Banjir Bandang dan Longsor Landa Pulau Siau, Sulawesi Utara - Belasan Orang Tewas dan Evakuasi Terus Berlangsung
39views
share on:
Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara — Bencana alam berupa banjir bandang dan longsor melanda Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin dini hari (5 Januari 2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut secara intensif. Fenomena ini menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat lokal, termasuk korban jiwa, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur.
Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung berjam-jam. Material batuan, lumpur, dan air bercampur mengalir deras hingga permukiman warga di beberapa kecamatan terdampak, yakni Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Banjir Bandang dan Longsor Landa Pulau Siau, Sulawesi Utara
Dampak tragedi ini mencapai berbagai aspek kehidupan. Data sementara mencatat setidaknya sembilan orang meninggal dunia, sejumlah warga mengalami luka-luka, dan puluhan lainnya terpaksa mengungsi. Material banjir juga menutup jalan utama dan membanjiri rumah warga, sehingga akses komunikasi dan transportasi terputus.
Selain itu, laporan media dari Kodam Merdeka melalui ANTARA menyebutkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 14 orang, dengan puluhan keluarga mengungsi ke tempat aman yang telah disediakan oleh pemerintah setempat. Banyak rumah mengalami kerusakan berat hingga hilang terseret arus, dan proses pencarian korban masih berlangsung.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Polda Sulawesi Utara memberangkatkan 204 personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian untuk membantu evakuasi, pencarian korban, pemulihan infrastruktur, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pasukan diberangkatkan dari Manado dan Bitung menggunakan kapal laut sejak sore hari pada 5 Januari 2026.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diinstruksikan oleh Gubernur untuk memberikan bantuan tanggap darurat, termasuk alat berat, kebutuhan bayi dan lansia, kasur, pakaian, makanan, serta dukungan logistik lainnya. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan untuk kelancaran penanganan bencana.
Operasi pencarian dan pertolongan juga dibantu oleh Basarnas Sulawesi Utara, yang menerjunkan personel dan peralatan SAR ke lokasi terdampak guna mempercepat evakuasi dan penyelamatan.
Bencana alam ini menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat Pulau Siau yang tinggal di daerah rawan hidrometeorologi, terutama di musim hujan ekstrem. Kondisi ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan komunitas dan strategi mitigasi bencana yang mencakup komunikasi risiko, peringatan dini, dan akses cepat terhadap tanggapan darurat untuk melindungi keselamatan warga.