Rabu, 14 Januari 2026

Pertamina Perkuat Peran Sosial di Tengah Bencana Alam Sumatra


JAKARTA — Di tengah rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, Pertamina memperkuat peran sosialnya dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan dukungan energi tetap tersedia bagi masyarakat terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari respons terpadu perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir 2025 telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga meningkatnya kebutuhan logistik dan layanan dasar. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung penanganan bencana bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga kebencanaan.

Selain menjaga distribusi energi, Pertamina menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta dukungan logistik bagi masyarakat di lokasi terdampak. Bantuan tersebut mencakup paket sembako, air bersih, perlengkapan darurat, hingga dukungan fasilitas pendukung seperti genset untuk memastikan aktivitas vital, termasuk posko pengungsian dan fasilitas kesehatan, tetap berjalan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia. Melalui program pendampingan sosial, Pertamina turut mendukung kegiatan pemulihan psikologis bagi anak-anak korban bencana, sebagai bagian dari upaya membantu mereka kembali beraktivitas secara normal setelah mengalami situasi traumatis akibat bencana alam.

Di sisi lain, Pertamina tetap memprioritaskan stabilitas distribusi energi di wilayah terdampak. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dijaga agar tetap tersedia bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung operasional kendaraan logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas pemulihan infrastruktur. Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi energi tidak terhambat oleh kerusakan akses maupun kondisi geografis yang sulit.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan komitmen Pertamina untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari elemen sosial yang berperan aktif dalam situasi krisis. Perusahaan memandang bahwa energi dan bantuan kemanusiaan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam menjaga ketahanan masyarakat di tengah bencana.

Ke depan, Pertamina menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Upaya ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah Sumatra, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan bencana alam.

josua sondakh

josua sondakh

Super Admin

you may also like