahlian hukum yang lebih terjamin karena berada di tangan profesional. Risiko bias emosional masyarakat dapat ditekan melalui prosedur formal. Namun, sentralisasi ini juga menghadirkan tantangan: tanpa ruang deliberasi publik seperti sistem juri, proses hukum berisiko terasa berjarak dari rasa keadilan nyata yang hidup di tengah masyarakat.</p><h3 data-path-to-node="18"><b data-path-to-node="18" data-index-in-node="0">Penutup: Wajah Kemanusiaan dalam Hukum</b></h3><p data-path-to-node="19">Perbandingan ini menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang sempurna. Sistem juri menawarkan demokratisasi namun rentan terhadap bias kelompok, sementara sistem hakim menawarkan stabilitas namun berisiko menjadi kaku secara institusional. <i data-path-to-node="19" data-index-in-node="236">12 Angry Men</i> menegaskan bahwa hukum tetap dijalankan oleh manusia yang tidak pernah steril dari pengalaman hidupnya.</p><p data-path-to-node="20">Film ini tetap relevan karena menunjukkan bahwa hukum tidak pernah hitam-putih, melainkan wilayah abu-abu yang menuntut kehati-hatian moral. Keadilan bukan sekadar soal menjatuhkan vonis, tetapi tentang keberanian untuk terus menguji kebenaran dan mempertanyakan asumsi. Pada akhirnya, keadilan adalah sebuah proses panjang yang menuntut manusia untuk terus berpikir, bahkan ketika seluruh dunia merasa sudah menemukan jawabannya.<br><br><span style="color: rgb(15, 23, 42); font-size: 18px; font-weight: 400;">Ulasan lain terkait dengan film&nbsp;</span><b data-path-to-node="0" data-index-in-node="44" style="color: rgb(15, 23, 42); font-size: 18px;">Keadilan (2025)</b><span style="color: rgb(15, 23, 42); font-size: 18px; font-weight: 400;">&nbsp;yang membedah paradoks moral dan tantangan hukum positif di Indonesia.</span>&nbsp;<a href="https://sinergynews.id/berita/film-keadilan-2025-kritik-metodologis-atas-narasi-hukum-kekerasan-dan-ilusi-pencarian-keadilan-698da3d732748" target="_blank">Ulasan lengkap tentang film Keadilan (2025)</a></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Kayla Achri</dc:creator>
            <category>Opinion</category>
            <pubDate>Tue, 17 Feb 2026 06:41:33 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/review-film-12-angry-men-1957-kacamata-keadilan-dan-dialektika-sistem-common-law-oleh-kayla-achri-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Film Keadilan (2025): Kritik Metodologis atas Narasi Hukum, Kekerasan, dan Ilusi Pencarian Keadilan]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/film-keadilan-2025-kritik-metodologis-atas-narasi-hukum-kekerasan-dan-ilusi-pencarian-keadilan-698da3d732748</link>
            <guid isPermaLink="false">67</guid>
            <description><![CDATA[Film Keadilan (2025) mengangkat kemarahan publik terhadap sistem peradilan lewat kisah Raka yang mencari keadilan atas kematian istrinya. Namun alih-alih tajam sebagai drama pengadilan, film ini terjebak dalam aksi berlebihan dan gagal mengelola kritik hukumnya secara mendalam.]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="4">Sinema sering kali menjadi katarsis bagi masyarakat yang merasa terpinggirkan oleh sistem peradilan. Dalam sejarah perfilman dunia, tema "satu orang melawan sistem yang korup" selalu menjadi komoditas naratif yang laku keras. Namun, ketika sebuah film mencoba membedah hukum sebagai tema sentralnya, ia memikul beban tanggung jawab untuk tetap setia pada logika hukum tersebut, atau setidaknya, memberikan kritik yang berbasis pada substansi. Di sinilah film <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="459">Keadilan (The Verdict)</i>—sebuah kolaborasi ambisius antara sineas Indonesia dan Korea Selatan—berada dalam persimpangan yang problematik.