Pertamina Siagakan Distribusi Energi Nasional di Wilayah Bencana Sumatra
JAKARTA — Pertamina menyiagakan sistem distribusi energi nasional guna memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan energi pendukung lainnya tetap terjaga di wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 hingga awal 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas masyarakat serta mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan gangguan akses jalan, kerusakan infrastruktur, serta keterbatasan mobilitas logistik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi energi, terutama di wilayah yang sempat terisolasi akibat longsor dan banjir bandang.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pertamina mengaktifkan status siaga distribusi energi, termasuk menyiapkan armada mobil tangki tambahan, pengaturan jalur distribusi alternatif, serta optimalisasi pasokan dari terminal-terminal terdekat. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga kebencanaan guna memastikan penyaluran energi berjalan aman dan tepat sasaran.
Di sektor hilir, sejumlah SPBU di wilayah terdampak dioperasikan dengan jam layanan lebih panjang, bahkan hingga 24 jam pada titik-titik tertentu, guna menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat dan kendaraan operasional penanganan bencana. Selain itu, pasokan LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan fasilitas umum turut diprioritaskan, terutama di area pengungsian dan wilayah dengan akses terbatas.
Pertamina juga melakukan monitoring harian terhadap stok BBM dan LPG, baik di terminal BBM, depot LPG, maupun jaringan ritel. Langkah ini bertujuan memastikan cadangan energi berada pada level aman serta mampu memenuhi lonjakan kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Dalam kondisi tertentu, distribusi BBM dilakukan dengan pengawalan aparat keamanan untuk menjamin keselamatan awak mobil tangki dan kelancaran suplai di jalur-jalur rawan. Beberapa wilayah yang sempat terputus aksesnya juga dilayani melalui rute alternatif setelah kondisi memungkinkan, sebagai bagian dari upaya percepatan normalisasi distribusi energi.
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina turut mendukung penanganan bencana melalui penyediaan BBM untuk kendaraan logistik, alat berat, dan layanan darurat, serta dukungan energi bagi fasilitas vital seperti rumah sakit, posko pengungsian, dan pusat layanan publik. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga fungsi layanan dasar masyarakat di tengah situasi darurat.
Pertamina menegaskan bahwa energi merupakan kebutuhan strategis yang harus tetap tersedia, terutama saat masyarakat menghadapi bencana alam. Oleh karena itu, kesiapsiagaan distribusi energi di wilayah Sumatra menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membantu proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak.
Seiring dengan berangsur pulihnya kondisi infrastruktur dan akses transportasi, Pertamina memastikan distribusi energi akan terus dinormalisasi secara bertahap, sambil tetap menjaga koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan BBM dan LPG dapat terpenuhi secara aman, merata, dan berkelanjutan.
josua sondakh
Super AdminPlease Login to comment in the post!
you may also like
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Kinerja Distribusi Gas Bumi Dinilai Positif, Pertagas Raih Penghargaan BPH Migas
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Distribusi Energi Tetap Berjalan, Pertamina Kerahkan Armada di Wilayah Terdampak Bencana
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026
Pasokan BBM dan LPG Dijaga, Pertamina Percepat Pemulihan Energi di Sumatra
- by josua sondakh
- 03 Jan 2026