PGE Percepat Proyek Geothermal Lahendong Units 7–8, Tingkatkan Kapasitas Energi Terbarukan di Sulawesi Utara
MANADO — PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menandai kemajuan penting dalam pengembangan energi panas bumi di Sulawesi Utara dengan penyelesaian penyerahan dokumen teknis inti kepada PT PLN (Persero) untuk proyek Lahendong Units 7 dan 8. Proyek yang berada di kawasan panas bumi Lahendong, Tomohon ini menjadi bagian strategis dalam memperluas kontribusi pembangkit listrik terbarukan di wilayah Sulut dan sekitarnya.
Dokumen teknis yang diserahkan pada 12 Desember 2025 tersebut merupakan persyaratan utama yang harus diselesaikan sebelum PT PLN dapat melakukan evaluasi dan menyiapkan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement). Langkah ini menandai fase awal integrasi proyek geothermal baru dengan sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung target transisi energi bersih di Indonesia.
Proyek Lahendong Units 7 dan 8 dirancang mencakup dua unit dengan kapasitas masing-masing 20 megawatt (MW) ditambah 10 MW unit binary, yang akan meningkatkan total keluaran listrik panas bumi dari wilayah tersebut. Pembangkit panas bumi ini penting bagi sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo, karena sumber energi ini berperan sebagai energi dasar (base load) yang stabil — berbeda dengan beberapa sumber energi terbarukan yang bergantung pada cuaca.
PGE telah menjadi pionir pengembangan panas bumi di Indonesia dan kontribusinya pada energi bersih di Sulut sudah terlihat melalui pembangkit yang ada. Dengan penyerahan dokumen ini, proyek diwujudkan ke tahap yang lebih dekat menuju konstruksi dan pengoperasian, yang diproyeksikan dapat ikut meningkatkan persentase Energi Baru Terbarukan (EBT) di total bauran energi nasional.
Peningkatan kapasitas pembangkit ini juga diminati oleh kalangan regulator dan investor karena potensinya dalam membantu mencapai target energi nasional yang lebih bersih dan efisien dalam jangka menengah maupun panjang. Di sisi lain, warga Sulawesi Utara akan merasakan manfaat dari pasokan listrik yang lebih andal dan berkelanjutan seiring dengan kebutuhan listrik domestik dan industri yang terus meningkat.
Selain pengembangan di Lahendong, potensi lain seperti pemanfaatan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di Danau Tondano dan kolaborasi pemerintah daerah dengan PLN terus memperkuat sistem energi di Sulawesi Utara dan sekitarnya, menunjukkan komitmen pembangunan energi terintegrasi di wilayah timur Indonesia.
PGE dan PLN menilai proyek ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi juga bagian dari strategi lebih luas untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong percepatan transisi energi bersih. Realisasi proyek geothermal di Sulawesi Utara dipandang sebagai katalis bagi investasi energi bersih dan teknologi pembangkit masa depan.
josua sondakh
Super AdminPlease Login to comment in the post!
you may also like
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Kinerja Distribusi Gas Bumi Dinilai Positif, Pertagas Raih Penghargaan BPH Migas
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Distribusi Energi Tetap Berjalan, Pertamina Kerahkan Armada di Wilayah Terdampak Bencana
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Pasokan BBM dan LPG Dijaga, Pertamina Percepat Pemulihan Energi di Sumatra
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026