</p><h3 data-path-to-node="5"><b data-path-to-node="5" data-index-in-node="0">Anatomi Narasi: Dari Luka Personal ke Sabotase Institusional</b></h3><p data-path-to-node="6">Bagi pembaca yang belum sempat menyaksikan karya Lee Chang-hee dan Yusron Fuadi ini, mari kita bedah alur ceritanya terlebih dahulu. Fokus utama film ini adalah Raka (Rio Dewanto), seorang satpam yang hidupnya berada di puncak kebahagiaan sederhana. Istrinya, Nina (Niken Anjani), baru saja lulus ujian advokat dan tengah mengandung buah hati mereka. Namun, kebahagiaan tersebut direnggut secara brutal. Nina ditemukan tewas mengenaskan, sebuah peristiwa yang seketika menghancurkan dunia Raka.</p><p data-path-to-node="7">Transformasi Raka dari seorang warga negara kelas bawah yang percaya pada proses hukum menjadi seorang radikal tidak terjadi dalam semalam. Pemicunya adalah konfrontasi dengan tembok tebal bernama <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="197">privilege</i> dan kekuasaan. Melalui penyelidikannya sendiri, Raka menemukan bahwa pembunuh istrinya adalah putra dari seorang pejabat kaya yang memiliki pengaruh luas.</p><p data-path-to-node="8">Di tengah keputusasaannya, Raka bersinggungan dengan Timo (Reza Rahadian), seorang pengacara papan atas yang dikenal licik dan mampu membolak-balikkan fakta demi kepentingan kliennya. Timo adalah personifikasi dari sisi gelap profesi hukum; ia manipulatif dan bekerja di ruang-ruang gelap di balik layar. Pertemuan antara duka Raka dan kelicikan sistem yang diwakili Timo membawa narasi film ini ke ruang sidang—tempat yang seharusnya menjadi altar keadilan, namun dalam film ini, justru berubah menjadi panggung drama penyanderaan.</p><p data-path-to-node="9">Raka, yang merasa hukum telah gagal memberikan keadilan bagi istrinya, memilih jalan ekstrem. Ia melakukan sabotase terhadap proses peradilan, menyandera hadirin sidang, dan mengancam aparat penegak hukum di bawah todongan senjata. Raka merasa bahwa "keadilan" hanya bisa dicapai jika sistem dipaksa berlutut di bawah tekanan kemarahan publik yang ia representasikan.</p><h3 data-path-to-node="10"><b data-path-to-node="10" data-index-in-node="0">Kebingungan Identitas: Antara Drama Pengadilan dan Aksi Laga</b></h3><p data-path-to-node="11">Secara metodologis, masalah pertama yang muncul dalam film <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="59">Keadilan</i> adalah kebingungan identitas genrenya. Sebagai sebuah film yang mengklaim sebagai drama hukum, ia gagal memenuhi syarat dasar <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="194">court-centered drama</i>: pertarungan intelektual. Dalam film-film hukum yang matang, ketegangan seharusnya lahir dari adu argumentasi, penguasaan bukti, dan trik cerdas yang tetap berada dalam batas-batas hukum acara.</p><p data-path-to-node="12">Namun, dalam <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="13">Keadilan</i>, hukum hanya dijadikan latar belakang yang statis. Karakter Timo, yang diperankan oleh aktor sekelas Reza Rahadian, terasa sangat dangkal. Penonton tidak pernah diperlihatkan bagaimana Timo menggunakan kecerdasannya untuk mengeksploitasi celah hukum secara substansial. Dialognya tidak tajam, dan hukum tidak dijadikan medan tempur logika. Sebaliknya, film ini justru melompat ke arah aksi laga yang berlebihan. Alhasil, film ini gagal memberikan kritik struktural terhadap sistem peradilan dan lebih memilih jalur instan melalui glorifikasi kekerasan sebagai solusi atas kebuntuan hukum.