Rabu, 14 Januari 2026

Ekspedisi Panas Bumi Nusantara: Lima Langkah Strategis DEM Indonesia Dukung Swasembada Energi Nasional


MANADO, 26 November 2025 — Upaya memperkuat swasembada energi nasional terus mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk generasi muda. Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEM Indonesia) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi melalui penyelenggaraan Ekspedisi Panas Bumi Nusantara di Sulawesi Utara, Rabu (26/11).

Kegiatan ini menjadi tonggak penting pergerakan mahasiswa di sektor energi, seiring dengan target nasional Net Zero Emission (NZE) 2060 dan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian serta swasembada energi. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DEM Indonesia, Febrian Satria Hidayat, ekspedisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai langkah strategis untuk mengawal pengembangan energi panas bumi di daerah penghasil energi.

“Masa depan kedaulatan energi Indonesia tidak bisa hanya dibicarakan di pusat. Ia harus dilihat, diaudit, dan diperjuangkan langsung dari wilayah-wilayah penghasil energi seperti Sulawesi Utara,” ujar Febrian dalam forum yang dihadiri ratusan delegasi mahasiswa, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor energi.

Sulawesi Utara sebagai Titik Strategis Transisi Energi

Pemilihan Sulawesi Utara sebagai lokasi ekspedisi dinilai strategis. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi panas bumi nasional sekaligus wilayah kunci di kawasan Indonesia Timur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, pemerintah daerah menempatkan keandalan energi sebagai fondasi stabilitas ekonomi dan sosial, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga tercermin dari keterlibatan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulut yang dipimpin oleh Fransiscus Maindoka. Pelaksanaan kegiatan di Aula Mapalus menjadi simbol bahwa isu energi telah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah.

Dem Indonesia Bersama PGE Area Lahendong

 

PLTP Lahendong: Jantung Energi Hijau Sulawesi

Fokus utama Ekspedisi Panas Bumi Nusantara adalah peninjauan potensi panas bumi, khususnya PLTP Lahendong yang berlokasi di Kota Tomohon. Indonesia sendiri tercatat memiliki sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia, setara dengan potensi 24 gigawatt, dan Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah kunci pengembangannya.

PLTP Lahendong yang dikelola oleh PLN Indonesia Power memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan regional Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo). Dengan kapasitas terpasang sekitar 80 MW, pembangkit ini menyuplai sekitar 18 persen kebutuhan listrik regional, sekaligus berkontribusi signifikan dalam penurunan emisi karbon.

Beberapa keunggulan panas bumi yang disoroti dalam ekspedisi ini antara lain:

  • Emisi rendah, jauh di bawah pembangkit berbahan bakar fosil,

  • Pasokan listrik stabil (baseload) selama 24 jam,

  • Ketahanan energi jangka panjang yang tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Staf Khusus Menteri ESDM, Pradana Indraputra, yang turut hadir, menegaskan bahwa panas bumi merupakan pilar penting menuju kemandirian energi nasional. Menurutnya, pembangkit panas bumi mampu menjadi tulang punggung sistem kelistrikan daerah tanpa mengorbankan keandalan jaringan.

Lima Langkah Strategis DEM Indonesia

Melalui Ekspedisi Panas Bumi Nusantara, DEM Indonesia merumuskan lima langkah strategis dalam mendukung swasembada energi nasional, yaitu:

  1. Penguatan literasi energi berbasis lapangan, agar mahasiswa memahami langsung tantangan teknis dan sosial pengembangan energi.

  2. Pengawalan kebijakan panas bumi, melalui kajian dan rekomendasi berbasis data.

  3. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri, guna mendorong pemanfaatan energi bersih yang berkeadilan.

  4. Pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah panas bumi, agar manfaat ekonomi dirasakan secara langsung.

  5. Pengembangan jejaring nasional mahasiswa energi, sebagai mitra strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Mengawal Visi Swasembada Energi Presiden

Febrian menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret penerjemahan visi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

“Ketergantungan pada energi impor adalah kerentanan strategis. Melalui ekspedisi ini, kami ingin memastikan panas bumi sebagai energi domestik dimanfaatkan maksimal demi kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Keberhasilan pelaksanaan Ekspedisi Panas Bumi Nusantara di Sulawesi Utara menjadi sinyal positif bahwa transisi energi nasional tidak hanya digerakkan dari atas, tetapi juga dikawal dari bawah oleh generasi muda. Mahasiswa kini tidak lagi sekadar menjadi pengamat, melainkan mitra strategis dalam perumusan dan pengawasan kebijakan energi.

Ke depan, DEM Indonesia berharap ekspedisi serupa dapat digelar di wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi panas bumi, sehingga energi panas bumi benar-benar menjadi “tuan rumah di negeri sendiri” dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

josua sondakh

josua sondakh

Super Admin

you may also like