</p><h3 data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Paradoks Moral: Keadilan vs Hukum Positif</b></h3><p data-path-to-node="14">Persoalan paling krusial yang perlu kita bedah adalah konstruksi moral sang protagonis. Dalam narasi film, Raka dibingkai sebagai pahlawan yang terpaksa melanggar hukum demi "keadilan sejati". Namun, sebagai akademisi hukum, kita harus mampu memisahkan antara motif (<i data-path-to-node="14" data-index-in-node="267">innerer beweggrund</i>) dan sifat melawan hukum (<i data-path-to-node="14" data-index-in-node="312">wederrechtelijkheid</i>).</p><p data-path-to-node="15">Tindakan Raka melakukan penyanderaan terhadap hadirin sidang adalah bentuk pelanggaran nyata terhadap <b data-path-to-node="15" data-index-in-node="102">Pasal 333 KUHP</b> (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang perampasan kemerdekaan orang. Secara teknis, perbuatan ini diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Selain itu, aksi kekerasan dan pengancaman terhadap hakim serta jaksa di ruang sidang merupakan bentuk serangan terhadap kewibawaan peradilan atau yang dikenal dengan istilah <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="451">contempt of court</i>.</p><p data-path-to-node="16">Dalam hukum pidana Indonesia, alasan bahwa seseorang melakukan kejahatan demi "mencari keadilan" tidak dapat dijadikan alasan pemaaf maupun alasan pembenar. Mengapa? Karena hukum diciptakan untuk mencegah <i data-path-to-node="16" data-index-in-node="205">eigenrichting</i> atau tindakan main hakim sendiri. Jika setiap individu dibenarkan melakukan tindak pidana hanya karena mereka merasa tidak puas dengan hasil peradilan, maka tatanan hukum nasional akan runtuh dan kembali ke hukum rimba.</p><h3 data-path-to-node="17"><b data-path-to-node="17" data-index-in-node="0">Konteks Sosial dan Serangan terhadap Otoritas Negara</b></h3><p data-path-to-node="18">Film ini memang sangat dekat dengan fenomena sosial di Indonesia, di mana masyarakat kerap merasa frustrasi melihat "permainan" di ruang sidang. Kita tentu ingat peristiwa nyata di mana figur publik seperti Nikita Mirzani melakukan tindakan emosional dengan melempar mikrofon di ruang sidang PN Serang. Meski peristiwa semacam itu mencerminkan emosi manusiawi, dalam kacamata hukum, hal tersebut tetap dikategorikan sebagai pelanggaran tata tertib persidangan.</p><p data-path-to-node="19">Namun, <i data-path-to-node="19" data-index-in-node="7">Keadilan</i> membawa gangguan persidangan ini ke level yang jauh lebih berbahaya: sabotase bersenjata. Dengan memosisikan Raka terus-menerus sebagai korban sistem tanpa menuntut pertanggungjawaban atas tindak pidananya, film ini secara tidak langsung melakukan romantisasi terhadap anarkisme. Kritik terhadap sistem peradilan menjadi timpang karena film ini tidak menawarkan analisis mengenai bagian mana dari sistem yang rusak—apakah regulasinya, budaya hukum aparatnya, atau intervensi politiknya. Film ini hanya sekadar marah, namun gagal mengelola kemarahan tersebut secara intelektual.</p><h3 data-path-to-node="20"><b data-path-to-node="20" data-index-in-node="0">Ilusi Keadilan dan Runtuhnya Transformasi Karakter</b></h3><p data-path-to-node="21">Keadilan dalam hukum positif tidak pernah lahir dari ancaman atau sabotase. Esensi dari keadilan adalah proses yang adil (<i data-path-to-node="21" data-index-in-node="122">due process of law</i>). Ketika Raka menyabotase proses hukum, ia sebenarnya sedang membunuh keadilan itu sendiri. Ironisnya, film ini enggan memperlihatkan transformasi karakter yang berarti. Raka tidak berkembang menjadi sosok yang memahami kompleksitas hukum, melainkan terjebak dalam lingkaran setan kekerasan.</p><p data-path-to-node="22">Kritik terhadap hukum seharusnya mampu membongkar "cacat tersembunyi" dalam sistem peradilan kita. Misalnya, bagaimana sulitnya pembuktian dalam kasus-kasus yang melibatkan elit, atau bagaimana bantuan hukum bagi warga miskin masih sangat minim. Sayangnya, <i data-path-to-node="22" data-index-in-node="257">Keadilan</i> melewatkan kesempatan emas ini dan justru memilih menyajikan "ilusi keadilan" melalui moncong senjata.</p><h3 data-path-to-node="23"><b data-path-to-node="23" data-index-in-node="0">Kesimpulan: Ironi Sinematik yang Terhenti</b></h3><p data-path-to-node="24">Sebagai sebuah karya seni, <i data-path-to-node="24" data-index-in-node="27">Keadilan</i> memiliki modal yang sangat mumpuni: isu yang relevan, aktor yang brilian, dan kerja sama teknis internasional. Namun, sebagai sebuah narasi hukum, film ini gagal berlaku adil terhadap tema yang diusungnya. Film ini ingin membongkar kegagalan hukum, tetapi ia sendiri enggan berpikir secara hukum.</p><p data-path-to-node="25">Bagi kita, penonton sekaligus pengamat hukum, film ini menjadi peringatan bahwa narasi keadilan tidak boleh dilepaskan dari koridor logika hukum positif. Kritik terhadap hukum harus dilakukan dengan cara-cara yang mencerdaskan, bukan dengan membenarkan tindakan melawan hukum yang justru merusak otoritas negara.</p><p data-path-to-node="26">Pada akhirnya, <i data-path-to-node="26" data-index-in-node="15">Keadilan (2025)</i> adalah sebuah ironi sinematik. Ia mencoba mencari kebenaran di tengah kegelapan sistem, namun ia justru tersesat dalam kemarahannya sendiri sebelum sempat menyentuh cahaya keadilan yang sejati. Keadilan sejati tidak membutuhkan penyanderaan; ia membutuhkan keberanian untuk memperbaiki sistem dari dalam, dengan akal sehat dan integritas yang tidak tergoyahkan.<br><br></p><p data-path-to-node="4"></p><p></p><p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">Oleh: Kayla Achri Salsabila</b>
<i data-path-to-node="3" data-index-in-node="28">(Pemerhati Film dan Akademisi Hukum)</i></p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Kayla Achri</dc:creator>
            <category>Opinion</category>
            <pubDate>Thu, 12 Feb 2026 15:26:37 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/mv5botqwnzi0owytzdaxys00ytllltk4mmqtmzywy2njymnlndg3xkeyxkfqcgc-at-v1-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
                <item>
            <title><![CDATA[Cetak Instruktur Militan, PC PMII Kota Semarang Perkuat Akar Kaderisasi melalui PIC 2026]]></title>
            <link>https://sinergynews.id/berita/cetak-instruktur-militan-pc-pmii-kota-semarang-perkuat-akar-kaderisasi-melalui-pic-2026-698decaa37c8f</link>
            <guid isPermaLink="false">69</guid>
            <description><![CDATA[Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Semarang sukses menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Cabang (PIC) 2026 di Gedung Balatkop UMKM Jawa Tengah, 6–8 Februari 2026. Agenda strategis ini diikuti oleh 34 peserta terpilih yang telah lolos seleksi ketat dari total 40 Kader]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="7"><b data-path-to-node="7" data-index-in-node="5">SEMARANG</b>&nbsp;– Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Semarang sukses mencetak barisan instruktur baru melalui agenda Pelatihan Instruktur Cabang (PIC) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (6–8 Februari 2026) di Gedung Balatkop UMKM Jawa Tengah ini, menjadi momentum krusial bagi penguatan struktur kaderisasi organisasi di tingkat akar rumput.</p><p data-path-to-node="8">Acara dibuka pada Jumat (6/2) oleh Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kota Semarang, Sahabat Muh. Zuyinalaili, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kinerja panitia yang mampu mempersiapkan agenda besar ini dalam waktu singkat namun tetap mengedepankan kualitas substansi.</p><blockquote>"Persiapan ini layaknya semangat 'Bandung Bondowoso', singkat namun hasilnya maksimal. Harapannya, PIC ini melahirkan instruktur yang siap mengawal roda kaderisasi secara konsisten di setiap lini," ujar Zuyinalaili.</blockquote><p data-path-to-node="10">Pelatihan ini diikuti oleh 34 peserta terbaik yang telah melewati proses seleksi ketat. Menggunakan sistem karantina di Asrama Balatkop Jateng, para peserta ditempa dengan materi-materi berbobot dari deretan akademisi. Beberapa materi kunci yang menjadi sorotan adalah&nbsp;<b data-path-to-node="10" data-index-in-node="269">"Manajemen Strategis Kaderisasi di Era Disrupsi"</b>&nbsp;serta&nbsp;<b data-path-to-node="10" data-index-in-node="324">"Psikologi Massa dan Teknik Komunikasi Instruktur"</b>.<br></p><figure style="text-align: center; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"><img src="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/cetak-instruktur-militan-pc-pmii-kota-semarang-perkuat-akar-kaderisasi-melalui-pic-2026-1600.webp" alt="Cetak Instruktur Militan, PC PMII Kota Semarang Perkuat Akar Kaderisasi melalui PIC 2026Cetak Instruktur Militan, PC PMII Kota Semarang Perkuat Akar Kaderisasi melalui PIC 2026"><figcaption style="font-size:0.85em; color:#666; margin-top:0.5em; font-family:sans-serif;">Cetak Instruktur Militan, PC PMII Kota Semarang Perkuat Akar Kaderisasi melalui PIC 2026</figcaption></figure><p data-path-to-node="11">Deretan narasumber pakar yang hadir di antaranya Dr. M. Kholidul Adib, S.H.I, M.SI., Dr. Tsabit Azinar Ahmad, S.Pd., M.Pd., Dr. Tedi Kholiludin, M.SI., dan Hijriyah, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para doktor ini memberikan landasan teoretis yang kuat bagi para peserta dalam merumuskan metode kaderisasi yang saintifik.</p><p data-path-to-node="12">Pada sesi penutupan, Minggu (8/2), Ketua Cabang PMII Kota Semarang, Sahabat Muhammad Afiq, memberikan pesan penekanan kepada para alumni pelatihan. Ia menegaskan bahwa tugas instruktur adalah menjadi motor penggerak bagi Komisariat dan Rayon di seluruh Kota Semarang.</p><blockquote>"Sahabat-sahabat adalah pionir. Setelah ini, bergeraklah secara kolektif untuk memaksimalkan agenda kaderisasi formal maupun non-formal. Pastikan semua berjalan dalam satu garis komando Tim Gugus Kaderisasi PMII Semarang," tegas Afiq.</blockquote><p data-path-to-node="14">Senada dengan hal itu, Sahabat Muhammad Hadik, S.H.I., selaku alumni, mengingatkan pentingnya fleksibilitas dalam bergerak. Ia menekankan bahwa instruktur harus mampu merumuskan formulasi yang sesuai dengan karakter unik masing-masing pangkalan tanpa meninggalkan arah tujuan organisasi.</p><p data-path-to-node="15">Dengan berakhirnya PIC 2026, PC PMII Kota Semarang optimis kualitas distribusi kader di wilayah Semarang akan semakin solid, terukur, dan mampu menjawab tantangan intelektual di masa depan.</p>]]></content:encoded>
            <dc:creator>Dede indraswara</dc:creator>
            <category>News</category>
            <pubDate>Thu, 12 Feb 2026 15:07:22 +0000</pubDate>
                        <media:content url="https://sinergynews.id/storage/media/image/2026/02/optimalkan-budaya-saran-bpp-disnakertrans-jateng-bedah-7-langkah-kaizen-teian-untuk-produktivitas-kerja-1600.webp" medium="image" />
                    </item>
            </channel>
</rss>
